5 Cara Menemukan Inspirasi Menulis. Jangan Hanya Diam, Ayo Mulai Menulis!

Tingkatkan kemampuan menulismu

Bingung mau nulis apa dan mulai dari mana?

Kalau kamu lagi nggak mood, apa sih yang biasa kamu lakukan? Sudah pasti ada yang memilih untuk bepergian jauh, Netflix, belanja, jajan bahkan ada juga yang memilih untuk rebahan. Tapi, ada juga loh yang memilih untuk menuliskan apa aja yang lagi dirasakan. Tahu nggak, menulis itu punya dampak yang sangat baik.

Menulis bukan hanya ketika mood kita sedang ngga baik-baik aja ya, tapi perasaan apapun yang di alami, peristiwa-peristiwa yang terjadi. Apapun bisa kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Sayangnya, memang tidak semua orang mau untuk menuliskan apa yang sedang dirasakan. It's okay, karena setiap orang pasti mempunyai caranya masing-masing untuk mengekspresikan perasaan maupun pengalaman-pengalaman yang terjadi.

Bagi mereka yang memang hobi menulis, tentu bukan menjadi sesuatu yang sulit untuk mereka lakukan, bukan? Pernah nggak sih kepikiran, “kok bisa ya para penulis di luar sana mendapatkan inspirasi dalam tulisannya? Bahkan karya-karya mereka pun bisa sampai Go-Internasional. Hmmmm jadi penasaran…” Berikut ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk kamu yang ingin mencoba menulis.

Advertisement

1. Bangunlah niat sekecil apapun untuk memulai sesuatu

Foto oleh EKATERINA BOLOVTSOVA dari Pexels

Foto oleh EKATERINA BOLOVTSOVA dari Pexels via https://www.pexels.com

Ketika kamu sudah membangun niat, jangan hanya berhenti di dalam pikiran saja. Tetapi, mulailah dari hal yang sederhana. Misalnya, kalo kamu lagi rebahan nih terus kepikiran untuk coba menulis, ya kamu harus bangun dari tempat ternyaman itu dong. Karena kalo tidak, sama aja kamu hanya menyimpan niat dan keinginan menulismu itu dalam angan. Yuk..yuk.. bangun! Katanya mau mencoba.

2. Siapkan peralatanmu dan carilah tempat ternyaman 

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Peralatan menulis tidak harus dengan kertas dan pena, kamu bisa memanfatkan gadget atau laptop yang ada. Eits, bukan berarti ketika kamu menggunakan gadget atau semacamnya, kamu malah membuka fitur-fitur yang lain selain note, ya.

Advertisement

Katanya udah ada niat, ayo yang fokus. Kalo udah siap peralatannya, sekarang kamu cari tempat yang paling bisa buat kamu nyaman dan betah untuk berada disana dalam beberapa waktu. Kenapa beberapa waktu? Iya, karena menulis butuh ketenangan, dan menciptakan sebuah ketenangan itu nggak mudah.

3. Berdiam dirilah sejenak. Coba untuk merasakan dan meresapi aura positif yang ada di lingkungan sekitarmu.

Foto oleh fourk design dari Pexels

Foto oleh fourk design dari Pexels via https://www.pexels.com

Menciptakan ketenangan itu cukup sulit loh, maka penting untuk kamu mencari tempat yang pas. Sebelum kamu mulai menulis, cobalah untuk diam sejenak. Kamu bisa menarik nafas dalam-dalam lalu kamu hembuskan secara perlahan.

Ketika menghembuskan nafas, rasakan nafas yang kamu keluarkan. Sungguh-sungguh kamu rasakan, sembari itu kamu bisa mengutarakan rasa syukurmu kepada Sang Pencipta atas kehidupan ini. Lakukanlah metode ini berulang kali, sampai kamu merasa cukup tenang.

4. Jika mau, sebelum menulis kamu bisa melakukan kontemplasi. Melakukan pemusatan perhatian secara penuh, masuk ke kedalaman dirimu dengan keheningan. 

Foto oleh Spencer Selover dari Pexels

Foto oleh Spencer Selover dari Pexels via https://www.pexels.com

Saat kembali menarik nafas, kamu bisa membayangkan hal apa saja yang sudah terjadi selama kurang lebih 1 minggu belakangan. Kamu juga bisa mengulas kembali peristiwa atau perasaan yang mungkin itu mengganjal dalam dirimu.

Jangan di tahan, jangan berusaha untuk menghindar dari peristiwa yang buat kamu tidak nyaman, jangan berusaha untuk menghilangkan itu. Hadapilah peristiwa itu, di sana kamu akan bisa melihat lagi dirimu yang kemarin, melihat lagi apa yang sudah kamu lakukan terhadap orang lain atau dirimu sendiri.

Peristiwa masa lalu, tidak selalu buruk. Tetapi dari sanalah, kamu bisa belajar untuk memperbaiki yang kurang baik kemarin. Oh iya, kalau di tempat yang kamu pilih itu ramai dengan bebunyian suara alam, seperti kicau burung atau aliran air, jangan dirasa bahwa bebunyian itu akan mengganggumu. Tapi rasakan itu sebagai sarana untuk kamu meng-kontemplasikan diri kamu.

5. Mulailah menulis dari apa yang kamu rasakan. Dengan kontemplasi tadi, bisa sangat membantumu dalam menuangkan kata loh.

Foto oleh Keira Burton dari Pexels

Foto oleh Keira Burton dari Pexels via https://www.pexels.com

Tibalah saatnya untuk kamu menulis. Pertama, kalau selama kontemplasi tadi kamu menangis, maka menangislah. Nggak ada yang bisa nahan kamu untuk nggak boleh menangis.

Kedua, jangan terlalu pusing membuat judul. Tapi langsung saja kamu tulis apapun yang kamu rasakan dengan bahasa yang sederhana, menulis tidak harus ada judul kok. Tuangkan apa saja yang ada di pikiranmu, apa saja yang kamu ingat, apa saja yang mengganjal. Ingat, pakailah bahasa yang sederhana, dimana hanya kamu saja yang paham dengan apa yang kamu tuangkan. Karena ini adalah tulisanmu, perasaanmu, kata-katamu. 

Ketiga, kalau kamu sudah selesai, bacalah lagi apa yang sudah kamu tulis. Baca saja. Di sana akan kamu dapati reaksimu bagaimana, hanya kamu yang merasakan. Mungkin setelah membaca itu, kamu akan tertawa, malu, lega, atau bahkan akan semakin marah. Ya itu lah emosi alami.

Untuk hal-hal selanjutnya, kamu sendiri yang akan menentukan. Apakah kamu akan kembali menulis, atau cukup mencoba sekali saja? Itu keputusanmu. Kalau dengan menulis kamu bisa mendapatkan dampak yang positif, cobalah untuk meneruskan tulisanmu. Bisa jadi, ketika kamu merasa terluka, sedih, kecewa, bahagia dan perasaan apapun, menulis adalah cara kamu untuk bisa meredam emosi-emosi negatif yang ada. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sedang mencari kebahagiaaan diri lewat sebuah tulisan.

CLOSE