Di sini aku selalu mengingatmu dalam doa dan mengenangmu dalam rasa yang selalu membuatku nyaman dengan kehadiranmu di hidupku. Aku sadar atas apa yang aku rasakan tentang perasaan ini, tentang cinta ini. Karena mencintaimu dengan kesabaran yang tinggi tidaklah mudah, aku harus melawan semua ego dan rasa kecewaku. Mungkin kau tidak tahu apa yang aku rasakan tentang cinta yang ku pendam dalam diamku. Aku tahu perhatianmu kepadaku mengisyaratkan perasaanmu tapi itu yang terlihat nyata di mata kepalaku namun lebih aku tahu hatimu belum menyediakan tempat untukku menetap di sana.

Kadang ingin sekali aku memanggilmu dengan kata "sayang, tapi aku takut terlalu lancang, karena memang belum pantas aku ucapkan padamu. Hari yang berlalu selalu aku harapkan rasa dan waktu ini berpihak kepadaku dan mengabulkan keinginanku untuk bisa jadi kekasih hatimu bukan hanya penyejuk matamu.


Karena cinta adalah tentang perasaan bukan penglihatan.


Matamu mungkin bisa melihat beribu keindahan di luar sana tapi hatimu tidak akan merasakan kelembutan seperti yang aku tawarkan padamu. Aku tak akan memaksakannya padamu, biarlah rasa ini mengalir apa adanya dan jika kita ditakdirkan bersama, angkasa yang luas pun tidak akan bisa membendungnya. Maafkan aku yang lancang untuk berbicara begitu karena aku yakin cinta yang tulus dan sabar akan mengalahkan segalanya.

Aku berani berkata begitu karena rasa sayangku padamu, kamu telah mencuri hatiku dan aku ingin meminta hatimu baik-baik sebagai gantinya supaya dada ini bisa kembali tenang dan harapanku sesuai keinginan hatiku. Terakhir, aku ingin mengatakan kepadamu bahwa yang aku rasakan saat ini bukan hanya rindu semata tapi perasaan cinta yang menggelora.

Advertisement

Aku ingin membagi rasa itu bersamamu dan kita menikmatinya bersama suatu saat nanti. Semoga Sang Pencipta rasa ini merestuinya, kelak kau pun mengerti perasaan dan kasih sayang tulusku untukmu. Jagalah rasa ini jika suatu saat nanti kau kumiliki. Aku yakin kau tidak akan biarkan aku pergi. Aku ingin kisah ini abadi hingga nanti, saat dunia sudah tidak lagi milik kita.