Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada – Sapardi Djoko Damono

Sepenggal Puisi Sapardi Djoko Damono yang sangat indah tentang cinta. Tapi cintaku padamu bukan sekedar puisi. Masih teringat jelas dipikiranku ketika pertama kali bertemu denganmu, kau yang begitu sederhana datang menghampiriku yang sedang kehujanan. Tanpa ragu kau berikan payung yang ada dalam genggamanmu dan berucap "ambil payung ini", dan berlalu meninggalkanku.

Esoknya aku menunggumu untuk mengembalikan payungmu yang ada padaku, tapi kau tak datang. Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, tak terasa aku sudah menunggumu satu bulan lamanya, tapi kau tak kunjung datang, kemanakah dirimu. Saat ini aku hanya ingin tahu siapa namamu, dimana kamu tinggal dan maukah makan bersamaku?. Ya, tanpa terasa aku mulai merasakan kehilangan, kehilangan orang yang tak ku ketahui namanya.

Tiga bulan sudah aku menanti kehadiranmu, aku sudah putus asa untuk dapat bertemu kembali denganmu. Dan, tanpa kusadari, aku menemukanmu! dengan jeans panjang dan kaus hitam kau duduk di sudut sebuah gerai fastfood. Tanpa ragu aku menghampirimu, dan dihadapanmu aku berkata "Ini payungmu yang kau pinjamkan padaku tiga bulan yang lalu.

Aku tidak peduli kau ingat atau tidak, tapi yang ku tahu aku selalu menantimu dan ingin bertemu denganmu. Bukan hanya untuk mengembalikan payung ini, tapi juga sebagai rasa terima kasihku, maukah kamu makan denganku?", aku menunduk tak siap dengan jawabanmu.

Advertisement

Kemudian sambil tersenyum kau berkata "Ya, silahkan duduk". Aku tak percaya dan hampir menangis mendengar jawabanmu. Dan hari-hariku yang indah pun dimulai. Terima kasih sayang, atas cinta yang kau berikan padaku. Makan bersamamu adalah hal paling indah bagiku.

Dari Wanitamu,

Yang tak pernah berhenti mendoakanmu