#WisataFilipina-Liburan Ke Filipina, Ini 8 Destinasi Halal yang Wajib Dikunjuungi.

Kota-kota muslim di Filipina yang menyajikan berbagai keunikan

Berlibur ke Filipina bisa menjadi pilihan alternatif apabila bosan melancong di dalam negeri. Untuk turis asal Indonesia yang Muslim, tidak perlu lagi bingung ketika liburan ke Filipina. Karena wisata halal telah berkembang di sana.

Sudah tersedia banyak masjid dan beberapa tempat dan restoran yang bersertifikat halal untuk menarik turis Muslim. Karenanya, Anda tak perlu khawatir jika ingin mengeksplore wisata halal di Filipina.

Advertisement

1. Davao City

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

Davao City atau Kota Davao merupakan kota terbesar dan ibu kota utama di Pulau Mindanao. Mindanao atau Maluku Besar adalah pulau terbesar kedua di Filipina dan salah satu dari tiga kelompok pulau utama bersama dengan Luzon dan Visayas.

Menurut survei agama nasional, sekitar 5.6% penduduk Filipina adalah Muslim, menjadikan Islam agama terbesar kedua di negara tersebut. Kebanyakan Muslim tinggal di bagian Mindanao, Palawan, dan Kepulauan Sulu yakni sebuah wilayah yang dikenal sebagai wilayah Bangsamoro atau Moro.

Advertisement

Jika Anda berkunjung ke Kota Davao, setidaknya ada 15 tempat ramah Muslim yang bisa Anda kunjungi yang telah diidentifikasi di Kota Davao :

1. Coffee for Peace in Ecoland

Advertisement

2. Nanay Rebecca’s Halal Barbeque near Davao International Airport

3. Halal House Davao

4. Al Sultan Restaurant in Abreeza Mall

5. Tinhat Boutique Hotel and Restaurant in Artiaga St.

6. Tambilawan Restaurant in Ecoland

7. Kabsa House in Padre Gomez Street

8. El Bajada Hotel in JP Laurel Avenue

9. Sunny Point Hotel

10. Aliments Makkhan

11. Haya’s Place in Tulip Drive 

12. Tatang’s Halo-Halo in Jacinto Extension

13. Chili Park in Ecoland

14. Naj’s Pasalubong at Davao International Airport

15. Dani’s Palace Shawarma and Grill in Ponciano Bangoy Street

Zuhairah A. Abas, tokoh utama Halal DOT-Davao Region, mengatakan perusahaan ini adalah mereka yang telah mendapatkan sertifikasi Halal, menyajikan makanan non-babi pada menu mereka, atau dimiliki oleh seorang Muslim.

Enam dari 15 di antaranya bersertifikat Halal, yaitu Restoran Al Sultan, Tinhat Boutique Hotel and Restaurant, Tambilawan Restaurant, dapur El Bajada Hotel dan Sunny Point Hotel, dan Alimens Makkhan.

Sebagian besar dari mereka baru saja memperbarui sertifikasi. Abas mengatakan lebih banyak perusahaan didorong untuk menjadi ramah Muslim setelah mereka meluncurkan Open House Hariraya Halal di Kota Tagum pada tahun 2019.

Acara itu diikuti oleh operator tur, bisnis, agen pemerintah, sektor keagamaan dan akademisi dari seluruh wilayah Davao. Open House berusaha mendidik berbagai pemangku kepentingan tentang Halal dan membuat paket wisata ramah Muslim oleh Asosiasi Operator Tur Davao (Dato).

“Kita perlu melibatkan kota atau kotamadya karena merekalah yang membuat peraturan dan mengeluarkan izin usaha, sehingga mereka juga harus memahami. Saat ini di Kota Davao, Alhamdullilah, kami memiliki banyak tempat yang ramah Muslim,” ungkap Abas.

Dia menambahkan sektor lain juga dipengaruhi untuk menjadi halal seperti pengiriman makanan dan cokelat.

“Sangat penting untuk mengetahui pasar lokal dan menawarkan tagaganda yang ramah bagi Muslim di kota ini,” ujarnya.

Selain dikenal sebagai kota (Halal),Ini 5 Fakta tentang kota Davao :

1.Meskipun Filipina dikenal sebagai negara topan lantaran setiap tahun setidaknya 20 jenis topan menyerang wilayah di Asia Tenggara tersebut, Davao dikenal sebagai satu-satunya wilayah di Filipina yang bebas topan. Inilah yang membuat warga setempat sangat menyukai kegiatan outdoor karena cuaca di sana terbilang cukup stabil.

2.Air di Kota Davao merupakan yang terbersih di dunia dan ini telah disertifikasi oleh WHO. Hasil pengujian WHO menunjukkan kualitas air di Kota Davao merupakan yang terbaik di dunia. 

3.Davao adalah kota multikultural dan kosmopolitan. Di kota ini terdapat 10 suku asli yang hidup damai berdampingan dengan kaum pendatang baik itu yang berasal dari Filipina maupun dari luar negeri. Banyak para pendatang ini jatuh cinta dengan keramahan dan keterbukaan warga Davao sehingga akhirnya memilih menetap dan mengadopsi gaya hidup orang Davao yang juga sering disebut sebagai Dabawenyo itu. Tidak heran, sebagai salah satu melting pot, Davao pun menawarkan beragam cita rasa kuliner. Mulai dari masakan Timur Tengah sampai Eropa, mudah dijumpai di Davao. Bahkan jika Anda berkunjung ke sana, Anda bis a menyicipi kebab super enak di salah satu restauran Timur Tengah milik milik warga keturunan Iran yang kini sudah menjadi penduduk tetap Davao.

4.Seperti disinggung sebelumnya, Davao juga adalah salah satu kota teraman dunia. Soal ini sudah penulis buktikan saat berkunjung ke kota tersebut. Saat penulis terpaksa harus pulang malam (pukul 22.00) selepas menonton Kadayawan Festival di People's Park, tidak ada perasaan khawatir saat harus berjalan sendirian untuk mencari taksi menuju penginapan. Berdasarkan data, tingkat kriminal di Davao termasuk per bulannya termasuk rendah di Asia, dengan nilai rata-rata 0,8 untuk 10.000 orang. Polisi di sana memang cukup rajin berpatroli sehingga ini bisa jadi membuat angka kejahatan di kota itu sangat rendah. Tidak heran, Kepolisian Davao pun kerap kali terpilih sebagai yang terbaik di tingkat nasional.

5.Kota Davao adalah kota bebas asap rokok. Setidaknya di kota ini, penduduknya sangat patuh dengan aturan larangan merokok di tempat umum. Soal ini sudah penulis buktikan. Selama berlibur di sana, saya tidak pernah menyaksikan orang merokok di mall, taman, restauran, dan juga angkutan umum. Warga Davao memang dikenal sebagai pionir gerakan anti-rokok yang akhirnya melahirkan UU Anti-Rokok di tingkat nasional

Tempat tersebut terkenal sebagai “King of Philippine Peaks” dengan ketinggian 3.114 meter di atas permukaan laut.Anda juga bisa mampir menuju Omar Mosque Toril Islamic Center untuk memanjatkan doa. Selain itu ada Ecoland Mosque, Pusat Islam Kota Davao dan Yayasan Islam Mercy yang lebih mudah diakses di pusat kota.

2. Zamboanga

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

Zamboanga adalah destinasi wisata halal yang harus kalian kunjungi saat berlibur ke Filipina. Selain pantai, destinasi ini memiliki beberapa masjid unik, misalnya Taluksangay Mosque dan Santa Barbara Mosque. 

Sementara itu, terdapat lebih dari 336 ribu Muslim yang tinggal di Zamboanga. Karenanya, destinasi ini menyediakan makanan halal yang berlimpah.

Dewan Kota Zamboanga di Filipina, baru-baru ini menyetujui pembentukan sebuah dewan lintas iman yang bertujuan untuk mendorong kebijakan yang lebih pluralistik. Salah satu anggota dewan tersebut adalah Gerakan Dialog Silsilah, sebuah kelompok utama yang mempromosikan kerukunan di kota Zamboanga.

Di Desa Harmoni, yang terletak 10 kilometer dari Kota Zamboanga, terletak di perbukitan rendah dan dan areal hutan dengan luas desa 14 hektar. Di desa itu banyak ditemui rumah ibadah untuk umat Kristen dan Muslim, dan di desa inilah Gerakan Dialog Silsilah berawal.

Nama Silsilah berasal dari Bahasa Arab yang berarti rantai, sebuah kata yang dipilih karena dapat merepresentasikan kepercayaan kelompok-kelompok Muslim, Kristen dan penganut berbagai kepercayaan adalah satu keluarga. 

Gerakan ini didirikan seorang Misionaris Italia bernama Pastor Sebastiano D’Ambra pada 1984. Pastor Sebastiano pada awalnya mengamati kehidupan orang Muslim, Kristen dan juga penduduk asli di sini, yang tidak terlalu sering berdialog. Pastor Sebastiano bertindak menjadi penengah dan jembatan antara Muslim dan Kristen.

Pada 2000, ketika Presiden Filipina Joseph Estrada menyatakan ‘perang’ melawan Pemberontak Muslim Moro di Mindanao. Gerakan Dialog Silsilah menanggapi dengan Inisiatif Rantai Harmoni, di mana semua anggota lintas iman berdoa untuk perdamaian. Hasilnya, semakin banyak orang yang menjalani hidup mereka dalam damai.

Desa Harmoni adalah gagasan kelompok ini yang dimulai pada 1999. Ustad Garson Hamja yang berusia 37 tahun adalah salah satu guru yang aktif mengajarkan hidup rukun. “Kami adalah tahanan dari masa lalu, di mana kami diajarkan bahwa orang Kristen datang untuk memurtadkan Muslim.

Ketika ibu saya bergabung dengan Gerakan Dialog Silsilah, dia menginspirasi saya untuk menjadi seorang Muslim yang lebih baik. Karena ibu saya bersikap lebih baik pada tetangga Kristen kami,” demikian kesaksian Garson.

Kota Zamboanga menjadi pusat konflik antara militer dan Front Pembebasan Nasional Moro, sebuah kelompok Muslim pemberontak, selama lebih dari empat dekade. Pada September 2013, pemberontak menyerang dan memproklamirkan kemerdekaan di Kota Zamboanga. Perang ini menewaskan lebih dari 200 orang, bangunan dibakar dan banyak dari mereka yang meninggalkan kota itu.

Di antara mereka ada anggota Silsilah bernama Rasma Sappan yang berusia 35 tahun. Rasma Sappan menceritakan, “Saya juga melarikan diri dari perang tahun lalu. Tapi kami meneruskan pekerjaan kami untuk mengurus anak yatim yang orang tuanya jadi korban kekerasan. Kami juga membantu masyarakat menyembuhkan trauma mereka setelah krisis Zamboanga.”

Dalam beberapa tahun terakhir, para anggota Gerakan Dialog Silsilah telah membantu proses negosiasi antara pemerintah dan kelompok pemberontak Moro. Upaya mereka telah membantu terwujudnya penandatanganan kesepakatan damai antara kedua pihak.

Saat ini, Gerakan Dialog Silsilah berinsiatif menawarkan program untuk perdamaian di Desa Harmoni. Virginia Montebon juga anggota kelompok itu yang berkata, “kelompok ini membantu orang untuk melanjutkan kehidupan mereka.”

“Di Pusat Padayon, kami tidak membeda-bedakan. Misalnya pada suatu Minggu, seorang pria tak dikenal yang datang dari desa yang jauh, mencari tambahan darah untuk istrinya. Orang-orang menyarankannya untuk datang kepada kami. Kami memberikan surat rujukan ke rumah sakit umum. Pada hari berikutnya, ia mengucapkan terima kasih berkat kami istrinya bisa dirawat.”

Kelompok Gerakan Dialog Silsilah baru-baru ini dianugerahi Penghargaan Perdamaian Goi untuk kontribusinya dalam perdamaian. Tapi Pastor Sebastiano tidak melihat ini sebagai akhir dari perjuangan.

Sebuah slogan yang hidup di tengah komunitas ini, “Mengusahakan perdamaian dengan dialog.” Komunitas juga mendorong adanya satu doa yang disebut Doa Harmoni. Pada 2010, misalnya, PBB mengenalkan Pekan Kerukunan Lintas Iman Dunia, dan berlangsung dengan baik, karena sejalan dengan apa yang dilakukan Gerakan Dialog Silsilah.

Tempat tempat terkenal di Zamboanga :

1. Fort Pilar-Tempat Bersejarah

2. Zamboanga City Hall-Bangunan Arsitektur

3. Metropolitan Cathedral of Immaculate ConceptionpTempat Keagamaan

4. Limpapa Bridge-Jmbatan

5. Plaza PershingeTempat Bersejarah

6. Muti Cogon Hills, Zamboanga City-tempat Menarik & Tengara. Area Indah Pejalan

7. Rio Hondo-Daerah sekitar

8. Parola de Labuan-Tempat Menarik & Tengara. Mercusuar

3. Bukit Bohol

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

Di sini terdapat primata terkecil yang bisa kamu kunjungi di The Philippine Tarsier and Wildlife Sanctuary. Primata terkecil ini hanya memiliki tinggi sekitar 3-6 inci. Yang lebih lucu lagi nih, matanya terlihat lebih besar dibandingkan tubuhnya.

Di Bohol, Filipina, ada Bukit Cokelat yang bila musim kemarau tiba tampak seperti bulatan bonbon cokelat raksasa.Provinsi Bohol, Filipina kini sedang naik daun di kalangan wisatawan. Salah satu objek yang paling menarik perhatian adalah Bukit Cokelat atau Chocolate Hills.

Tempat ini akan memberikan sensasi yang berbeda bila Anda datang dua musim, yaitu kemarau dan hujan.bukit ini bisa memberikan sensasi yang berbeda pada musim yang berlainan. Pada musim hujan, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan bukit berwarna hijau cerah dan cantik. Kontras dengan musim hujan, saat musim kemarau tiba, bukit berubah menjadi warna cokelat dan tampak seperti bulatan-bulatan bonbon cokelat. Yummy!Bukit-bukti cokelat di Bohol tersebut merupakan bukit kapur yang ditutupi oleh rerumputan.

Besar masing-masing bukit berbeda, mulai dari diameter 30-50 meter dengan tinggi mencapai 120 meter.Bukit Cokelat di Bohol dianggap sebagai salah satu keajaiban alam. Ada sekitar 1.268 bukit berbentuk kubah atau kerucut yang tertutup rimbunnya rerumputan di sini. Objek wisata ini telah masuk dalam Geologi Nasional Filipina, dan rencananya akan diusulkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Bukit-bukit cokelat ini bisa Anda temukan di tiga kota di Bohol, yaitu Batuan, Carmen dan Sagbayan. Biasanya, untuk mengunjungi Bohol, pengunjung bisa mengikuti paket wisata yang ditawarkan agen perjalanan.

Tetapi, Anda juga bisa berjalan sendiri.Untuk pengunjung yang tidak memanfaatkan jasa agen perjalanan, bisa memulai perjalanan dari Kota Tagbilaran, lanjut naik bus dari Dao menuju Carmen. Kawasan Bukit Cokelat telah memiliki restoran, tempat menginap, dan juga lokasi untuk melihat ke arah bukit.

Salah satu tempat paling asyik untuk menikmati pemandangan bukit cokelat adalah Kota Sagbayan, sekitar 75 km dari Kota Tagbilaran. Dari sini, Anda bisa dengan jelas kumpulan bukit cokelat. Selain menikmati pemandangan cantik di depan mata, jangan lupa untuk mengabadikannya dalam bentuk foto. Jadi, siapkan kamera terbaik Anda, ya!

4. Cotabato

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

Cotabato adalah kota dinamis penuh warna dengan komunitas Muslim yang sangat besar. Terdapat rumah pelangi di Pedro C*lina Hill atau biasa disebut dengan PC Hill oleh penduduk setempat. Lebih dari seratus rumah dicat dengan warna-warna cerah.

Selain itu, di Cotabato terdapat masjid yang sangat menarik perhatian. Hal ini lantaran bangunannya bernuansa pink, sebab itu dinamakan Pink Mosque atau Masjid Dimaukom. Ada juga Masjid Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang merupakan salah satu masjid terbesar di Filipina berkapasitas 1.300 orang.

Informasi mengenai Filipina ini aku dapatkan di www.wisatafilipina.com. Informasinya sangat beragam, mulai dari tempat wisata, hotel, kuliner, diving, ESL, pilgrimage, sampai muslim-friendly, semuanya ada di sini. Selain isinya lengkap dan terpercaya, website milik PDOT Indonesia ini juga dilengkapi panduan wisata serta berbagai fitur keren dan seru yang membuatku semakin tertarik untuk menjelajah Filipina. Ditambah lagi, ada berbagai kuis berhadiah menarik yang bisa aku ikuti. Tentunya ini sangat mengobati kerinduanku untuk bisa liburan ke Filipina. It’s More Fun in the Philippines!

5. IloIlo

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

Kota Iloilo , secara resmi Kota Iloilo ( Hiligaynon : Syudad / Dakbanwa sang Iloilo ; Tagalog : Lungsod ng Iloilo ), adalah kota kelas satu dengan tingkat urbanisasi tinggi di wilayah Western Visayas di Filipina . Ini adalah ibu kota provinsi Iloilo di mana secara geografis terletak tetapi dalam hal pemerintahan dan administrasi, independen secara politik. Selain itu, ini adalah pusat Wilayah Metropolitan Iloilo-Guimaras , serta pusat regional dan kota primata.dari wilayah Visayas Barat. Pada sensus 2015, Kota Iloilo berpenduduk 447.992 jiwa, dengan laju pertumbuhan tahunan 1,02% penduduk. Untuk wilayah metropolitan, jumlah penduduk adalah 946.146 jiwa.

 

Kota Iloilo merupakan konglomerasi kota-kota bekas, yang kini menjadi distrik geopolitik yang terdiri dari: Villa Arevalo , Iloilo City Proper , Jaro (kota merdeka sebelumnya), La Paz , Mandurriao dan Molo . Distrik Lapuz , bekas bagian dari La Paz, dinyatakan sebagai distrik terpisah pada tahun 2008.

 

Didirikan pada tahun 1566 ketika orang Spanyol mendirikan daerah pemukiman antara kota Oton dan distrik kota La Villa Rica de Arevalo (Villa de Arevalo) saat ini, Kota Iloilo adalah pusat kolonial Spanyol kedua setelah Cebu di kepulauan Filipina. Ini adalah salah satu Kota Kerajaan Spanyol di Filipina di Asia Spanyol bersama dengan Naga dan Manila. Gelar kehormatan kerajaan, “La Muy Leal y Noble Ciudad” (“Kota Paling Setia dan Mulia”) diberikan oleh Ratu Bupati Spanyol, Maria Christina, melalui kesetiaan kota kepada mahkota Spanyol selama revolusi Filipina, kota kedua memiliki nama tersebut di negara setelah Kota Manila di era kolonial Spanyol Filipina.

 

Kota primata kedua Manila pada pergantian abad ke-20 dalam bidang ekonomi, perusahaan komersial asing dan lokal berbaris di sepanjang Calle Real (Escolta Iloilo dan distrik bisnis lama), sebuah stasiun percobaan pertanian yang didirikan di La Paz pada tahun 1888, sekolah seni dan perdagangan yang dibuka pada tahun 1891, dan sistem jaringan telepon yang beroperasi di kota metropolitan pada tahun 1894.

 

Iloilo adalah ibu kota terakhir Kerajaan Spanyol di Asia dan Pasifik sebelum Filipina diserahkan ke Amerika Serikat pada tahun 1898 melalui Perjanjian Paris . 

 

Kota ini merupakan lokasi Katedral Metropolitan Jaro , kedudukan Katolik Roma di Visayas Barat dan Kuil Nasional pertama yang didedikasikan untuk devosi Maria di Visayas dan Mindanao (Kuil Nasional ke-2 setelah yang ada di Cebu); yang Keuskupan Agung Jaro , salah satu keuskupan agung tertua dan terbesar di negara didirikan sebagai paroki di 1587 dan Nuestra Señora de la Candelaria ( Perawan Candelaria ), patung Maria pertama yang dimahkotai secara pribadi tanpa wakil kepausan oleh seorang paus dan santo di Filipina dan Asia (oleh Paus Yohanes Paulus III ). 

 

Kota ini merupakan pusat regional pendidikan, kuliner, agama, kesehatan, pariwisata, budaya, industri dan ekonomi di Western Visayas. Sebuah pusat akademik yang berkembang pesat, Kota Iloilo adalah tempat pertemuan yang menarik mahasiswa asing dan lokal dari berbagai penjuru negeri dan luar negeri. Central Philippine University (CPU), sebuah universitas yang didirikan oleh Protestan Amerika melalui hibah dari John D.Rockefeller sebagai lembaga pendidikan tinggi Baptis pertama dan Amerika kedua di Asia, menarik 14.000 pendaftar dari berbagai bagian Filipina dan dua puluh tujuh negara asing setiap tahun, yang terbesar di wilayah Visayan Barat. [CPU] juga merupakan institusi pertama di kawasan tersebut yang diperingkat sebagai salah satu universitas top dan terbaik di Asia dan global oleh Quacquarelli Symonds , salah satu dari dua lembaga pemeringkat universitas dunia terbesar setelah Times Higher Education .  Sebagai salah satu ibu kota kuliner kepulauan Filipina, Iloilo terkenal dengan Pancit Molo , La Paz Batchoy , Laswa, dan Kansi. Beberapa kantor pemerintah pusat daerah, lembaga keuangan dan perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan pemerintah memiliki kantor di kota. The Dinagyang Festival , yang diadakan setiap Januari, dan Fiesta de Candelaria (Fiesta de Jaro), salah satu perayaan marian Filipina terbesar, adalah dua festival budaya dan agama yang terkenal di kota ini dan terkenal di negara ini. 

 

Dengan festival berbuka puasa atau Idul Fitri yang diadakan pada hari Rabu, seorang pejabat Komunitas Muslim Persatuan Iloilo berterima kasih kepada Ilonggos karena menghormati hak mereka untuk bebas menjalankan agama mereka baik di kota maupun di provinsi.

 

“Kami dapat mempraktikkan keyakinan kami di sini di Iloilo, 100 persen tanpa rasa takut karena kami melihat bagaimana Ilonggos menghormati kami sebagai orang Filipina,” kata Sultan Sammy Hadjimanan, juru bicara kelompok itu dalam sebuah wawancara.

 

Sekitar 800 Muslim di kota dan di kota-kota tetangga berkumpul di alun-alun umum distrik La Paz kota ini untuk berdoa menandai akhir Ramadhan, bulan suci puasa Islam.

 

“Kami bersyukur telah selamat dari puasa selama 29 hari dari puasa subuh hingga matahari terbenam selama bulan Ramadhan,” katanya.

 

Selain salat di La Paz Plaza, ada juga umat Islam yang ikut salat dan berkumpul di masjid dan ruang terbuka di kota Pavia dan Duenas.

 

Idul Fitri juga merupakan waktu untuk saling memberi selamat dan berbagi makanan siap saji untuk perayaan tersebut, kata Hadjimanan.

 

Dia mengatakan ada sekitar 3.000 Muslim yang tinggal di provinsi tersebut.

 

Sekitar 90 hingga 95 persen komunitas Muslim menjalankan kios aksesori ponsel dan pakaian siap pakai (RTW) di pusat perbelanjaan dan pusat bisnis.

 

Anak-anak Muslim juga bersekolah di Iloilo, tambahnya.

 

“Ilonggos adalah orang yang cinta damai. Kami tidak merasakan diskriminasi dan kami dapat menggunakan hak kami untuk beragama dan melakukan ibadah kami dengan bebas, ”katanya.

 

Dia juga mencatat peningkatan jumlah Muslim di kota tersebut setelah pengepungan Marawi.

 

Ia mengatakan ada umat Islam yang memutuskan untuk pindah ke Iloilo karena selain memiliki kerabat di sini, umat Islam juga mengakui kedamaian dan ketertiban di kota tersebut.

 

Hadjimanan mengatakan ada tiga masjid di Iloilo: Masjid Molo di distrik Molo, Masjid Perintis Iloilo di distrik La Paz, dan Masjid Al-Khabeer di kota Pavia.

6. Manila

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

 

 

Ibu Kota Filipina ini menyajikan tempat yang tak kalah seru. Anda bisa berbelanja aneka barang yang diinginkan atau menyantap makanan halal di beberapa restoran, misalnya Pamanganan Quiapo dan Al Dimashqi Halal Restaurant.

 

Sejarah Muslim di Filipina, khususnya di Manila, sudah ada sejak masa sebelum Perang Dunia II. Sempat menghilang saat kolonisasi Spanyol, Muslim di Manila muncul kembali saat terjadi kolonisasi Amerika Serikat, khususnya wilayah Moro.

 

Pasca-Perang Dunia II, tepatnya awal 1950-an, juga menjadi momentum munculnya para pedagang Muslim di Manila seiring berkembangnya kota ini. Saat itu, terjadi pergerakan masyarakat desa ke kota untuk mengadu nasib. Di antara orang-orang yang merantau ke perkotaan itu ada lah para pedagang Muslim yang berasal dari Provinsi Lanao. Di Manila, sebagian besar dari mereka menetap di kawasan sekitar Pelabuhan Tondo.

Para pedagang Muslim ini hidup berdampingan secara damai dengan warga setempat yang menganut ajaran Kristiani. Mereka berdagang barang antik, mutiara, logam mulia, juga pakaian. Karena belum ada masjid, para pedagang Muslim merasa kurang betah untuk tinggal berlamalama di Manila. Karena itu, mereka biasanya tinggal di Manila selama beberapa waktu, lalu pulang kampung untuk menjenguk keluarganya.

