Titik Negatif: Hidup Saya Pernah Kacau dan Kelam. Penyelamatnya, Kesadaran

titik terendah adjie santosoputro

Saat menghadapi masalah demi masalah yang tak kunjung usai mungkin kita akan merasa terperosok ke dalam suatu titik terendah yang lebih dalam dari sekadar titik 0. Ketika kenyataan tak terjadi sesuai dengan keinginan, mungkin kita akan bilang “Ini adalah titik negatif,” atau bahkan “Ini adalah momen terendahku.” Sebaliknya, ketika sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan maka kita akan menyebut bahwa momen tersebut adalah momen positif yang menyenangkan.

Dulu saya juga sempat berkubang di pikiran yang serupa, tidak bisa melihat secara netral sehingga membenci hal buruk yang terjadi dalam hidup saya. Tumpukan masalah yang saya hadapi mirip baju yang digantung di belakang pintu, tak peduli setiap hari kita cuci, tumpukan tersebut muncul kembali. Bahkan, di suatu titik rasanya saya ingin menyerah saja dan enyah dari dunia yang ruwet ini. Namun, saya mungkin beruntung karena sisi saya yang lain mampu menyelamatkan saya dari energi tersebut.

Momen yang terjadi dalam hidup kita sebenarnya adalah sesuatu yang netral, titik terendah itu seperti ada dan tiada

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

I don’t pretend I’m more than I am. I'm just a regular guy and learning on being nothing