Sebagai istri dari "pria berseragam" tentu kamu bangga jika ada yang menanyakan perihal pekerjaan suamimu, karena bukan hal mudah untuk dapat masuk dan bekerja di perusahaan milik pemerintah tersebut. Tapi di sisi lain juga, ada perasaan enggan untuk menjawab, bukan karena malu atau apa, tapi ada saja beberapa orang yang memberikan respon dan pertanyaan aneh seputar pekerjaan suamimu yang bikin kamu geleng-geleng kepala.

Berikut ini 5 pertanyaan salah kaprah yang biasanya kamu alami sebagai istri pegawai kereta api.

1. Suamimu pintar dong ya?


"Suamimu pegawai kereta api? Wah pinter dong! Test masuknya kan ribet banget.."


Nggak sedikit orang yang mengatakan hal tersebut, hal itu tentu membuatmu senyum jumawa. Bangga dong punya suami pinter. Tapi karena tidak ingin terlihat sombong akhirnya kamu putuskan untuk menjelaskan ini itu tentang seleksi PT. KAI tersebut.


Iya sih pinter, tapi seleksinya nggak cuma akademik aja, ada 5 tahapan seleksi lainnya. Nggak cuma pinter tapi harus punya berat badan dan tinggi badan yang ideal, juga nggak punya penyakit bawaan, soalnya ada tes organ dalam juga, tensi juga diperiksa kemudian ada test wawancara. Jadi, harus punya rasa percaya diri dan nggak nervousan. Belum lagi ada faktor x yaitu keberuntungan.


Advertisement

Dan setelah kamu jelasin panjang lebar, temanmu tetap komentar;


"Tapi kan harus tetap pinter, minimal rapornya 6 lah supaya bisa registrasi.."



"Iya sih, kalau nggak pinter nggak mungkin lah diterima jadi suami hehe."


2. Suamimu pegawai negeri dong?

Banyak yang mengira kalau pegawai kereta api adalah Pegawai Negeri Sipil alias PNS, padahal sebenarnya bukan PNS melainkan masuk ke dalam Pegawai BUMN. Singkatnya, kalau pegawai BUMN itu digaji oleh tempat ia bekerja namun perusahaan tersebut mendapat anggaran dari Pemerintah dan provitnya berapa persen untuk Pemerintah, sedangkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) digaji oleh Pemerintah.

Dan setelah kamu capek menjelaskan, mereka lalu berkomentar:


"Tapi sama-sama dapet pensiunan kan?"



"Iya sih kalau itu.."


3. Pegawai kereta api gajinya gede kan?

Setelah tau bahwa pegawai kereta api bukan PNS melainkan Pegawai BUMN, muncullah pertanyaan baru:


"Pegawai BUMN? Wah Gajinya gede dong, lebih gede dari PNS. Kemaren tetangga aku yang kerja di Pertamina mobilnya baru."


Kamu harus mulai pintar-pintar menjawab mengenai pertanyaan ini. Salah-salah nyebut nominal bisa makin salah paham.


"Salary tiap orang berbeda, tergantung masa pengabdian dan posisinya, nggak bisa dipukul rata gaji pegawai BUMN lebih besar dari PNS. Masalah mobil baru kan kita nggak tau itu belinya cash atau credit?"


Lalu temanmu menjawab:


"Tapi banyak tunjangannya kan?"



"Alhamdulillah, rejeki dari Allah"


Walau bagaimana pun uang adalah hal yang sensitif, apalagi ini menyangkut jumlah gaji suamimu. Keuangan rumah tanggamu adalah urusan pribadi, hanya kamu dan suamimu yang tau.

4. Kemana-mana bisa naik kereta, kan gratis!


"Enak ya jadi istri pegawai kereta api kemana-mana bisa naik kereta api, kan gratis.."


Pertanyaan ini yang sering dilontarkan oleh orang-orang di sekitarmu.


"Hmm…. disangka kereta api ojek berbasis online, bisa minta jemput dan anter kemana aja? Kereta api itu punya jadwal dan rutenya sendiri. Gratis? Dikira kereta api punya nenek moyang? Bayar lah.."


Rasanya ingin sekali menjawab dengan kalimat di atas, tapi yang terucap adalah:


"Tetap bayar, tapi dapet hak reduksi, semacam diskon gitu. Untuk istri kena 50% dari harga tiket yang harus dibayar."


Ingat! sebagai istri seorang pegawai kamu harus menjaga nama baik suamimu, minimal melalui sikap, perilaku, dan ucapanmu.

5. Pasti waktu prewed di rel atau di lokomotif


"Pasti waktu prewedding suamimu pake seragam KAI terus lokasinya di rel kalau nggak di lokomotif ya?"


Pertanyaan macam apalagi ini? pasti itu yang terlintas di benakmu ketika mendengar hal tersebut. Padahal nggak semua pegawai kereta api melakukan prewed dengan tema tersebut lho. Ada juga yang temanya berkebun, traveling, kemah, dan lain – lain. Nggak selalu tentang kereta api.

Jawab aja sesuai dengan tema yang kamu pakai saat prewed dulu, tidak perlu emosi dan kesal saat mendapat pertanyaan demikian.


"Nggak kok, waktu itu prewed temanya camping di gunung, di gunung kan nggak ada kereta api."


Walau banyak pertanyaan nyleneh yang kamu terima, anggaplah sebagai salah satu hal yang menyenangkan, dengan begitu kamu akan dengan mudah menjawabnya. Misalnya sebagai ujian agar kamu bisa berpikir lebih bijaksana untuk menangani hal tersebut.