Tak tahu sampai kapan penantian ini akan terus berlanjut. Aku pun tak pernah tahu sampai kapan aku akan terus menantia dia dengan kesetiaanku. Apakah penantian dan kesetian ini akan berakhir dengan bahagia atau malah kekecewaan dan kesakitan. Entahlah, tapi satu hal yang pasti aku masih setia dan terus menantinya untuk menghalalkanku.

Tapi kadanag aku berfikir sampai kapan aku harus menanti dirinya, dan apakah aku sanggup untuk terus menantinya, apakah aku bisa bertahan dengan kesetian ini selama setahun, dua tahun, 5 tahun, atau aku malah menyerah dalam setengah penantianku. Semua itu tak bisa ku jawab, tapi satu hal yang pasti aku masih setia menanti dirinya.

Advertisement

Dibalik penantian ini aku berharap dia pun sama setia. Setia dengan diriku, setia dengan cintanya untukku, setia pada satu hati. Dan tak pernah ada orabg ketiga. Hanya ada aku dan kamu, bukan aku, kamu, dan dia. Dibalik harapan aku, aku sadar semuanyya sulit. Kenapa sulit? Mungkin sekarang ada cuman ada aku dan kamu, tapi lama kelamaan pasti ada aku, kamu dan dia. karna aku yakin kau pun pasti menggingikan ada seorang wanita di sampingmu untuk menemanimu dalam perjuanganmu untuk mengapai impianmu.

Tapi aku sangat berharap kepadamu, dan meminta kepadamu jangan ada orang ketiga di antara kita. Karna itu menyakitkan. Tolong jagalah janji kita untuk saling setia. Sampai kita bertemu nanti.

Walaupun jarak memisahkan kita, tapi hatiku hanya untukmu, danhanya kamu yang ada di hatiku. Karna kamu yang telah membangkitkan aku dari kesakitanku dan keterpurukanku. Terimah kasih telah membuat cerita baru dalam hidupku.

Advertisement

Hati yang menunggu rinduku untuk pulang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya