Saya terpaksa membuat kamu sedikit bingung karena sebuah teamwork adalah sumber kebingungan.  Lalu mengapa kita mau pusing-pusing membahas masalah teamwork ini ?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada mas Soichiro dan mas Fujisawa, yang telah berulang - kali menginspirasi saya tentang makna teamwork . Bravo !

 

1. HONDA Tech and FUJISAWA Trading Co.

Banyak orang tahu Soichiro Honda adalah pendiri HONDA Motor Company. Mereka tidak salah, hanya kurang lengkap, lagipula nama perusahaan yang benar adalah HONDA Tech and FUJISAWA Trading Co.

Soichiro Honda adalah anak dari seorang pandai besi di sebuah desa bernama Komei (sekarang Tenryu City) di distrik Iwata yang merupakan bagian dari prefektur Shizuoka. Setelah lulus dari Futumata Ordinary dan Higher Elementary School tahun 1922, Soichiro dibawa ke Tokyo oleh ayahnya, Gihei, bekerja magang di sebuah bengkel mobil bernama Art Shokai.

Advertisement

“Jangan kembali ke Tenryu sampai kau bisa punya waralaba Art Shokai untuk dirimu sendiri.” Kata Gihei.

Karena omongan ayahnya ini, Soichiro, yang masih berusia 15 tahun kala itu, bekerja keras selama 6 tahun ke depan. Setelah menambahkan satu tahun pengabdian sebagai tanda terima kasih kepada majikannya.

2. Inspirasi dari Sang Maestro

Takeo Fujisawa, sebaliknya adalah orang Tokyo asli, lahir dan besar di kawasan Koishikawa. Setelah lulus dari sekolah menengah, Fujisawa hidup enak, dan mampu membayar semua kebutuhannya dari berbagai tugas kantoran, seperti mengopi dokumen dan sejenisnya. Tahun 1934, Fujisawa mulai kerja magang di Mitsuwa Shokai, sebuah perusahaan ritel kecil yang hanya terdiri dari 10 orang karyawan yang berbisnis baja.

3. Teknik bisnis yang tidak lazim justru membuat mereka begitu unik

Konsultan bisnis via http://konsultan-bisnis.com

Advertisement

Pada bulan Agustus 1949 di Tokyo, Fujisawa dan Soichiro bertemu untuk pertama kalinya.
“Sistem transportasi mungkin berubah bentuk, tetapi tidak akan pernah hilang,” kata Soichiro kepada Fujisawa. “Jika kita sepakat bermitra, saya orang teknis dan saya tidak ingin anda ikut campur dengan keputusan tentang apa yang dibuat perusahaan. Dan saya tidak akan ikut campur tentang urusan uang. Itu adalah tanggungjawabmu sepenuhnya.”

Dan sejak itu, Soichiro dan Fujisawa berjanji untuk tidak saling ikut campur tentang wilayah kekuasaan mereka masing-masing. Fujisawa menghormati kejeniusan teknik Soichiro, sedangkan Soichiro menerima strategi finansial berani yang dilakukan Fujisawa. Soichiro berusia 42 tahun, sedangkan Fujisawa 38. Kesepakatan terjadi hari itu dan Fujisawa bergabung dengan Honda.

4. Kemitraan antara dua karakter yang berbeda

Hal yang unik dari Soichiro dan Fujisawa adalah mereka tidak pernah bekerja dalam satu ruangan yang sama. Pada awal pendirian Honda Tech. & Fujisawa Trading Company, Soichiro memproduksi mesin di Hamamatsu bersama 46 karyawannya. Sementara Fujisawa membuka kantor perusahaan di Tokyo.

Bagi banyak orang, bahkan saya sendiripun takjub dengan sistem kerjasama ini. Bagaimana mungkin dua orang yang jarang bertemu bisa mendirikan perusahaan internasional yang masih berdiri hingga saat ini. Bukan hanya bertahan, tetapi menjadi pemain industri otomotif dunia yang patut diperhitungkan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi sebuah kemitraan (kongsi), tetapi saya yakin kalau TUJUAN adalah faktor terpenting. Tujuan Soichiro adalah membuat sepeda motor, sementara tujuan Fujisawa adalah mewujudkan mimpi Soichiro. Mereka memang tidak pernah bertemu, tetapi memiliki kesamaan tujuan dan kebulatan tekad untuk mencapai target mereka. Walupun jarang bertemu dan berkomunikasi, hati mereka telah menyatu. Apapun yang mereka lakukan, walaupun dikerjakan dengan cara yang berbeda, tujuan mereka sama ! Mereka menggabungkan kemampuan unik mereka demi tercapainya tujuan tersebut.

5. Meramu lakon yang berbeda

Soichiro dalah seorang pria berperawakan kecil dengan rambut yang mulai menipis. Sedangkan Fujisawa, bertubuh tinggi kekar dan berambut gondrong. Teman-teman sekelas Soichiro meledeknya “musang berhidung hitam” karena lincah dan hidungnya yang sering hitam terkena arang. Dia sama sekali tidak suka apa pun yang berbau atletik. Soichiro adalah sosok yang suka berterus terang, bergaul, dan terbuka. Kalimat-kalimat tangkas keluar dari mulutnya bak peluru senapan mesin. Betapapun kasar ucapannya, para pendengarnya sepertinya tidak tersinggung. Anehnya, dia juga pemalu, mungkin bukan secara alami, tetapi disebabkan oleh hidupnya yang harus mandiri sejak kecil dan mengalami banyak pengalaman pahit ketika beranjak dewasa.

Sebaliknya, Fujisawa yang bangga menjadi seorang pengusaha, adalah sosok yang sangat teliti dan pemikir logis, yang mengumbar citra sebagai orang yang sulit diajak berbicara. Dia menghindarkan diri dari perhatian publik.

Kalau Fujisawa hanya mendukung Soichiro, Honda akan bernasib lain. Pada akhirnya, kelihaian Soichiro dan Fujisawa meramu kedua lakon merekalah yang memunculkan keajaiban Honda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya