Kita saat ini tengah berada di zaman milenial dimana pada zaman ini semuanya telah modern, mulai dari teknologi, peradaban, bahkan perilaku manusia pun ikut terkena modernisasi. Sangat disayangkan ketika anak-anak yang lahir di zaman milenial ini banyak yang terkena imbas dari modernisasi. Saat ini, banyak beredar kata Kids Zaman Now yang merujuk pada kelakuan buruk anak zaman sekarang. Lantas, benarkah kids zaman now menunjukkan bahwa generasi milenial identik dengan kelakuan buruk? Apa sih yang menyebabkan itu terjadi?

1. Orangtua yang nggak kasih perhatian

Parent Nowadays

Parent Nowadays via https://uprint.id

Faktor pertama tentunya disebabkan oleh orangtua. Perilaku anak menggambarkan pola asuh orang tua. Zaman sekarang banyak orang tua yang terlalu sibuk bekerja demi menafkahi anak, tapi tidak mau melihat atau mengetahui perkembangan anak. Hal inilah yang menjadi awal dari kemunculan faktor-faktor lain yang menyebabkan kelakuan anak semakin buruk.

2. Imbas dari modernisasi

People Nowadays

People Nowadays via http://www.panjimas.com

Di zaman milenial ini, semuanya serba modern dan berbau teknologi. Semuanya serba mudah dan instan sehingga menyebabkan anak zaman milenial menjadi malas dalam segala hal. Selain itu, modernisasi menyebabkan semua hal yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh anak menjadi sangat terbuka dan menjadi faktor pendukung selanjutnya dari rusaknya generasi masa kini.

3. Pergaulan yang salah

Student zaman now

Student zaman now via https://i.ytimg.com

Advertisement

Salah pergaulan tentunya menjadi faktor yang sangat mendukung bagi rusaknya kelakuan anak zaman sekarang. Bisa jadi ini merupakan imbas dari faktor di atas yang menyebabkan para anak-anak yang senasib membentuk suatu golongan yang pada akhirnya meresahkan masyarakat.

4. Pendidikan sekolah yang tidak tegas

Salah dapat hukuman ringan

Salah dapat hukuman ringan via https://obs.line-scdn.net

Pola pendidikan zaman dahulu dan zaman sekarang sangatlah berbeda dalam segala hal, terutama soal hukuman. Zaman dahulu para guru menghukum murid dengan sangat keras dan orangtua pun tidak ada yang protes dan menyebabkan kelakuan generasi terdahulu masih dalam kondisi baik. Bandingkan dengan sekarang, hukuman paling berat yang diterima siswa mungkin hanya push up atau dihukum di depan kelas. Itu pun para orang tua protes. Hal inilah yang menyebabkan anak zaman sekarang cenderung tidak menghormati guru dan bermanja-manja atau bermalas-malasan.

5. Menghamba pada istilah, "nakal itu keren"


Jangan harap dianggap keren kalau nggak ngerokok


Advertisement

Anak generasi milenial sangatlah mudah dibodohi dengan kata-kata semacam itu. Mindset mereka menganggap bahwa dengan nakal mereka akan dibilang keren. Padahal nakal justru akan membunuh mereka. Mulai dari merokok, narkoba, hingga seks bebas justru akan merusak kesehatan mereka sendiri dan bisa berujung pada kematian.

6. Atau, "Ah, mumpung masih muda!"


Mumpung usianya masih panjang, kenapa nggak dibuat senang-senang aja?


Siapa yang akan menjamin bahwa manusia bisa berumur panjang? Tidak ada kan? Para remaja telah berubah mindset-nya dengan kata-kata tersebut. Mereka menganggap bahwa masa muda harus dihabiskan dengan bersenang-senang. Padahal, kehidupan setelah lulus jauh lebih berat dan mereka justru tidak memikirkannya.

Itulah beberapa penyebab dari fenomena kids zaman now yang sedang hits saat ini, tidak ada asap kalau tidak ada api. Yuk mari bersama-sama membantu agar anak-anak Indonesia mampu menjadi generasi yang cemerlang di masa depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya