Seni Menerima Kritikan Biar Nggak Mudah Tersinggung, Ini 8 Langkah Anti Overthinking!

cara menerima kritikan

“Baju kamu kok warnanya gitu, sih. Kayak agak gimana gitu.”

“Eh, presentasi kamu kayaknya bagian ini kok kayak kurang jelas ya.”

Mendengar kalimat sederhana itu, sebagian orang mungkin menganggapnya sepele, tapi bagi yang lainnya bisa bikin susah tidur berhari-hari karena kepikiran. Memang ada yang iseng banget menyampaikan pendapat yang menyinggung, tapi ada juga lo yang sebenarnya memberikan kritik supaya kamu bisa memperbaikinya.

Bagi beberapa orang, kritikan mungkin dipandang negatif karena mengungkap sisi kurang atau lemah dalam diri seseorang. Bahkan, tak sedikit orang keliru menafsirkan kritikan sebagai ujaran kebencian atau penghinaan. Alhasil, kritikan dianggap sebagai ancaman atau serangan. Alih-alih mendengarkannya, ia langsung tersinggung dan terus-terusan kepikiran.

Terlalu mendengarkan dan memikirkan perkataan orang lain justru bisa membuatmu cuma jalan di tempat, lo. Kamu diliputi ketakutan untuk memulai sesuatu karena selalu khawatir dengan anggapan dan omongan orang. Ada kalanya, bersikap masa bodoh memang diperlukan, apalagi bila dampaknya membatasi pertumbuhan dirimu.

Namun, abai dengan perkataan orang sampai benar-benar menutup telinga juga bukan tindakan yang bijak. Mendengarkan omongan orang lain tak sepenuhnya buruk kok, apalagi kalau perkataannya berisi kritikan yang membangun.

Nah, ada kiat khusus supaya kamu tetap kalem dan tenang saat mendengar kritikan dari orang lain. Yuk, emosinya dikendalikan~

1. Ingat, ya, kritikan bukanlah serangan. Hilangkan pikiran bahwa orang lain selalu ingin berlaku jahat padamu

Bicara menerima kritikan, kiat pertama bisa dibilang paling menantang. Soalnya, kamu harus mampu mengendalikan diri agar emosi nggak sampai meledak. Sadarilah kalau kritikan bukan serangan yang harus dilawan. Menukil Psychology Today, jangan mudah beranggapan bahwa orang selalu ingin berniat jahat dan sengaja mencari celah kesalahanmu. Melompat ke kesimpulan seperti itu sangatlah berbahaya, apalagi jika kamu belum mendengarkan dengan cermat kata-katanya.

Kamu nggak harus bereaksi secara cepat. Ketimbang reaktif, cobalah menjadi sosok yang responsif dalam menghadapi kritikan. Daripada memberikan reaksi yang melawan atau mengabaikan, coba ungkapkan kata-kata yang minim dampak negatif untukmu maupun untuk si pemberi kritik.

“Itu sudut pandang yang menarik.”

“Aku nggak pernah berpikir seperti itu.”

Dua kalimat itu cuma contoh kecil aja. Kamu bisa menggunakan kalimat lain untuk meminimalisir ketidaknyamanan emosional akibat mendengar kritikan. Pun, dengan melontarkan komentar seperti itu, kamu juga punya waktu mencerna kritikannya dan memilih respons paling tepat. Selain itu, kamu bisa menarik napas dalam-dalam supaya makin tenang.

2. Kendalikan diri agar tidak terbawa emosi dengan meminta klarifikasi. Cara ini juga memudahkanmu memahami apa yang dimaksud orang lain

Kendalikan diri, jangan terpancing emosi | Photo by Ketut Subiyanto on Pexels

Saat mendengar kritikan, kamu rentan terbawa emosi yang kemungkinan bisa memunculkan sikap berlebihan. Bahkan, tak sedikit orang yang biasanya bertindak irasional gara-gara mendengar kritikan. Apalagi, bila kritikan itu berlawanan dengan pandangan pribadinya.

Tim Dalam Artikel Ini