Data statistik nasional 2001 disebutkan, 60 ribu kaum migran Muslim dari Mindanao tinggal di Manila. Di ibu kota Filipina ini, mereka membentuk komunitas yang tersebar di bebe rapa wilayah. Muslim yang berasal dari beragam etnik dengan bahasa yang berbeda-beda pula ini kemudian saling mengintegrasikan keanggotaan mereka dalam komunitas. Masjid menjadi simbol persatuan bagi komunitas ini. Masjid juga menjadi pusat kegiatan keislaman mereka.

Keberadaan masjid di Manila, seperti diterangkan dalam laman ryukoku.ac. id, berawal pada 1949 ketika Dewan Perwakilan Ombra Amilbangsa dan beberapa tokoh Muslim berinisiatif membentuk sebuah Asosiasi Muslim Filipina (Muslim Association of the Philippines). Ini merupakan organisasi untuk mempersatukan umat Islam di Filipina.

‘Prestasi’ awal organisasi ini adalah berdirinya Islamic Center di Distrik San Miguel, Manila. Resmi beroperasi pada 1964, Islamic Center ini dibangun melalui perjuangan panjang dan berliku. Mulai dari sulitnya mendapatkan lahan, pinjaman uang, sampai didera masalah bangkrutnya bank.

Berdirinya Pusat Islam di San Miguel ini menjadi pemacu dibangunnya beberapa masjid di Manila. Pada satu masa, yakni pengujung dekade 1980-an hingga pertengahan 1990-an, terjadi booming pembangunan masjid di Manila. Saat itu, seiring kian ber tambahnya jumlah Muslim di Manila akibat konflik berkepanjangan di Mindanao, masjid-masjid pun ber munculan. Geliat Islam di Manila pa da masa itu didorong pula oleh hadir nya para penggiat dakwah dari Pakistan yang tergabung dalam Jamaah Tabligh.

Menjamurnya masjid agaknya membuat gerah Pemerintah Filipina. Untuk mengerem laju pertumbuhan masjid, pemerintah kemudian mengeluarkan peraturan tentang syarat pembangunan sebuah masjid. Di antara syarat itu adalah masjid harus memiliki jamaah yang secara rutin shalat berjamaah lima waktu minimal lima orang.

Syarat lainnya, jumlah jamaah saat shalat Jumat minimal 40 orang. Masjid ini pun harus terdaftar secara resmi, baik di pemerintahan lokal maupun pusat. Pada 2002, di Manila terdapat 32 masjid yang terdaftar sedangkan masjid yang tidak terdaftar lebih dari 80 buah

7. Angeles City

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

 

Terletak di provinsi Pampanga di wilayah Luzon Tengah, kota Angeles yang sibuk menawarkan sejarah dan warisan bertahun-tahun yang tercermin dari banyak bangunan dan bangunan bersejarahnya. Ini adalah kota yang sangat modern dan juga telah dinyatakan sebagai salah satu “Tempat Terbaik untuk Tinggal di Filipina” oleh Majalah Money Sense. Kota ini terkenal sebagai pusat hiburan dan dikunjungi banyak wisatawan setiap tahun.

 

Angeles dibagi menjadi 33 divisi administratif dan merupakan rumah bagi populasi lebih dari 300.000 penduduk. Dalam hal urbanisasi, kota ini dianggap setara dengan ibu kota Manila dan semakin populer karena banyaknya restoran, hotel, dan pusat perbelanjaan. Pusatnya – Balibago – biasanya disebut oleh sebagian besar sebagai ibu kota kuliner negara.

 

Kota ini diberkahi dengan iklim tropis yang hangat dan memiliki musim hujan yang biasanya terjadi selama bulan Mei hingga Oktober, dan musim kemarau selama bulan November hingga April. Pengunjung ditawarkan sejumlah kesempatan tamasya termasuk berbagai landmark bersejarah. Kegiatan dan olahraga seperti golf, trekking dan balap juga tersedia.

 

Bandara Terdekat

Bandara utama yang melayani kota Angeles adalah Bandara Internasional Clark, yang terletak di dalam Clark Freeport Zone. Bandara ini terletak sekitar 80 kilometer dari ibu kota Manila, dan dapat dengan mudah dicapai dengan Subic-Clark-Tarlac Expressway. Rencana menjadikannya salah satu bandara terbesar di dunia saat ini sedang dilaksanakan.

 

Restoran Halal

Beberapa restoran makanan Halal tersedia di Angeles, menyajikan hidangan Malaysia, Timur Tengah, dan lokal. Delicious Halal Food Centre adalah tempat populer yang menyajikan masakan tradisional Malaysia seperti sate ayam, ricecakes, dan nasi lemak. Sejumlah restoran lain juga ditemukan dan Anda disarankan untuk menanyakan kepada pemiliknya tentang ketersediaan makanan dan menu halal.

 

Masjid

Meskipun tidak ada masjid yang diketahui terletak di dalam kota Angeles itu sendiri, Anda dapat mengunjungi Masjid As Salam, Masjid Arrahman, Masjid Al Rajie dan Masjid Al-Aziz, yang terletak sekitar 15-30 kilometer dari Angeles. Pengunjung juga dapat mengunjungi Kantor Perpustakaan & Informasi Islam yang terletak di Angeles untuk informasi lebih lanjut.

 

Hal Yang Dapat Dilihat Dan Dilakukan

•Benteng Stotsenburg

•Salakot Arch

•Kediaman Pamintuan Tua

•Founders 'Residence (Bale Matua)

•Camalig

•Gedung Kantor Pos (Deposito)

•Bale Herencia (Rumah Leluhur)

•Lily Hill

•Museum Angeles

•Taman Bayanihan

•Perpustakaan Kuliner Reynaldo G. Alejandro

8. Cebu

photo by pixabay

photo by pixabay via http://pixabay.com

Kota Cebu adalah kota kedua di negara itu setelah Manila dan merupakan salah satu kota terpadat di negara itu. Itu terletak di pantai timur Pulau Cebu dan mirip dengan Manila dalam desain dan gaya tetapi tidak sesak seperti ibu kota negara. Kota Cebu adalah tempat pemukiman Spanyol pertama dan jejak pendudukan Spanyol terlihat jelas di seluruh Kota Cebu, yang merupakan kota tertua di Filipina. Katolik Roma adalah agama utama di Kota Cebu.

 

Pelabuhan pengiriman domestik utama di Filipina berada di Kota Cebu dan kata 'Cebu' berasal dari kata Cebuano untuk 'perdagangan'. Kota Cebu terkenal dengan standar aksesibilitas dan infrastruktur transportasi yang tinggi; bepergian di dalam dan sekitar Kota Cebu sangatlah mudah. Pengunjung Kota Cebu juga memiliki akses mudah ke banyak pulau lain serta pantai yang tak terhitung jumlahnya, hotel, resor dan situs warisan, yang semuanya menjadikan Kota Cebu hotspot wisata lain di Filipina.

 

Kota Cebu juga terkenal dengan beragam festival yang diadakan di sana setiap tahun. Kota Cebu menjadi tuan rumah festival Reggae terbesar di negara ini dan merupakan rumah bagi memorabilia musik yang berasal dari awal abad ke-20. Kota Cebu juga menyelenggarakan sejumlah festival olahraga setiap tahun, menarik banyak orang dari seluruh negeri.

 

 Bandara Terdekat

Dua bandara utama di Cebu adalah Bandara Internasional Mactan-Cebu dan Bandara Bantayan. Bandara tersibuk kedua di Filipina, Bandara Internasional Mactan-Cebu melayani Kota Cebu dan juga masuk dalam daftar 20 bandara teratas di kawasan ASEAN. Bandara Bantayan adalah bandara pengumpan kecil dan melayani Pulau Bantayan di Provinsi Cebu.

 

Restoran Halal

Meskipun jumlahnya tidak sebanyak Manila, kota Cebu menawarkan banyak restoran dan kafe Halal. Restoran bersertifikat Halal yang populer adalah Palate Persia. Makanan halal juga tersedia di Persian Kebab Tandoori dan 888 restoran Asian Gourmet Food & Restaurant Lounge.

 

Masjid

Beberapa masjid terletak di Kota Cebu, termasuk Masjid Muslim Cebu yang terletak di Mambaling dan Masjid Hijau yang terletak di sepanjang Creekside Street. Masjid Muslim Cebu dapat dengan mudah terlihat di jalan menuju Labangon dan menghadap ke Mall Shopwise di seberang McDonald's.

 

Hal Yang Dapat Dilakukan Dan Dilihat

•Museum Casa Gorordo

•Penangkaran Kupu-Kupu Jumalon

•Kuil Tao Pabrik Gitar

•Monumen Lapu Lapu

•Universitas San Carlos

•Salib Magellan

•Benteng San Pedro

•Basilika Del Santo Nino

•Atasan

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE