Aku tak terlahir di rumah sakit mewah nan megah. Ibu melahirkanku di rumah dan di bantu bidan yang sengaja dipanggih ke rumah dengan biaya beberapa lembar rupiah. Hidup ini keras padaku bahkan sejak aku lahir. Hidup ini tak ramah padaku, saat aku kehilangan masa kecilku. Bermain bersama teman-teman adalah kemewahan, karena sejak kecil aku harus membantu Ayah dan Ibu mencari uang.

Seringkah kamu mungkin mengeluh tentang hidup ini? Merasa tak adil dan merengek berharap kehidupan yang lebih baik. Tapi kata “mengeluh” tidak ada dalam kepalaku dan mereka yang memiliki kondisi sepertiku. Aku tahu, mengeluh tidak akan membuat keadaan lebih baik. Bahkan orang tuaku hanya mengajarkanku tiga kata; berani, berjuang, dan semangat.

Dulu, hidup dalam keterbatasan membuatku sering jadi bahan olok-olokan teman. Tapi langkahku menuju sekolah tak pernah dibayangi keraguan, karena aku hanya ingin lebih giat belajar demi membanggakan kalian.

Belajar dengan kesungguhan akan membuahkan prestasi yang membanggakan via rebloggy.com

Advertisement

Aku tahu kita tidak punya banyak uang. Aku juga belum mampu membiayai sekolahku sendiri. Aku hanya ingin belajar, walau tak punya banyak biaya tetap aku tak ingin putus sekolah. Aku yakin masa depanku akan lebih baik kalau mengenyam bangku pendidikan. Ayah mungkin hanya lulusan SMP dan ibu hanya mampu lulus SD.

Tapi aku mendengar doa kalian di tengah malam ketika memohon pada Tuhan agar aku bisa menjadi lebih baik dari kalian. Aku akan berusaha mencapai pendidikan setinggi yang aku bisa, dan mengukir prestasi yang luar biasa agar kalian bangga.

Aku tak peduli di sekolah di-bully atau dihina karena berasal dari keluarga miskin. Semua kicauan itu tak akan mematahkan semangatku belajar. Setiap kata dari cacian itu akan selalu ke ingat dan kujadikan penyemangat untuk terus belajar lebih giat.

Advertisement

Setiap tatapan sinis mereka tak membuat ku gentar tapi justru mengingatkanku pada wajah ayah dan ibu yang menaruh banyak harap. Setiap aku meminta ijin berangkat sekolah, melihat wajah kalian membuat semangatku semakin membara. Saat teman-temanku yang hidupnya berkecukupan rajin belajar, aku harus lebih rajin dari mereka. Jika mereka yang hidupnya mapan saja rajin belajar, apalagi aku yang hidupnya kekurangan dan harus mati-matian menyiapkan masa depan.

Setelah dewasa dan bekerja, aku tahu gajiku belum bisa menutupi semua kebutuhan keluarga kita. Namun aku berjanji untuk tak putus-putus berusaha demi bisa mewujudkan kehidupan yang serba ada.

aku akan berjuang demi kalian via galleryhip.com

Aku tahu, aku tidak dilahirkan dari keluarga kaya. Aku tak seberuntung mereka yang terlahir di kalangan keluarga yang serba ada. Ayah dan Ibuku hanyalah pekerja biasa yang hidupnya sederhana. Aku dididik untuk menjadi seseorang yang mandiri dan tidak menyusahkan orang lain. Walau aku tak bisa membantu banyak, tapi aku bekerja keras untuk menopang kehidupanku sendiri.

Gajiku memang tidak cukup besar. Aku juga belum bisa membelikan sesuatu yang berharga mahal untuk kalian. Tapi setidaknya aku akan terus berjuang, mengais rupiah demi rupiah demi membantu kalian. Aku yakin suatu saat nanti akan coba kucukupi semua yang kalian butuhkan. Memberikan apapun yang ku bisa, meski tanpa kalian minta. Bersabarlah Ayah dan Ibuku, aku tak akan menyerah dan terus berusaha mengangkat derajat keluarga kita sedikit demi sedikit agar tak lagi diremehkan selainnya.

Aku pastikan bahwa perjuangan kalian membesarkanku tak akan sia-sia. Ayah dan Ibu harus percaya, setiap tetes keringat dan air mata kalian kelak akan berganti bahagia.

Tetap semangat dan berusaha sebaik mungkin via imgkid.com

Kasih sayang kalian memang tak pernah pudar sampai kapan pun. Aku akan terus mengingat saat-saat berdiskusi tentang pekerjaan dengan ayah setiap sore hari sepulang bekerja. Mendengar setiap nasihat ayah, dan bertukar pengalaman tentang kehidupan. Aku juga tak akan pernah lupa bagaimana berbincang ringan dengan ibu, dan segala semangat yang ibu berikan untukku.

Kalian membantuku meraih semua yang sudah kucapai sampai hari ini. Menghargai semua keputusan yang kuambil dan membelaku saat kebanyakan orang mungkin mencibir.  Kalian tetap mendukungku meski gajiku tidak besar dan pekerjaan yang kupilih seringkali diremehkan orang lain. Kalian mengajarkanku untuk percaya bahwa setiap keinginan pasti ada jalan. Man jadda wajada, yang artinya siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

Untuk Ayah dan Ibu, terima kasih atas semua yang kalian berikan padaku. Dukungan, suntikan semangat, hingga doa-doa yang terapal itu akan semakin menguatkan langkahku.

Jangan takut bermimpi, tak peduli kaya atau miskin via favim.com

Setiap orang memiliki mimpi, begitu pun aku. Dulu, aku ingat kalian pernah berkata bahwa mimpi kalian adalah sekadar bisa membesarkanku hingga jadi manusia yang berguna. Aku pun masih ingat betapa kata-kata itu membuatku meremang haru sekaligus bahagia.

Ayah dan Ibu, kalian sudah berhasil mewujudkan mimpi itu. Aku berjanji akan jadi sebaik-baik manusia yang berguna bagi sekitarnya. Aku pun masih akan terus berjuang demi bisa membahagiakan dan mewujudkan harapan-harapan kalian. Mohon terus doakan aku agar langkahku semakin mantap menantang masa depan. Mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi kalian, Ayah dan Ibu yang jadi kesayangan.

Dari aku, yang tengah berjuang demi jadi kebanggaan kalian

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya