Tidak akan ada yang sama setelah perpisahan karena aku ataupun kamu sudah pernah merasakan sakit dan rasanya tidak ingin mengalaminya lagi. Tapi kamu terus memaksa untuk bersama. Tahukah kamu, jika aku terluka? Hal ini juga tak baik bagi dirimu. Aku yakin kamu pun pasti merasakan luka yang aku rasakan, bukan?

Berhentilah berpura-pura. Berhenti membuat semua seolah-olah terlihat sempurna. Lebih baik tentukan, yakinkan dirimu terlebih dahulu apakah kita masih perlu bertahan atau saling melepaskan kepergian. Tidak mungkin aku bertahan pada hubungan yang membuatku tidak nyaman. Semua memang terasa menyenangkan, tapi sebenarnya sudah ada jarak antara kita setelah perpisahan dulu. Jangan membuat dirimu tersiksa dengan mempercayai aku dan hubungan ini dengan setengah-setengah.

Advertisement


“Semuanya tampak menyenangkan, tapi sebenarnya sudah tercipta jarak antara aku dan kamu. Kamu sadar betul akan hal itu bukan? “


Saat kita bertemu, semua terasa canggung, bukan? Sudahlah, akui saja! Tidak perlu kamu berpikir bagaimana harus memperlakukan hubungan ini. Karena sorot matamu sudah menjelaskan apa yang sebenarnya kamu rasa. Layaknya ujian, mempertahankan hubungan yang tidak sehat akan meningkatkan konsentrasi dan menimbulkan rasa was-was jikalau nanti satu diantara kita melakukan kesalahan lagi. Karena belum ada perpisahan, makanya sekarang setelah ada semuanya jadi berbeda.

Aku tanpa sadar terus memandang kamu sebagai orang yang pernah menyakitiku dan kamu bisa jadi tidak menjadi dirimu sendiri karena ingin dapat kepercayaan lagi dariku. Memang hubungan kita pernah terjalin cukup lama sampai putus nyambung berkali-kali, namun rasanya mulai berbeda. Ibarat taman, kamu bukan lagi setangkai bunga yang mempercantik taman tapi kamu lampu malam yang bersinar tepat menjelang malam. Iya, cahayamu hanya sesaat menerangi hati ini.

Advertisement

Aku sudah mempersilahkan kamu untuk pergi dan aku pun sudah memberi tahumu tentang perasaanku padamu. Tidak perlu kamu memikirkan bagaimana aku tanpa hubungan ini lagi, karena sebelumnya pun aku mulai terbiasa sendiri namun hadirmu mengacaukan semua. Jangan menyiksa diri sendiri dengan masuk dalam lubang yang sama. Gagal untuk hal yang sama sekali saja sudah cukup jangan lakukan untuk kedua kalinya. Karena hanya akan menambah lukaku dan membuang-buang waktumu secara percuma.


Ibarat taman kamu bukan lagi setangkai bunga yang mempercantik taman tapi kamu lampu malam yang bersinar tepat menjelang malam, iya cahayamu hanya sesaat”


Harusnya kita menjadi sepasang ikhlas yang pernah saling cinta, kini harus melepaskan agar lebih bahagia. Karena kebersamaan kita menuai luka, dan sendiri adalah hal yang lebih baik untuk kita. Kita sudah pernah ditakdirkan untuk bersama namun kita gagal menuju kebersamaan itu dan lukaku sangat teramat dalam dan tidak bisa lagi bersamamu mewujudkan takdir itu. Kita pernah saling membutuhkan hingga sampai di saat paling ironis saat aku membutuhkan kamu malah kamu mencoba mengabaikan aku, dan kita hanyalah sebatas 'pernah' yang sudah tidak searah. Yang masih saling menghargai tanpa harus saling menyakiti.

Inilah kita yang harus berpisah sementara sampai luka ini sembuh, entah sampai kapan. Akupun tidak tahu! Biarkan saja hubungan ini memberi jeda pada maisng-masing dari kita untuk dapat memahami apa yang belum kita selami sampai saatnya nanti semoga tidak ada lagi kata menyakiti dan tersakiti.

Namun, bila saatnya nanti,  jika satu diantara kita lebih dulu menemui bahagianya sebelum sempat kembali, semoga kita tidak saling menuai benci meski pada akhirnya kita memutuskan asing dan menjalani kehidupan masing-masing. Mohon doakan kebahagiaan menghampiri kita meski bukan tentang kebersamaan kita selalu.


“semoga kita tidak saling menuai benci meski pada akhirnya kita memutuskan asing dan menjalani kehidupan masing-masing”


Karena aku yakin setelah kepergian salah satu diantara kita tidak akan ada yang mengubah apapun. Semuanya akan tetap baik-baik saja seperti sebelumnya, toh jika bersama pun tidak ada yang merasa terobati dalam hubungan ini. Oleh karena itu, biarkan aku belajar mengobati lukaku sendiri, melepasmu dengan jauh, memulihkan hati agar kembali utuh, dan membiarkan kita berpisah sementara, meskipun ini bisa jadi selamanya. Tak apalah aku sudah dapati bahagia bersamamu dulu dan luka pun telah aku emban. Kini biarlah perpisahan mengambil alih semua.

Sampai bertemu dikehidupan yang lebih baik, Sayang!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya