Bentuk Komunikasi Verbal dan Non Verbal dalam Kehidupan Sehari-Hari

Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan dan komunikasi verbal ini banyak digunakan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari dalam berhubungan antar manusia guna mengungkapkan perasaan, pemikiran dan informasi serta menjelaskannya, sedangkan komunikasi non verbal merupakan proses komunikasi di mana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. 

Advertisement

Melalui komunikasi non verbal ini seseorang dapat mengetahui mengenai suasana emosional seseorang, pesan atau simbol-simbol komunikasi non verbal sangat sulit di artikan daripada simbol komunikasi verbal. dalam hal ini komunikasi sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari dan tujuan dari artikel ini bagaimana bentuk serta contoh komunikasi verbal dan non verbal yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

 

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup secara sendiri dalam kehidupan sehari-harinya, dalam aktivitas sehari-harinya manusia selalu berinteraksi dengan manusia lain lalu setelah itu akan terjadi interaksi sosial antar sesama, manusia saling berkomunikasi, dan seiring dengan perkembangan zaman ini komunikasi sangat menjadi penting dalam interaksi sosial, manusia akan terus berkomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung, dan interaksi sosial ini akan tercipta dengan adanya komunikasi baik komunikasi secara verbal maupun komunikasi secara non verbal, komunikasi sendiri adalah sebuah proses penyampaian pesan oleh komunikator (Seseorang yang penyampaikan pesan) dan komunikan (Seseorang yang menerima pesan tersebut), komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia dalam kehidupannya sehari-hari dan komunikasi adalah jembatan agar manusia dapat saling berhubungan.

Advertisement

 

Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang menggunakan kata-kata baik secara lisan maupun secara tulisan, Komunikasi verbal ini lebih banyak digunakan dalam hubungan antar manusia, melalui kata-kata dan dapat mengungkapkan perasaan dan emosi maupun pendapat, sedangkan komunikasi non verbal adalah semua isyarat yang tidak tersalurkan melalui kata-kata, pesan-pesan non verbal sangat berpengaruh terhadap komunikasi dan sulit ditafsirkan secara verbal.

Advertisement

 

Komunikasi verbal dalam kehidupan sehari-hari terutama di negara Indonesia sendiri menggunakan kata-kata yang spesifik untuk menjelaskan sejumlah situasi dan hubungan kekerabatan sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari dalam dunia pendidikan di universitas, ketika dosen menjelaskan di depan ruang kelas, dosen tersebut membacakan informasi mengenai materi yang dijelaskan, seorang dosen tersebut melakukan komunikasi verbal sebagai komunikator dan sebagai mahasiswa kita menerima pesan informasi mengenai materi yang disampaikan oleh dosen karena sebagai mahasiswa kita bertindak sebagai komunikan, dan komunikasi verbal seperti ini memiliki gangguan yaitu seperti saat sedang dosen menyampaikan informasi mengenai materi dan terdapat noise dari mahasiswa yang acuh terhadap penjelasan dosen tersebut maka komunikasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi tidak efektif dan apa yang disampaikan tidak dapat di mengerti.

 

Dan contoh lain ketika seorang mahasiswa sedang berbincang dengan teman sebayanya mereka berbincang mengenai hal yang privasi yang membicarakan mengenai kepribadian dari diri mereka masing-masing namun ketika salah satu dari antara komunikan dan komunikator membicarakan hal yang sensitif dan menyinggung mereka salah satu individu ini dapat mengutarakan perasaan serta emosi secara langsung dikarenakan komunikasi verbal secara langsung ini.

 

Namun juga terkadang ketika komunikator menyampaikan sesuatu dan sang komunikan mengalami salah paham terhadap apa yang disampaikan komunikator hal ini juga dapat menyebabkan sang komunikator membuat sang komunikan merasakan perasaan kecewa, serta satu contoh lagi mengenai komunikasi verbal berbentuk tulisan yaitu seperti ketika seorang individu bermain sosial media dan melakukan interaksi melalui digital seperti chattingan dengan individu lain serta bisa bertelfon dapat dikatakan sebagai komunikasi verbal juga.

 

Namun juga hal ini memiliki kelemahan yaitu kita tidak dapat mengetahui bagaimana ekspresi dan perasaan dari lawan bicara yang kita ajak berkomunikasi melalui komunikasi verbal berbentuk tulisan ini dan hambatan yang menjadi penghalang yaitu sinyal atau koneksi dari salah satu dari kedua individu yang saling berkomunikasi melalu telefon genggamnya.

 

Komunikasi non verbal, jenis komunikasi ini lebih sering terjadi ketika kita berhadapan satu sama lain antara individu dengan individu lain, dikarenakan ketika seorang mahasiswa dan mahasiswa lain sedang berbincang kita dapat melihat bagaimana tingkah laku dari lawan bicara kita, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana kondisi perasaan lawan bicara kita apakah ia sedang sedih atau sedang marah, dan ketika melakukan komunikasi non verbal melalui digital sering kali ketika menggunakan komunikasi non verbal ini menjadi tidak efektif sebagai contoh ketika kita sedang berbincang melalui sosial media kita melakukan chatting dengan individu lain dan secara tidak senjaga mengirim gambar emoticon sedih atau marah.

 

Lawan bicara kita akan berpikiran bahwa apa yang ia katakan itu menyakiti atau membuat sang lawan bicara marah sehingga muncul kesalahpahaman dari kejadian itu, dan contoh lainnya ketika kita mengajak komunikasi orang yang memiliki kondisi difabel pada contoh ini tentu saja kita tidak dapat menggunakan jenis komunikasi verbal pada lawan bicara kita yang memiliki keterbatasan ini oleh karena itu jenis komunikasi non verbal sangat cocok dikarenakan kita dapat menggunakan bahasa isyarat yang dapat dimengerti oleh lawan bicara kita sehingga dapat terjadi komunikasi yang efektif antara satu sama lain.

 

Dalam komunikasi non verbal ini lebih mengutamakan bagaimana reaksi dan eksperesi dari salah satu invidividu yang melakukan komunikasi dengan tingkah laku dari seseorang individu itu pun kita dapat mengetahui ekspresi mereka, dan kita sebagai ketika berbicara dengan lawan bicara kita patut memperhatikan tingkah lakunya agar apa yang kita sampaikan tersampai dengan sepatutnya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara satu sama lain, serta intonasi dan nada bicara kita dapat mempengaruhi bagaimana reaksi dari lawan bicara kita jika kita berbicara dengan nada yang tinggi kita dapat dianggap sedang emosi dan marah terhadap lawan bicara kita, dan satu contoh lagi mengenai komunikasi non verbal.

 

Ketika seorang dosen sedang menjelaskan materi di depan ruang kelas dan terdapat beberapa siswa yang asik mengobrol dan tidak memperdulikan apa yang disampaikan oleh dosen, dosen tersebut pun tidak memarahi beberapa muridnya itu melainkan dosen itu hanya melihat dengan tajam muridnya selama beberapa detik dan bisa juga dengan hanya meletakan jari di mulut seperi menyuruh diam, murid tersebut akan langsung paham dan akan langsung mendengarkan dosennya dengan baik, komunikasi tersebut merupakan komunikasi non verbal yang tidak menggunakan kata-kata.

 

Komunikasi verbal dan komunikasi non verbal saling melengkapi satu sama lain, komunikasi non verbal sering terjadi secara otomatis tanpa dapat kita atur sebagai contoh ketika kita sedang marah ataupun sedang sedih, dan komunikasi non verbal pun melengkapi komunikasi verbal sebagai contoh ketika kita menyampaikan suatu pesan dan tingkah laku ketika menyampaikan pesan tersebut seperti ragu-ragu maka lawan bicara pun akan merasa tidak percaya dengan apa yang disampaikan

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE