Panik dan Merasa Cemas di Tengah Pandemi Seperti Sekarang itu Wajar. Tenang, Kita Pasti Bisa Melaluinya Bersama

Panik karena corona

Di tengah pandemi corona, tak mudah untuk menjalani hidup dari hari ke hari. Sebab ada begitu banyak kebiasaan yang berubah. Salah satunya, sebisa mungkin kita harus mulai membiasakan beraktivitas di rumah agar tak tertular atau bahkan secara tak sengaja menularkan virus tersebut. Orang-orang kuliah dan bekerja dari rumah, tak bisa pergi ke tempat ibadah, dan tak bisa bertemu orang-orang untuk sementara waktu. Tentunya tak mudah menyesuaikan diri dengan semua itu.

Advertisement

Apalagi, tak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Sementara orang-orang yang sakit meninggal semakin bertambah setiap harinya. Wajar kalau kita merasa takut, panik, dan cemas.

Setiap hari, berbagai berita tentang pandemi berseliweran. Mau tak mau kita jadi panik karenanya, apalagi kalau ada kenalan yang positif corona

Membaca berita / Credit: Becca Tapert via unsplash.com

Saat membuka media sosial, ada berita tentang corona. Saat menonton televisi, muncul lagi berita yang sama. Itulah yang kita alami setiap hari. Perlahan-lahan, informasi yang tiada habisnya membuat kita panik dan stres. Apalagi kalau ada teman atau kerabat jauh yang positif terkena Corona. Sungguh sedih rasanya, terlebih kita tak bisa menjenguk mereka. Sementara, hal terbaik yang bisa kita lakukan cuma menguatkan mereka lewat doa.

Bagaimana seandainya jika kita atau orang-orang kesayangan tertular juga? Pikiran itu membuat kita panik dan tak bisa tidur semalaman

Insomnia / Credit: Kinga Cichewicz via unsplash.com

Orang-orang yang sakit dan meninggal terus bertambah jumlahnya. Apalagi belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah corona. Bagaimana seandainya suatu saat kita yang menjadi korban? Atau bagaimana kalau keluarga, pacar, atau sahabat kita ada yang tertular dan harus dirawat di rumah sakit? Duh, membayangkannya saja sudah ngeri. Apalagi kalau betul-betul terjadi. Walaupun tak ingin memikirkannya lagi, kita sudah telanjur panik akibat pandemi.

Advertisement

Meski kondisi masih belum stabil, protokol normal baru sudah mulai dicanangkan. Lantas timbul kekhawatiran, bagaimana kalau jumlah korbannya semakin bertambah?

Jalanan ramai lagi / Credit: Jezael Melgoza via unsplash.com

Rasanya kesal ketika berita soal new normal mulai ramai di linimasa. Padahal korban masih berjatuhan dan persebaran virus masih belum bisa dikendalikan. Beberapa daerah bahkan masih berada pada daftar zona merah yang kian mengkhawatirkan. Tetapi, orang-orang sudah harus kerja di luar rumah lagi. Bagaimana kalau jumlah korbannya semakin bertambah? Setiap kali memikirkannya, mau tak mau kita jadi emosi dan semakin takut.

Tapi toh panik dan cemas berlebih tak membantu banyak! Kalau dipikirkan terus, kekhawatiran itu tak akan ada habisnya. Lebih baik tanggapi secukupnya saja

Kurangi rasa khawatir / Credit: Gabrielle Henderson via unsplash.com

Benar juga. Semakin dipikirkan, kekhawatiran akan semakin membesar. Lebih baik kita belajar untuk mengelola pikiran. Tak perlu kebanyakan membaca atau menonton berita tentang corona. Tak perlu sering-sering pula membicarakannya. Malah kalau perlu, kita bisa membatasi diri sejenak untuk menggunakan ponsel, televisi, atau komputer. Jadi kita tak akan terpapar berita buruk untuk sementara. Dengan begitu, semoga pelan-pelan kita bisa menenangkan diri dan fokus pada hal yang penting saja.

Mari kita fokus pada pencegahan Corona yang bisa kita atur sendiri. Mulai dari pakai masker, cuci tangan, dan mulai jaga jarak saat ada orang di sekitar

Memakai masker / Credit: Pille-Riin Priske via unsplash.com

Kita memang tak bisa mengendalikan orang-orang yang melanggar aturan. Tetapi, kita bisa mengendalikan diri sendiri untuk mencegah penyebaran Corona. Yuk  selalu pakai masker kalau harus bepergian keluar, jangan lupa mencuci tangan dengan bersih setelah pulang ke rumah. Kita juga sebaiknya menghindari nongkrong yang kurang penting. Tahan dulu ya keinginan bertemu teman atau pacar, kita masih bisa bertemu mereka kok setelah kondisi membaik. Toh, semua itu kita lakukan demi kehidupan masa depan yang lebih baik lagi~

Advertisement

Jangan lupa pedulikan kesehatan mental kita. Lakukan hobi yang menyenangkan atau curhatlah pada orang lain agar perasaan lega

Perhatikan kesehatan mental / Credit: Marcelo Matarazzo via unsplash.com

Mari bersikap lebih baik pada diri sendiri. Seandainya kita merasa tertekan untuk melakukan kegiatan sehari-hari, istirahatlah dulu. Lakukan hobi yang menyenangkan agar kita lupa sejenak pada kondisi yang mengkhawatirkan. Tentunya, dengan tetap mengindahkan aturan di rumah aja, ya. Bisa dengan mendengarkan lagu-lagu yang menenangkan. Kalau ingin lebih lega, kita bisa berbicara pada orang-orang terdekat tentang kecemasan yang memenuhi kepala. Cari hal-hal seru yang bisa membuat pikiran kita tenang. Ingat, selain fisik, ada kesehatan mental yang perlu kita perhatikan.

Dengan begitu, semoga kita bisa lebih tenang dalam menghadapi pandemi. Tenang saja, kondisi ini tak akan bertahan selamanya. Suatu saat kita semua akan menjalani kehidupan yang lebih baik. Yuk semangat sampai momen itu tiba!

Kamu nggak sendiri selama pandemi. Ada Hipwee dan orang-orang dekat yang pasti setia menemani.

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE