Tak Berhasil Meraih Pekerjaan Impian Tak Berarti Hidupmu Gagal. 6 Hal Ini yang Justru Kamu Dapatkan

Gagal di Pekerjaan Impian

Sejak sebelum lulus kuliah, kebanyakan orang sudah memiliki pekerjaan impian. Atau setidaknya, sudah punya bayangan ingin jadi apa dalam waktu 5-10 tahun nanti. Namun, semuanya seolah berbeda setelah benar-benar terjun di dunia kerja. Ternyata, mendapatkan pekerjaan impian tidak semudah yang dibayangkan. Ada ribuan saingan, dengan berbagai keunggulan. Mendadak CV yang kamu bawa tak bisa bicara banyak.

Langkahmu terhenti di tengah sulitnya seleksi dan gugur dikalahkan kandidat-kandidat lainnya. Semuanya diperburuk dengan fakta ada temanmu yang melamar di pekerjaan yang sama dan diterima. Kamu merasa sudah gagal. Padahal, meski apa yang sangat kamu inginkan belum bisa didapatkan sekarang, hidupmu tidaklah gagal. Bahkan, kalau kamu tidak terlalu sibuk meratapi kegagalanmu, kamu mendapatkan beberapa keuntungan.

1. Ada kesempatan lain yang sebenarnya sedang terbuka untukmu. Bisa saja ini jalan untuk menggali potensi diri yang mungkin tidak kamu tahu

kesempatan menggali potensi lain (Photo by Cristofer Jeschke) via unsplash.com

Advertisement

Selama ini, kamu hanya fokus pada satu skill-mu. Skill yang kamu anggap akan bisa membawamu kepada pekerjaan impian yang diidam-idamkan sejak lama. Sekarang, saat pekerjaan impian terlepas dari tanganmu, kamu dalam situasi terjepit. Kan tidak mungkin juga kamu membiarkan keadaan berlarut-larut, karena hidup terus berjalan.

Di sini, kamu berkesempatan menengok lagi ke dalam dirimu dan mencari tahu apa yang bisa dilakukan. Entah dengan bekerja di bidang yang kurang kamu sukai, atau dengan membuka usaha sendiri. Dengan demikian, ada kemungkinan kamu menemukan potensi-potensi lain yang, ternyata, bisa juga kamu lakukan.

2. Kamu diberi kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan. Sehingga saat siap bersaing di sana nanti, persiapanmu sudah sangat matang

Punya waktu untuk meningkatkan skill (Image by Dong Nhut Tran) via pixabay.com

Kegagalanmu saat ini tidak berarti kegagalanmu di satu atau dua tahun lagi kok. Misalnya, pekerjaanmu impianmu adalah PNS. Meski sekarang kamu gagal seleksi, bukan berarti kamu ditakdirkan untuk tidak jadi PNS. Kamu masih bisa mencoba di pendaftaran-pendaftaran selanjutnya. Meski sekarang gagal, bisa jadi kamu berhasil di percobaan lainnya.

Advertisement

Kegagalanmu kali ini memberimu banyak pelajaran untuk bekal percobaan selanjutnya. Kamu bisa menganalisa apa yang membuatmu gagal, di mana kelemahanmu, dan apa yang perlu dilakukan supaya kemampuanmu meningkat. Pengalamanmu di proses yang gagal itu juga memberikan ilmu yang berguna, sehingga nanti ketika mencoba lagi, kamu tidak buta sama sekali.

3. Diam-diam, kamu sebenarnya punya waktu untuk memikirkan ulang cita-citamu. Siapa tahu ada yang lebih baik dari yang kamu inginkan saat itu

bisa memikirkan ulang cita-cita (Image by Digital_Works) via pixabay.com

Jika kamu tidak terlalu sibuk meratapi kegagalanmu, sebenarnya kamu sedang diberi waktu untuk memikirkan ulang semua rencana hidupmu. Bukankah terkadang kita sangat menginginkan sesuatu di satu waktu, lalu mendadak tidak ingin lagi di waktu lainnya? Begitu juga soal pekerjaan. Banyak yang terjebak keinginan, hanya untuk menemui bahwa hal itu tidak sesuai yang diharapkan.

Kegagalanmu kali ini adalah masa yang tepat untuk mengevaluasi. Apakah kamu benar-benar menginginkan pekerjaan itu karena kamu tahu di situlah kamu akan berkembang? Atau kamu hanya sekadar ikut-ikutan teman dan tergiur nama besar perusahaan? Dengan menentukan hal-hal mendasar seperti ini, akan membantumu untuk lebih mudah mengatur hidupmu, bukan?

4. Meski tak sesuai keinginan, apa yang kamu dapatkan sekarang tak mungkin sia-sia belaka. Ada banyak ilmu yang bisa kamu serap sehingga kemampuanmu meningkat

pekerjaan sekarang tetap punya banyak manfaat (Image by beegaia) via pixabay.com

Baiklah, kamu sudah mengakui kamu gagal. Sekarang kamu menerima dengan lapang dada pekerjaan yang awalnya tidak terlalu kamu inginkan, karena fakta bahwa hidup butuh uang. Namun, setiap harinya, kamu masih menyesali kegagalan sebelumnya. Kamu jalani pekerjaanmu sekarang asal-asalan, toh kamu memang tidak menyukainya.

Sikap yang demikian jelas membuatmu rugi sendiri. Meski mungkin tidak sesuai keinginan, pekerjaanmu yang sekarang bukan tanpa manfaat lho. Pasti ada banyak ilmu yang bisa kamu serap, walau hanya sesederhana cara berkomunikasi ataupun cara bekerja dalam tim. Jadi, kenapa tidak dinikmati saja?

5. Kegagalan itu memang menyakitkan, bukan? Tapi dari sana kamu belajar untuk tetap bahagia meski banyak hal yang tak bisa kamu punya

kegagalan menempa mentalmu (Photo by Jordi Zamora) via unsplash.com

Tidak ada yang meragukan sakit hati dan kesedihanmu. Mau dibilang apa juga, kegagalan itu menyakitkan. Kamu pun jadi bertanya-tanya, apa kurangnya dirimu dibandingkan kandidat-kandidat yang lolos itu. Apa kamu memang tidak layak? Apa memang kamu tidak kompeten?

Namun, hidup tidak berhenti setelah kamu gagal. Masih ada hari-hari yang harus kamu perjuangkan, dan tentu saja tagihan-tagihan yang harus kamu bayar. Fakta ini, memaksamu untuk kembali tertawa dan bersemangat untuk mencari solusinya. Kegagalan bisa menempa mentalmu, agar kamu tetap bisa bahagia meski tidak berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan. Karena, bukankah tidak semua keinginan harus didapatkan?

Berhasil dalam hidup itu sulit. Tetapi, menjagi gagal juga tidak semudah itu. Tidak mendapatkan apa yang kamu kejar saat itu, bukan berarti kamu sudah gagal hidup sebagai manusia untuk berkarya. Orang sesukses Jack Ma saja pernah puluhan kali ditolak kerja. Lagipula, kegagalanmu kali ini tidak berarti hidupmu sudah benar-benar gagal dan tak bisa diperbaiki. Jangan mengerdilkan keberhasilanmu di hal-hal lain hanya karena kamu gagal mendapatkan pekerjaan yang kamu mau. Kesempatanmu masih sangat terbuka kok untuk mencoba lagi dan lagi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE