Dikhianati? Diselingkuhi? Dibohongi?

Putus Cinta tidak selamanya berarti bencana. terkadang, putus cinta adalah berkah yang tersembunyi. Jika kita hanya memaknainya sebagai sebuah bencana, maka yang tersisa hanyalah dendam, kebencian dan luka yang mendalam. Jika kita bisa memaknainya sebagai sebuah berkah, maka hadiah yang kita dapat adalah kedewasaan dan peningkatan kualitas diri.

Ingin memakai kacamata bencana ataupun berkah, setiap orang bebas menentukan pilihannya. Bagi kamu yang ingin mengubah bencana menjadi berkah, ada baiknya memperhatikan hal-hal ini.

1. Do: Menangis, Merenung Sejenak, dan Introspeksi Diri

Menangis

Apapun gender-mu, setelah putus cinta, jika ingin menangis, menangislah. lupakan sejenak stereotype "cowok yang nangis itu cowok lemah". Cry isn't a crime, right? menurut penelitian, menangis bermanfaat untuk melepaskan hormon stres. menangis pun dapat mengurangi kandungan mangan/magnesium dalam tubuh, kadar mangan yang tinggi dapat menyebabkan kegelisahan. maka tidak heran jika setelah menangis, ada perasaan sedikit lebih lega.

Merenung dan Introspeksi Diri

jangan hanya menangis, selain melibatkan hati, otak pun perlu dilibatkan. kamu perlu berpikir. Tidak ada salahnya sesaat menengok kebelakang, merenungi apa yang telah terjadi. Menengok kebelakang memang akan membuatmu sedih, namun itu berguna agar kedepannya kamu tidak mengulang kesalahan yang sama.

Introspeksi diri adalah hal yang tersulit. melihat kesalahan orang lain itu mudah, sangat sangat mudah. Namun melihat kesalahan diri sendiri? tidak semua orang berani untuk berkaca dan melihat parasnya yang buruk. langkah awal untuk introspeksi diri adalah memahami diri sendiri. Sebelum menilai kepribadian orang lain, pahami dulu kepribadian mu sendiri seperti apa.

Advertisement

Salah satu cara untuk memahami diri sendiri, dapat dimulai dengan mempelajari psikologi, tidak perlu mempelajari teori yang rumit, untuk memahami kepribadianmu, mencoba psikotes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dapat menjadi pilihan. Tes semacam ini tidak sulit untuk di temukan, banyak di website-website psikologi. Setelah kamu mendapatkan hasilnya, bacalah bagian kelebihan dan kekurangan dari tipe kepribadian yang kamu miliki. Jangan kaget jika setelah membacanya kamu serasa "ditampar".

Setelah kamu memahami diri sendiri, barulah kamu boleh melihat seperti apa sih tipe kepribadian mantan pasangan kamu. Meskipun kamu dan dia sudah lama berpacaran, hal itu tidak menjamin kamu telah benar-benar mengerti dirinya. Jangan terlalu yakin dengan asumsimu terhadap dirinya, bisa saja kamu keliru.

Setelah kamu telah memahami kepribadian dirimu sendiri dan memahami kepribadian dirinya. pasti kata-kata seperti ini yang terbersit dalam benak mu "ternyata selama ini gue belum benar-benar mengerti drinya ya", "ternyata kekurangan gue banyak ya", "ternyata selama ini gue sering nyakitin dia tapi gue gak sadar" "ternyata gue ga selamanya benar ya" "ternyata menjalin hubungan gak cukup cuma modal cinta harus mau belajar memahami satu sama lain" "ooh jadi hal ini yang ngebuat gue dan dia sering salah paham".