Pernah kucoba mengikuti semua keinginan orangtua, karena hati ini memang sejatinya tak pernah mampu untuk berkata tidak. Kadang aku berpikir, apakah semua keinginan orangtua harus diikuti meski itu memang tak melanggar agama dan norma-norma yang ada.

Bukan kali pertama aku pernah berdebat dengan orangtua hanya karena masalah perbedaan pendapat. Mulai dari permasalahan pendidikan sampai dengan hal yang remeh temeh. Tapi kali ini, perdebatan itu dimulai lagi, bukan masalah pendidikan lagi tapi masalah keinginan mereka untuk menimang cucu dan sampai pada ujungnya, aku harus mengalah lagi dan menerima wanita yang mereka ingin jadikan menantu.

Advertisement


Aku hanya seorang pria bodoh yang berprinsip, ridha Allah adalah ridha orangtua juga.


Memang aku menerima semua keinginan mereka karena aku tak pernah sanggup berkata tidak untuk mereka khususnya ibuku. Tapi aku juga memberikan syarat dan meminta waktu kurang lebih 3 bulan untuk memantapkan hati ini.

Belum genap tiga bulan, entah kabar baik atau buruk yang akhirnya aku memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan pilihan orangtuaku, dan yang pasti juga aku harus bisa meyakinkan mereka dengan argumen dan logikaku sendiri tanpa membuat mereka merasa kecewa.

Advertisement


Jodoh adalah tentang seberapa kau butuh, bukan seberapa kau ingin. Maka bersabarlah bila masih belum juga bersua dengan jodoh.


Dan pada akhirnya, aku juga menyadari bahawa masalah jodoh itu tak bisa dipaksakan, tak bisa ditebak dan tak bisa juga diduga. Dan yang pasti, aku tahu bahwa jodoh itu datang di saat kita membutuhkannya menurut Sang Pencipta. Di saat kita benar-benar sudah siap dan niat menikah hanya karena Allah dan bukan karena saat orangtua ataupun kita menginginkannya.


Allah akan mendatangkan jodohmu di waktu kau benar-benar telah membutuhkannya.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya