Puisi 1 : Sebuah Puisi Patah Hati
Aku tenggelam pada puisi-puisi patah hati yang tak pernah habis aku maknai
Menceritakan soal luka pada kedip spasi yang tak pernha mau berhenti
Mencurahkan semua kepiluan yang menyesak rongga dada pada sajak -sajak yang tak pernah kusuka sebelumnya
Â
Semenjak patah hati aku memang jadi suka puisi
Hal yang dulu kuanggap menggelikan, kini malah jadi hal yang paling menyenangkan
Tapi aku ingin berterimakasih padamu
Karena telah mengubahku menjadi seperti ini
Membuatku menemukan sisi lain dari diriku
Ternyata aku bisa mewakili hati-hati yang pernah terlukai dengan puisi-puisiku ini
Â
Jadi pernah bersamamu bukanlah waktu yang sepenuhnya kusesali
Maaf, aku masih saja menulis tentang kamu hingga hari ini
Meskipun aku tau ini semua tidak akan mengubah kita menjadi seperti semula lagi
Â
Puisi 2 : Rapuh
Hatiku ini sudah teranat rapuh
Berulang kali jatuh tersimpuh
Berulang kali kupaksa sembuh
Meskipun aku berteriak mengaduh
Â
Kamu masih tetap saja acuh
Perlahan kamupun mulai menjauh
Pahamku kini kamu mulai jenuh
Sakit ini harus sendiri ku rengkuh
Â
Berjalan mencari tempat berteduh
Sebelum seluruh jiwa ini rubuh
Sebelum sakit semakin menggerogoti tubuh, karena aku yang selalu berpura-pura teguh
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”