Sering Dipandang Sebelah Mata, Perawat adalah Sesungguh-sungguhnya Profesi Mulia

Profesi perawat

Banyak orang bilang wabah corona yang telah diklasifikasikan sebagai pandemi global ini, mengeluarkan sisi terburuk dan terbaik manusia. Dari ketamakan orang-orang yang menimbun masker atau barang keperluan sehari-hari, sampai perilaku rasis dengan dalih virus yang seakan-akan dianggap wajar karena kondisi ini. Namun di sisi lain, kita juga menyaksikan betapa hebatnya pengorbanan orang-orang yang berani berjuang melawan krisis ini dari garda terdepan. Salah satunya adalah para perawat.

Advertisement

Selalu berada di bayang-bayang dokter, selama ini profesi perawat tampaknya kurang dapat apresiasi. Padahal pekerjaan mereka pun sama beratnya, pengorbanan yang mereka harus lakukan demi menjamin keselamatan pasien pun tak main-main. Di zaman perang dunia dahulu, perawat pun berperan sangat besar merawat prajurit-prajurit yang terluka. ‘Perang’ kita melawan pandemi sekarang pun tak akan bisa kita menangkan tanpa mereka. Sudah waktunya mereka mendapat apresiasi dan penghargaan yang sepatutnya…

Selama ini peran perawat sering dipandang sebelah mata, padahal perannya tak kalah penting dari dokter dalam urusan menyelamatkan nyawa manusia

Merawat tiap hari hingga pasien sembuh via uanews.arizona.edu

Tak bisa dimungkiri, profesi ini masih sering dipandang sebelah mata. Masih banyak orang yang menganggap perawat hanya sekadar ‘pendamping’ dokter, padahal mereka mungkin punya peran yang sama pentingnya dalam urusan menyelamatkan nyawa manusia. Dokter memang berperan memberi diagnosis, memberi resep obat, atau melakukan tindakan, namun perawatlah yang bertanggung jawab memastikan kondisi pasien dari waktu ke waktu. Merawat pasien dengan seksama, bisa berhari-hari atau bahkan menahun sampa pasien benar-benar sembuh.

Advertisement

Sekolah kedokteran memang sangat sulit, tapi perjalanan karier perawat pun tak kalah beratnya. Namun seringkali apresiasi sungguh tak sepadan

Bukan rahasia lagi, sekolah kedokteran itu terkenal sulit, lama dan mahal. Ketiga faktor tersebut yang membuat profesi dokter begitu dihargai tinggi. Namun proses menjadi perawat pun tak kalah beratnya. Perawat belajar tentang pelayanan humanistik dan altruistik.

Advertisement

Pelayanan humanistik dan altruistik adalah pelayanan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menitikberatkan kepentingan pasien daripada kepentingan pribadi perawat. Para perawat juga belajar untuk peka dan memperhatikan hal-hal kecil yang dialami pasien serta dasar-dasar ilmu medis. Namun seringkali pengorbanan mereka yang selalu ada untuk pasien mendapat sedikit apresiasi.

Padahal risiko pekerjaannya pun tak main-main, perawat termasuk kelompok yang paling rentan terinfeksi jika terjadi wabah seperti sekarang ini

Perawat mengantar pasien mencari udara segar  via www.chinadaily.com.cn

Pekerjaan dan jam kerja perawat yang panjang punya risiko yang cukup besar. Karena mereka harus berinteraksi intens dengan pasien yang tengah mereka rawat, para perawat rentan tertular penyakit. Apalagi ditengah wabah seperti pandemi corona saat ini. Tiap harinya, para tenaga medis seperti perawat berangkat bekerja sambil bertaruh nyawa.

Selama berjam-berjam tanpa henti, mereka harus tetap menggunakan pakaian protective lengkap demi mencegah infeksi. Bukan cuma tidak bisa ke kamar mandi selama berjam-jam, wajah dan pergelangan tangan mereka sampai terluka akibat terlalu lama menggunakan masker dan pakaian yang sangat ketat. Belum lagi kelelahan fisik dan emosional di tengah krisis seperti ini, pengorbanan mereka pasti sangat berat…

Belum lagi beban emosional yang harus ditanggung. Setiap harinya mereka harus siap melihat kematian pasien yang coba mereka sembuhkan

Beban emosional via www.businessinsider.com

Bukan cuma beban fisik yang ekstrem, profesi ini juga menuntut perawat untuk memiliki mental yang sangat kuat. Tiap harinya berhadapan dengan orang sakit, otomatis mereka juga harus siap berhadapan dengan kematian. Tiap harinya. Apalagi perawat-lah yang mungkin berinteraksi paling dekat dengan pasien-pasien ini di rumah sakit. Pasti bukanlah situasi yang mudah untuk dihadapi jika kondisi pasien yang mereka rawat menurun atau sampai meninggal dunia. Namun bagi para perawat, beban emosional yang sangat berat itu termasuk bagian dari pekerjaan.

Di tengah pandemi corona saat ini, tenaga medis seperti perawat pasti sedang menghadapi ‘perang’ yang tidak mudah. Berbeda dengan kita yang disarankan untuk sebisa mungkin tidak keluar rumah, mereka harus berangkat kerja berhadapan langsung dengan virus yang sangat menular. Buat para perawat, dokter, dan seluruh tenaga medis yang sedang bekerja, terus semangat dan tetap jaga kesehatan!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE