5 Tahap Sedih Harus #DiRumahAja, Semoga Kamu Cepat Bisa Menerima Keadaan, Yah!

Buat kamu yang merasa sedih melulu di rumah, mungkin kamu lagi di fase ini~

Momen #DiRumahAja, atau social distancing menjadi salah satu cara untuk menekan curva penularan virus Corona yang konon tidak mengenal bulu ini. Gak peduli bulu hitam (anak muda), putih (orang tua), pirang (beragam SARA), atau botak (tebak siapa hayoo). Walaupun disuruh diam di rumah gak kemana-mana memang menjadi surga bagi beberapa orang, yang konon dikategorikan sebagai introvert. Tapi bagi mereka yang extrovert, yang selama ini jarang di rumah? Mungkin sedih.

Nah, buat kamu yang merasa sedih karena di rumah melulu, yuk cek dimana posisimu dari 5 tahap kesedihan ini

Advertisement

1. Penyangkalan (denial)

Penyangkalan (denial)

Penyangkalan (denial) via https://pexels.com

Tahap pertama adalah tahap pura-pura gak tahu, bahkan tidak mau mengakui sesuatu sedang terjadi. Pada tahap ini, biasanya teman-teman masih gak percaya negara +62 benar-benar sudah diserang negara api virus corona. Beberapa bahkan masih pura-pura gak sadar kalau siapa saja bisa menjadi pembawa virus dan terjangkit.

2. Marah (anger)

Marah (anger)

Marah (anger) via https://www.pexels.com

Kalau penyangkalan adalah cara otak kita untuk melindungi diri, marah adalah saat kita melampiaskan emosi yang muncul. Mulai dari marah-marah di media sosial kepada pemerintah karena dianggap telat tanggap, marah kepada si pembawa virus (yang entah siapa), sampai marah-marah karena disuruh rebahan.
  

Advertisement

3. Menawar (bargaining)

Menawar (bargaining)

Menawar (bargaining) via https://www.wnpr.org

Lalu teman-teman akan sampai pada tahap berikutnya, tawar-menawar. Coba kalau kita lebih cepat tanggap, coba kalau punya mesin waktu doraemon biar bisa tahu akan begini jadinya, dan lain-lain. Tenang-tenang, ini bukan halu. Hanya mulai-mulai move on dengan keadaan.

4. Depresi (depression)

Depresi (depression)

Depresi (depression) via https://www.pexels.com

Kalau di 3 tahapan terdahulu kita terus-menerus melawan emosi negatif, di tahap ini, akhirnya kita lelah dan mencoba menerima emosi tersebut. Mulai dari bosan akibat melihat dinding rumah full 24 jam per hari, pegal rebahan melulu, bertahan tidak kumpul-kumpul, dan sebagainya.

5. Penerimaan (acceptance)

Advertisement
Penerimaan (acceptance)

Penerimaan (acceptance) via https://www.bphope.com

Kemudian pada akhirnya kamu sadar, penyebaran virus jahat ini bisa berhenti oleh kamu, dari kamu, dan untuk kamu. Daripada protes dan memaksa untuk keluar melulu, akhirnya kamu ikhlas memilih rebahan di rumah sambil nangkap ayam dan sapi online.

Nah, teman-teman #dirumahaja sudah sampai tahapan mana nih sekarang?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Spilling irregular ideas through words

CLOSE