Hai…
Apa kabar? Mengejutkan bukan tak sengaja berpapasan denganku disini!
Aku pun terkejut hingga tak mampu berucap kabar.
Lidahku sontak sedikit keluh. Lama sudah tak melihatmu secara langsung, kau tampak lebih kurus dan dewasa kini.

Hai…
Kutebak kau masih mengenaliku, dari rautmu yg tampak sangat terkejut saat ini.
Setelah menahun kuhindari untuk tak sengaja maupun sengaja bertemu denganmu tampaknya hari ini takdir lebih kejam dari yg aku harapkan, karena nyatanya perasaan ini tak jua hilang setelah menahun lamanya kita saling menghindari.
Aku tak akan menanyakan bagaimana perasaanmu saat ini, karna melihatmu saja membuat tubuhku terasa kaku.

Advertisement


Mungkin kita sama-sama memiliki jutaan tanya yg kita pendam , tapi taukah kamu?
Selama ini aku sudah baik-baik saja, dan aku sudah terlalu sibuk memikirkan kewajiban-kewajiban ku hingga lupa pada apa itu kasih sayang dan ketulusan ..
Mungkin aku sudah menjadi monster jahat yg sama sekali tidak peduli pada orang lain.
Tapi setidaknya itu membuatku mampu melupakan bagaimana pahitnya takdirku dahulu.

Hai…
Ketidaksengajaan ini merugikanku,
Meski kita hanya sempat menukar pandangan tapi ini adalah suatu awal dari masalah baru bagiku.
Karena sisa dari pertemuan tak disengaja itu, hingga saat inipun kau terus muncul dipikiranku.
Aku pernah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak berada disekitarmu lagi. Karna hanya akan membuat kita menderita dan tersakiti karna perbedaan.


Lalu kenapa sekarang kau muncul dan meruntuhkan tameng yg bertahun-tahun aku bangun.
Membuat nafasku sesak membayangkan betapa banyaknya perbedaan di antara kita.

Advertisement


Hai…
Mimpimu dan mimpiku tidak pernah sejalan, bukankah ini sebenarnya alasan tepat untuk kita menyudahinya secara baik-baik.
Lalu kenapa kita tidak pernah dewasa dan saling menyalahkan. Saling menghindari dan pergi tanpa mengucap perpisahan.
Tak pernah sedikitpun terbesit difikiranku untuk menyalahkanmu ataupun memanfaatkanmu.
Tapi kau jahat memanfaatkan ketulusanku, kau tau? Betapa besarnya rasa cintaku padamu dahulu hingga tak tersisa lagi tempat untuk cinta kini.


Hai…
Selamat karena kau telah berhasil dengan mudah meninggalkan cerita tentang kita dahulu.
Selamat karena kau berhasil bahagia dan memasuki fase kehidupan ke tingkatan lebih tinggi dengan gelar suami.
Selamat bahwa nyatanya kehidupanmu tampak bahagia.
Maka kini kita sama-sama tau, bahwa sebenarnya tak ada yg pelu disalahkan. Hanya saja mungkin memang kita tidak berjodoh.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya