Di umur yang masih muda, banyak dari kita yang mudah buta karena cinta. Apapun harus mengalah karena rasa adalah raja. Termasuk kebaikan diri sendiri, maupun orang-orang lain di sekitar kita.

Tak semua perasaan kasih sayang melahirkan kebaikan. Kadang, hubungan yang tulus sekalipun bisa sarat dengan pertengkaran. Di satu sisi ada kenyamanan yang didapat dari menjalin hubungan dekat dengan dia yang juga menyayangimu. Di sisi lain, kamu tahu keburukan yang dihasilkan lebih banyak dari kebaikannya.

Advertisement

Tekadmu untuk mempertahankan hubungan yang sarat pertengkaran memang patut diacungi jempol. Itu bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Namun, pernahkah kamu mengajukan tanya? Apa mempertahankan hubungan dengan orang yang tidak layak mendapat pemakluman adalah jawabannya?

Cinta adalah resep menjadikan seseorang keras kepala. Meskipun banyak yang menilai pasanganmu itu tak baik, kamu keras menampik

kamu meyakininya via www.hipwee.com

Dalam perjalanan hidup, kita tentu pernah mengecap asam manisnya dunia percintaan. Saat masa itu datang, menjadi buta dan tuli adalah fase lumrah yang pernah dialami setiap orang. Dia yang menyapamu dengan hangatnya terasa begitu istimewa.

Mulai pagi hingga malam hari, kamu ingin menghabiskan waktu bersama pujaanmu. Kewajiban saling berkirim kabar tak pelak kamu lakoni. Bahkan bila kamu mulai menarik diri dari pergaulan, menggantikan duniamu dengan segala hal yang berkaitan dengannya.

Advertisement

Setiap orang mengkritik kamu dan bagaimana hubungan itu telah mengubahmu, kamu menganggapnya ancaman. Memang cinta adalah resep terjitu untuk membuatmu mabuk kepayang. Kamu memilih untuk menutup rapat mata dan telinga. Tidak ada lagi ruang tersisa untuk sekedar mendengar nasihat mereka.

Perlahan nasihat orang lain menjadi kenyataan. Setelah masa “bulan madu”, dimulailah masa pertengkaran

Selalu ada pertengkaran via www.hipwee.com

Selama beberapa waktu hubunganmu memang berjalan lancar tanpa rintangan berarti. Untuk sementara, kekhawatiran keluarga dan sahabat memang tidak terbukti sepenuhnya. Kamu merasa berada di titik tertinggi sebuah hubungan dan ingin berkata:

Lihat ‘kan? Hubungan kami baik-baik saja. Penilaian kalian tentang dia salah total!

Akan tetapi selanjutnya seseorang yang sebenarnya tidak tepat itu mulai menunjukkan sifat aslinya. Dia yang tadinya terlihat begitu sabar diam-diam mulai berubah jadi manusia yang mudah meledak pada masalah kecil yang datang. Tak jarang saat sedang bertengkar kata-kata kasar dan makian meluncur dari mulutnya. Jangankan mengucapkan kalimat manis, sekadar berkata sopan saja jarang dilakukannya.

Sikap suka mengomentari penampilan dan keputusan yang kamu ambil bisa juga membuat perempuan pujaanmu berubah jadi makhluk menjengkelkan. Suka membesarkan masalah dan terkadang memelihara cemburu berlebihan pelan-pelan membuatmu jengah meladeninya. Tuntutan ini dan itu yang dilontarkannya menjadi pemantik pertengkaran besar.

Tidak ada lagi kisah manis yang dulu kalian coba ukir bersama. Semakin lama menguntai kasih, kamu semakin menyadari bahwa sebetulnya kamu dan dia sudah seharusnya mengakhiri hubungan. Kisah cinta yang tadinya diisi tawa bahagia kini terasa seperti neraka. Percekcokan berbeda disebabkan masalah yang sama.

Perubahan sikapnya membuatmu teringat kembali pada saran-saran orang terdekat yang sayangnya pernah kamu biarkan menguap begitu saja

Teringat kembali saran mereka via www.masculin.com

Di titik inilah kamu mulai berpikir tentang saran-saran yang pernah kamu enyahkan. Mereka yang pernah begitu peduli dan takut kamu disakiti justru menjadi orang yang tersingkirkan. Perasaan menggebu dan sesaat itu nyatanya membawamu pada lubang kesedihan. Semua kecurigaan orang-orang terdekat satu persatu mulai dibuktikan kebenarannya. Tidak ada lagi pembenaran yang sanggup kamu lontarkan.

Kalau dulu kamu masih bisa membelanya kini semua kata terasa percuma. Meski masih mampu menutupi masalah yang kini melanda, tapi tetap saja ada hati yang meranggas di dalam sana. Kamu jadi pejuang sendirian yang berjuang mempertahankan hubungan. Pengemis keajaiban pada Tuhan yang berharap kekasihnya berubah jadi insan yang lebih bisa dibuat lebih baik.

Namun rasa malu karena telah menelantarkan kepedulian dari mereka membuatmu mau tidak mau bertahan dengan hubungan yang penuh rasa sakit

Ada rasa sesal dan malu yang lamat-lamat menyelinap dalam hatimu. Terbayang sudah cibiran orang yang menyukuri sikap keras kepala yang kamu pelihara. Dulu kamu mengeraskan hati demi bersama orang yang kini selalu menyakiti. Bahkan untuk memenangkan ego bersamanya kamu juga rela menjauh dari orang-orang yang sesungguhnya tulus menyayangi.

Karena rasa itulah hingga saat ini kamu memilih untuk tetap bersama dia. Meski rona bahagia itu telah padam sekian lama akan tetapi mengambil keputusan untuk meninggalkannya tetap jauh dari keputusan yang ingin diambil dalam waktu dekat. Kamu tetap setia memelihara luka dan berusaha menjadi pemain sandiwara yang mempertontonkan drama cinta yang terkesan baik-baik saja.

Kamu nahkoda hidupmu sendiri — sudah saatnya kamu mengubah arah navigasi. Meninggalkan dia yang salah jauh lebih baik daripada mengorbankan seluruh hati dan pikiran

Lepaskan saja via webkomiko.blogspot.co.id

Tapi di usia mudamu kini mempertahankan hubungan dengan orang yang jelas-jelas tidak memberikan kebahagiaan adalah suatu kekeliruan. Kamu masih pantas untuk mencari seseorang yang mampu menggenapkan. Berhenti menyesali keputusanmu karena telah memilihnya. Kini waktunya berbenah untuk menyambut dia yang lebih baik.

Sebagai manusia tentu wajar bila kamu melakukan kesalahan. Kamumemang pernah tak acuh pada pada perhatian tidak boleh selamanya tenggelam dalam rasa sesal. Orang-orang yang betul menyayangimu pasti akan memahami dan menerimamu kembali. Katakan pada mereka bahwa kamu telah sadar dan yang terpenting segeralah keluar dari hubungan yang salah.

Pasti ada rasa sakit yang berkubang di hatimu saat memilih dia yang telah sekuat tenaga kamu perjuangkan. Namun bila kamu terus memelihara lara, bukankah nantinya ada sakit luar biasa yang akan kamu lara?

Tidak mudah memang melepaskan dia yang kamu sayang. Lebih tidak mudah lagi karena kamu sudah terlalu percaya diri dengan tidak memperdulikan saran dari orang sekitar. Namun yang terpenting, kesadaranmu adalah pintu awal untuk bisa memperbaiki segala kesalahan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya