Tentang kita yang tak sama.Tentang kita yang egois untuk melihat kenyataan.Kamu adalah ujian dalam hidupku.

1. Jika saja Tuhanmu dan Tuhanku itu sama.Jika saja Alquran dan Injil itu satu.

Jika Alquran dan Injil Itu Satu via http://www.google.com

Mungkin kita tak akan melewati kesulitan yang tak henti ini.Aku tak pernah membayangkan akhir dari perjuangan kita.Berada disisimu adalah hal ternyaman yang pernah kurasa.Bersamamu aku menjadi wanita paling dihargai.

Siapa yang bisa menduga kita bisa sejauh ini.Kamu dan Aku bocah ingusan yang masih polos.Masih berstatus pelajar menengah pertama kala itu.Tak pernah satu sekolah.Namun kita bertemu dan tumbuh di panggung teater.Kegiatan yang mempertemukan kita.Sebuah hobby yang menjadi ambisiku untuk bertemu denganmu.Pentas yang membuatku semakin mengenalmu.Kita bukanlah pasangan teater yang selalu mampu melakoni segala karakter dengan baik.Siapa sangka cerita diatas panggung teater menjadi melodrama yang harus kita lewati bertahun-tahun.

Sikap jutek dan masa bodoh yang selalu kupertunjukan seperti pelengkap dengan dirimu yang pendiam ,sok cuek dan humoris.Sebuah kombinasi sikap yang baru kusadari setelah lama bersamamu.Siapa sangka hubungan “adik-kakak” yang tadinya biasa-biasanya bertransformasi menjadi kisah cinta yang dramatis saat rasa itu berbeda.Saat perbedaan tak menyurutkan kita untuk bersama sebagai kekasih.

2. Tuhan jika Kau tak mengizinkan aku dan dia bersanding layaknya pasangan yang halal,setidaknya izinkan aku untuk berada didekatnya lebih lama.

Advertisement

Tak pernah terpikir oleh kita hubungan terlarang ini bisa bertahan begitu lama.Aku sudah begitu nyaman disampingmu.Melewati setiap ‘tekanan’ dari mereka yang membenci hubungan ini.Terimakasih selalu berjuang bersama selama bertahun-tahun melewati setiap penolakan yang kita terima.Kamu..laki-laki yang mampu membuatku jatuh cinta kepadamu setiap hari.Terimakasih telah mengajariku banyak hal.Mengajariku arti sebuah kesederhanaan.Mengajariku artinya bersyukur atas apa yang kumiliki.

Tuhan..beri aku waktu sedikit lebih lama lagi bersama dia.Aku tak akan mengingkari akidah-ku hanya demi cinta.

3. Ibu..Inilah lelaki yang sering kau tanyakan.Maaf sangat terlambat memperkenalkannya padamu.Maaf telah merahasiakannya.Semua karena kami…….

Terlalu lama menyembunyikan dia darimu Ibu.Aku tak punya nyali untuk mempertemukannya denganmu.Meski dia sering mendesak ingin memperkenalkan diri sebagai kekasih putrimu.Karena aku tahu kau akan menolak dan melarangku bertemu dengannya.Dengan sisa keberanianku,Ibu inilah lelaki yang mampu meruntuhkan tembok pertahananku.Lelaki yang membuatku tak mampu untuk kelain hati.Lelaki yang tujuh tahun menemaniku.Yang tergantung dilehernya adalah salib bukan tasbih seperti yang kau bayangkan.Iya ibu Tuhan kami berbeda..Cukup bu jangan meceramahiku.Aku sudah tertekan selama ini.Aku tahu salahku.

Namun aku tak mampu melepasnya ibu.Kumohon mengertilah.Kumohon beri aku waktu untuk memikirkannya.Ku mohon.

4. Saat kejujuran menjadi bumerang.Barisan ‘penolakan’ kian merapat.Masih mampukah kita berjalan beriringan ?

perbedaan via http://www.google.com

Saat kau meyakinkanku untuk tak menyembunyikan lagi semuanya.Saat kau memintaku untuk berani mengungkapkannya..Aku tak tenang.Kita sama tahu resiko dari kejujuran ini.Kau bilang ‘Jangan menyesali’.Aku tidak menyesali segala tindakan yang kita pilih.Aku tidak memaki waktu yang mempertemukan kita.Tidak pula menyalahkan Tuhan yang menciptakan kita berbeda.Kita diciptakan Tuhan oleh cinta.Lalu kenapa kita tak boleh saling mencinta ?

Cinta ini melumpuhkan logika.Atau mata dan hatiku yang tertutup olehmu.Aku tak peduli sebanyak apapun yang membenciku.Selagi kamu bersamaku.Aku akan bertahan melewati jalan terjal demi restu.Aku tak akan melepasmu.Kamu tetap menggenggam erat tanganku bukan ?

5. Bagaimana jadinya jika kamu yang melepasku ?Memaksa dengan tega pergi dari sisimu.

Aku tak mengerti yang kau pikirkan.Bagaimana bisa pada akhirnya kamulah yang pergi melepasku.Bagaimana bisa kamu orang yang pertama yang menyerah pada hubungan ini.Laki-laki yang sangat kuperjuangkan kamu terlalu jahat untuk tidak menghargai proses yang kita lewati.Atau aku yang selama ini terlalu egois ?

Kamu telah menusuk sembilu yang sangat tajam dijantung hatiku.Sakit sekali.Aku tidak bisa untuk tidak menangis seperti katamu.Sulit untuk kuterima.Aku tidak bisa menerima alasanmu.Bagaimana bisa kau menyerah kita bahkan belum ‘berperang habis-habisan’.Amunisiku masih cukup untuk bertahan.Aku baik-baik saja.Percayalah

6. Aku bohong.Aku tidak sekuat yang kubayangkan.Aku tidak baik-baik saja.Aku pun lelah.

Kamu seperti ‘cenayang’ mampu membaca pikiranku.Kamu benar dimataku tergambar dengan jelas aku pun ingin menyerah.Namun aku membohongi diri kalau aku bisa bertahan lebih lama lagi.Dibalik tawa dan canda yang selalu kita pertontonkan ada gelisah yang sulit untuk kita tutupi.

Namun tangisku bukan sebuah kebohongan.Aku sungguh meratapi akhir cerita kita.Bukankah kemarin malam, menjadi malam anniversary kita ketujuh tahun.Kau terlalu lama menemaniku.Butuh waktu lama bagiku untuk bisa melepasmu dengan ikhlas. Sayang..izinkan aku mengantarmu pergi esok hari.Anggap saja sebagai salam perpisahan kita untuk terakhir kalinya.Dan jangan pinta aku untuk tak menangis.Aku tak bisa.

7. Tuhan..pada akhirnya aku memilihmu.Aku terpaksa melepasnya meski hatiku belum sepenuhnya rela.Aku percaya takdirmu.

SEPTEMBER 2015

Tidak pernah terlintas tempat bernama Bandara menjadi tempat bersejarah untukku ,tempat terakhir aku melihatmu,memelukmu dan menciummu. Tak ada yang menghiraukan sepasang kekasih yang saling melepas kata perpisahan ini.Saat pipiku basah dengan airmata.Saat kau peluk aku dengan erat.Ini bukan keputusan yang ikhlas kita pilih.Ini pilihan terakhir karena kita tak mampu meruntuhkan tembok penghalang bernama keyakinan.Kita masih saling menyayangi namun kita tidak bisa mengingkari takdir yang ditentukan Tuhan.Kamu pergilah.Temui dan wujudkan ambisimu.Aku datang untuk mengantarmu terakhir kalinya.

Ku biarkan sedih ini berlalu dengan sendiri.Biarlah waktu yang membunuhnya meski perlu waktu yang panjang.Untuk kamu cinta pertamaku yang telah menemani tujuh tahun lalu.Kamu memiliki ruang tersendiri dihati kecilku.Tuhan aku titip doa untuk dia dan diriku,semoga Kau beri kami pendamping yang Kau restui.