“Tipe cowokmu seperti apa?”
“Hmm…aku sih nggak muluk-muluk ya. Yang penting ganteng, tinggi, putih, dan bisa nyanyi, yaa yang mirip-mirip Zayn Malik gitu deh.”

Yang namanya berharap sih apa saja juga boleh. Menginginkan pacar setampan Zayn Malik ataupun Tom Cruise tidak dilarang. Asalkan kamu tabah-tabah menerima kenyataan kalau hal itu sulit dicapai bukan kepalang. Hehe. Punya pacar yang tampan mempesona, atau cantik spektakuler tentu menjadi kebanggaan diri sendiri. Meski kamu enggan mengakui, kamu akan membusungkan dada ketika mengenalkan pacarmu ke teman-teman dan mereka semua terpesona. Namun apalah artinya wajah rupawan, kalau ngobrol kalian tak lancar ;p

Lagipula, punya pacar yang biasa saja itu justru banyak untungnya. Selain itu, yang sekarang biasa saja, belum tentu selamanya biasa saja. Seperti hashtag #MaafkanAkuMantan yang beberapa waktu lalu sempat heboh dan menggelitik, bisa-bisa pacarmu yang sekarang kamu sia-siakan karena dianggap biasa saja, bisa jadi super mempesona beberapa tahun mendatang.

1. Ada untungnya punya pasangan yang tampangnya standar. Setidaknya kamu tak harus cemas setiap saat takut ditikung orang

Merasa aman dengan pilihanmu via unsplash.com

Bila pacarmu setampan Tom Cruise, atau secantik Raisa, ke mana-mana kalian jalan berdua pasti pikiranmu tak tenang. Iya sih, rasa bangga itu ada. Namun kamu pasti juga khawatir saat melihat tatapan-tatapan memuja orang yang kamu temui. Itu belum seberapa. Ketika kalian sedang tidak bersama, kamu kerja dia juga kerja, waktumu akan habis untuk memikirkan dia sedang apa, sedang di mana, dan dengan siapa.

Advertisement

Dengan wajah super rupawan seperti itu, pasti mudah baginya untuk menarik perhatian. Akibatnya, komunikasi tersendat sebentar sudah membuat pikiranmu ke mana-mana. Rasa insecure itu muncul tanpa bisa kamu cegah, akibat pacar yang selalu jadi pusat perhatian. Repot kan?

2. Punya pasangan yang biasa saja, menuntutmu untuk bisa melihat jauh ke dalam. Kualitas-kualitas lain yang tak tertangkap indera

Banyak kualitas dia yang tak bisa ditangkap indera via unsplash.com

Punya pasangan yang biasa saja juga melatihmu untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Sebagai manusia, memang harus diakui bahwa kita suka yang indah-indah. Yang rupawan dan punya senyum menawan. Nah, pacar yang biasa saja menuntutmu untuk melihat kualitas-kualitas lain yang dia miliki.

Apakah dia bisa membuatmu nyaman? Apakah dia punya pengetahuan yang luas sehingga kamu juga banyak belajar? Apakah dia begitu dewasa dan bijak menghadapi segala keadaan? Apakah dia begitu penuh semangat mengejar mimpi sehingga membuatmu turut terinspirasi? Kualitas-kualitas itu tidak mudah terlihat, namun bisa kamu jadikan sarana untuk mengarungi hidup bersama.

3. Yang dulu biasa saja bisa berubah drastis setelah seluruh hormon tumbuh sempurna. Jangan sampai menyesal hanya karena tidak melihat potensi masa depan

MaafkanAku yang gagal melihat potensi masa depan

Hashtag #MaafkanAkuMantan menyoroti fenomena mantan yang tiba-tiba jauh lebih cantik dari saat masih pacaran. Karena banyak yang mengalami hal ini, barangkali kamu pernah juga mengalaminya. Jadi agar kelak kamu tidak tertampar oleh hashtag #MaafkanAkuMantan, maka jangan pernah menyia-nyiakan dia yang di sisimu sekarang hanya karena kurang rupawan.

Bila tubuhnya kurang kekar atletis, bila wajahnya penuh jerawat, bila kulitnya kusam tak terawat, barangkali itu semua karena hormon yang belum tumbuh sempurna. Dia yang sekarang terlihat cupu dan kurang trendi, mungkin sedang menunggu waktu untuk memperbaiki diri. Semakin dewasa, bisa jadi dia semakin mempesona.

4. Bukti lainnya, hampir semua CEO muda itu waktu remajanya termasuk kelompok ‘cupu’. Meski sekarang tetap jarang ganti baju, tapi leadership skill-nya mampu buat hati siapa pun berdebar

Setia mendampingi sampai jadi CEO besar via www.forbes.com

Nah, selain soal hormon, bisa saja memang saat ini belum momennya. Yang masa mudanya biasa saja, justru menjadi lebih tampan mempesona saat usianya mencapai 30an. Kenapa? Boleh saja mukanya masih begitu-begitu saja dan masih jarang ganti baju pula, tapi pencapaian profesional yang mumpuni bisa buat siapa pun tampak lebih menarik.

Ya bukan sok jadi cenayang juga sih. Tapi sadarkah kalian hampir semua CEO-CEO muda yang sering jadi tokoh inspirasi Hipwee, waktu remajanya pasti masuk golongan ‘cupu’ atau kutu buku yang sama sekali nggak populer di sekolah. Nah kalau pacarmu sekarang masih cupu, tetap setia saja deh kembangkan potensi bersama. Siapa tahu ke depannya dia bisa jadi bos startup jempolan!

5. Pesona bukan hanya soal wajah yang semakin rupawan, tapi kematangan dan kedewasaan yang semakin berkembang. Sudah mulai banyak makan asam garam dunia

David Karp, CEO Tumblr. Tambah ganteng beneran apa tambah berwibawa? via www.nytimes.com

Yang membuat seseorang terlihat lebih menarik, tidak semata-mata wajah yang semakin rupawan. Ada banyak hal yang bisa mengeluarkan inner beauty seseorang sehingga terlihat mempesona, meskipun sebelumnya terlihat biasa saja. Barangkali yang membuat seseorang terlihat jauh lebih menarik saat usianya semakin tinggi adalah kematangan yang semakin terpancar. Seiring bertambahnya usia, tentu semakin banyak ujian yang menempa kita. Asam garamnya dunia bisa membuat seseorang mengeluarkan setiap potensinya. Dengan kedewasaan yang semakin berkembang, pesona juga akan lebih maksimal.

Meskipun sekarang pasanganmu biasa saja, jangan mudah tergoda yang lain yang lebih mempesona. Lagipula, kecantikan dan ketampanan itu fana. Yang kekal adalah pribadi yang baik dan kenyamanan di antara kalian berdua. Kan percuma menemukan yang rupawan, tapi tak membuat nyaman.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!