Saat ini persaingan di dunia kerja semakin ketat. Gelar sarjana saja tak cukup bergengsi, sehingga orang berlomba-lomba meraih gelar master yang lebih menjanjikan. Mungkin kamu juga salah satunya. Selain mencari ilmu, mendapat gelar di belakang nama adalah salah satu tujuan dari menempuh pendidikan tinggi. Tidak dapat disangkal bahwa semakin tinggi gelar yang kamu miliki, peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak.

Tapi gelar bukan satu-satunya penentu. Banyak skill lain yang dibutuhkan untuk bisa bersaing dalam pekerjaan dibanding dua sampai tiga huruf yang tercantum di belakang nama. Belum banyak orang tahu, di tengah persaingan gelar itu, masih ada pekerjaan bergaji tinggi yang bisa kamu dapatkan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada gelar sarjana atau IPK.

Tertarik?

1. Menjadi wartawan tak harus dari jurusan komunikasi atau jurnalistik. Asal kamu bisa menulis dan gigih mencari berita, kamu sudah memenuhi syaratnya

Jurnalis via ayobuka.com

Selama ini kamu mungkin mengira yang bisa menjadi wartawan adalah lulusan jurnalistik. Atau setidaknya jurusan komunikasi. Namun wartawan dan jurnalis adalah profesi yang terbuka untuk segala latar belakang. Yang terpenting ketangguhan untuk mengejar berita di segala situasi dan kemampuan untuk menulis dan menyampaikan informasi. Sementara ilmu mengenai kanal yang kamu ampu, bisa dicari sambil jalan melalui berbagai sumber yang tak mesti dari ruang-ruang kuliah. Meski tak langsung bergaji besar di awal permulaan, bila tekun meniti karir, menjadi wartawan bisa memberimu penghasilan besar.

2. Make up artist bukan pekerjaan yang terkenal bergaji tinggi. Tapi penghasilannya bisa bersaing, sementara modal awalnya hanya rajin-rajin belajar dandan dan browsing blog kecantikan

Advertisement

Makeup artist via makeupbridalschool.com

Untuk kamu yang suka dan jago berdandan, jangan sampai kemampuanmu terbuang sia-sia. Tidak semua bisa berdandan, karena itulah kamu memiliki banyak kesempatan. Menjadi make up artist mungkin terdengar kurang bergengsi, karena tak memberimu seragam ataupun penampilan kantoran. Tapi penghasilan tinggi bisa kamu dapatkan. Saat musim wisuda tiba, sekali merias seorang wisudawan, minimal 200.000 kamu dapatkan. Bila kamu sudah lebih profesional, kamu bisa merias pengantin, teater, hingga artis yang sebenarnya. Kalau sudah begini, jutaan uang bisa kamu kantongi setiap harinya.

3. Menjadi masinis ternyata hanya mensyaratkan ijazah SMA/SMK saja. Penghasilan sampai 6 juta/bulan bisa di tangan

Masinis via cahbrogo.net

Kereta api adalah salah satu transportasi utama di Indonesia. Karena itu, kebutuhan akan profesi masinis akan terus ada sepanjang waktu. Menjadi pengemudi kereta api ini tidak mengharuskanmu punya gelar strata satu. Apalagi gelar master ataupun doctor. Dengan ijazah SMA dan yang sederajat, kamu bisa langsung apply ke PT. Kereta Api Indonesia. Tapi tentunya, persaingan ketat harus kamu jalani, sebab PT. KAI memang hanya mengambil yang terbaik. Namun bila kamu sudah berhasil, gaji 5-6 juta perbulan bisa kamu dapatkan, belum ditambah uang jalan.

4. Teknisi mesin dan listrik adalah dua pekerjaan penting dan bergaji besar. Ternyata banyak juga yang sukses menjadi keduanya hanya dengan mengandalkan ijazah SMK

Teknisi listrik via finance.detik.com

Seorang teknisi bertugas memastikan mesin dan listrik berjalan sesuai fungsinya. Baik mesin dan listrik, adalah dua hal yang sangat penting sekaligus berbahaya. Di sebuah perusahaan, teknisi inilah yang akan memastikan semua aman terkendali dan membenahi bila ada masalah yang terjadi. Gaji yang tinggi sudah menanti karena pekerjaan ini sangat menentukan. Bahkan seperti yang dilangsir dari Detik, Forbes menyatakan Teknisi listrik sebagai pekerjaan dengan gaji tertinggi kedua. Namun kamu tidak harus memiliki ijazah teknik mesin ataupun teknik listrik. Dengan ijazah SMK di bidang yang sama, banyak orang yang sudah sukses menjalani keduanya.

5. Sama seperti masinis, menjadi pilot juga tidak mengharuskanmu punya gelar di belakang nama. Tapi soal penghasilan dan citra keren jangan lagi ditanya

Profesi pilot belakangan mulai menjadi pilihan banyak orang. Selain penghasilannya menjanjikan, menjadi pilot juga dianggap keren dan berkharisma sehingga mudah meyakinkan calon mertua. Hehe. Namun penghasilan yang tinggi ini dituntut tanggung jawab yang tinggi pula. Karena mengemudikan pesawat yang melayang di udara jelas tidak semudah kamu naik motor di jalan raya. Untuk menjadi pilot kamu tidak harus sarjana. Sama seperti masinis, kamu bisa memulai karir pilot dengan ijazah SMA. Tapi tentunya kamu harus melalui pendidikan menjadi pilot dulu yang prosesnya juga tidak mudah. Untuk menjadi pilot profesional, kamu diharuskan untuk punya jam terbang minimal 150 jam yang kamu tempuh dalam proses pelatihan.

6. Selain keren, pekerjaan fotografer juga sangat menjanjikan. Pengetahuan tentang teknik mengambil gambar tak hanya kamu dapatkan dari bangku kuliahan

Fotografer via dansplainephoto.com

Pendidikan formal seorang fotografer memang bisa diperoleh melalui institusi seni seperti IKJ. Namun untuk menjadi seorang fotografer, kamu tidak harus punya ijazah resmi. Sertifikat keahlian memang perlu, selebihnya keahlianmu lah yang lebih penting. Menjadi fotografer, kamu tentu harus paham teknik-teknik pengambilan gambar. Mulai dari pemilihan angle, pencahayaan, dan menangkap fenomena yang komersial. Skill-skill seperti ini dapat kamu pelajari secara otodidak dengan buku-buku fotografi yang sudah beragam. Sementara itu, peluang penghasilan menjadi fotografer lumayan menjanjikan. Bila kamu belum bisa menjadi fotografer seterkenal Andreas Darwis Triadi, pertama-tama kamu bisa menjadi fotografer pernikahan. Honornya lumayan. Semakin banyak jam terbang, tentunya honormu juga ada peningkatan.

7. Kata siapa menjadi manajer harus punya latar belakang kuliah manajemen? Berawal dari Management Trainee (MT), apapun gelar sarjanamu, kamu bisa jadi manajer suatu saat nanti

Management trainee via www.loreal.co.in

Program MT atau management trainee biasanya dibuka oleh perusahaan-perusahaan besar untuk mencari bibit-bibit sumber daya manusia yang bisa dijadikan jajaran manajerial di perusahaan kelak. Lowongan MT ini sudah sangat populer sekarang. MT sering dijadikan tujuan oleh para freshgraduated yang belum tahu hendak ke mana. Dalam posisi MT, tidak akan dipermasalahkan latar belakangmu sarjana apa. Toh, nantinya kamu bersama yang lainnya akan belajar bersama dari nol. Selain terbuka untuk berbagai gelar sarjana, MT juga menawarkan jenjang karir yang pasti dan cepat. Karena dididik langsung oleh perusahaan, kamu memang disiapkan untuk mengisi posisi-posisi penting dalam perusahaan. Jadi jangan heran kalau temanmu ada yang berasal dari jurusan Matematika, tiba-tiba jadi manajer sebuah bank.

8. Menjadi pengusaha tidak mengharuskan kamu punya gelar di belakang nama. Asal ada inovasi dan keuletan — habis perkara

CEO Tumblr via mashable.com

Profesi pengusaha terlihat sungguh mentereng dari luar. Anggapan bahwa seorang pengusaha haruslah punya ilmu dan gelar yang tinggi muncul dengan sendirinya. Karena mengurus bisnis sendiri tentu bukan persoalan sepele. Menjadi pengusaha tidak mensyaratkan ijazah yang setinggi-tingginya. Yang lebih diperlukan adalah kreatifitas untuk menawarkan sesuatu yang berguna, serta kegigihan mencari peluang. David Karp, CEO Tumblr, bahkan tidak lulus SMA. Sementara Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan dan Kelautan kita yang juga seorang pengusaha besar, drop out saat kelas 1 SMA. Banyak hal yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha. Gelar hanyalah sebagian kecilnya.

Tanpa gelar bukan berarti tanpa skill yang bisa kamu andalkan. Tetap ada usaha yang harus kamu lakukan mati-matian, tetap ada proses belajar yang tidak berkesudahan, juga ada perjuangan untuk mengejar kesempatan. Tidak perlu terpancang gelar. Karena dalam dunia kerja, segala hal bisa dimungkinkan. Tergantung pada kegigihan yang kamu pertaruhkan.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!