Rindu, mungkin itu yang sedang ku rasakan tapi mungkinkah aku boleh merindukan mu. Kau sudah bahagia disana dengan nya menata semua mimpi mimpi mu pernah kau bagi dengan ku. Semua rencana yang akan kita nikmati bersama telah kau ganti bersamanya. Bahkan telah ku dengar kabar akan hadir malaikat kecil yang akan menemani hidup mu. Dosa kah aku merindukan mu, aku hanya rindu. Rindu sosok mu yang selalu setia hadir temani ku, rindu akan tingkah laku mu yang selalu membuat bibir ini tertawa. Bukan aku ingin mengganggu kebahagian mu, hanya saja aku ingin menyapamu. Kalau pun menyapamu dianggap berdosa bolehkah aku melihat mu, melihat lalu mengulas kembali mimpi yang pernah kita coba bangun. Jika melihatmu pun masih berdosa tak apa, aku akan selalu mendoakan kebahagian mu bersama keluarga kecil mu. Aku tak pernah berharap kau akan mengingatku, cukup bagiku telah menjadi bagian masa lalu yang mungkin hanya luka yang membekas dihidupmu.

Rindu ini bukan lah penyesalan atas apa yang ku lakukan terhadap mu di masa lalu, rindu ini hadir begitu saja, aku tak bisa menolak nya, aku hanya menikmati nya dengan segala rasa sakit yang ku rasakan. Rindu ini juga lah membuat hati ini tenang melihat kebahagian mu meski tak terlihat oleh ku. Ya aku tak bisa melihatnya namun ku selalu mendengar cerita dari teman-teman, teman-teman yang tau sejarah kita berdua dan mereka lah yang menjadi saksi bagaimana aku mengecewakanmu. Kadang mereka juga yang membawa rindu ini terasa ketika ku berkomunikasi dengan mereka, berkumpul bahkan bertemu dengan tidak sengaja.

Advertisement

Sejujurnya banyak alasan rindu ini datang tanpa permisi, setiap kali kuteringat masa kuliah dan kota pelajar seakan dengan perlahan rindu ini menjalar kedalam nalar pikiran ku begitu cepat tanpa bisa ku halangi. Aku tak mampu berbuat apa-apa ketika rindu ini seolah-olah membawa ku ke sebuah masa dimana kita bersama, hanya ku bisa nikmati lengkap berikut rasa sakit yang ada.

Dan aku harus berterima kasih kepada rindu ini karena rindu ini yang mampu mengingatkan ku atas semua kesalahan ku kepada mu. Agar aku tak mengulangi kesalahan yang sama, terima kasih ku ucap kan untuk rinduku pada mu disaat ku tengah terasa terasing, tanpa sadar rindu ini juga yang membuat ku kuat, membuat ku berpijak agar terus melangkah mencapai kebahagian seperti yang kau punya. Rindu ini juga yang menjadi serotonin agar ku terus melaju menggapai mimpi-mimpi ku meski ku tak bersama mu.

Semoga ku dapat bertemu dengan mu bersama keluarga kecil mu bukan untuk saling melepas rindu namun saling bercengkrama keluarga bahagia mu dan keluarga bahagia ku dan melupakan semua yang terjadi agar rindu ini tak akan pernah kembali karena kita terlalu sibuk menyiapkan masa depan malaikat-malaikat yang ditipkan tuhan kepadamu dan kepadaku. Sampai saat itu tiba, akan ku nikmati segala rindu yang datang kepadaku, dan ku nikmati setiap luka yang ku rasakan setiap kali rindu ini datang.

Advertisement

Rindu, mungkin itu yang sedang ku rasakan tapi mungkinkah aku boleh merindukan mu. Kau sudah bahagia disana dengan nya menata semua mimpi mimpi mu pernah kau bagi dengan ku. Semua rencana yang akan kita nikmati bersama telah kau ganti bersamanya. Bahkan telah ku dengar kabar akan hadir malaikat kecil yang akan menemani hidup mu. Dosa kah aku merindukan mu, aku hanya rindu. Rindu sosok mu yang selalu setia hadir temani ku, rindu akan tingkah laku mu yang selalu membuat bibir ini tertawa. Bukan aku ingin mengganggu kebahagian mu, hanya saja aku ingin menyapamu. Kalau pun menyapamu dianggap berdosa bolehkah aku melihat mu, melihat lalu mengulas kembali mimpi yang pernah kita coba bangun. Jika melihatmu pun masih berdosa tak apa, aku akan selalu mendoakan kebahagian mu bersama keluarga kecil mu. Aku tak pernah berharap kau akan mengingatku, cukup bagiku telah menjadi bagian masa lalu yang mungkin hanya luka yang membekas dihidupmu.

Rindu ini bukan lah penyesalan atas apa yang ku lakukan terhadap mu di masa lalu, rindu ini hadir begitu saja, aku tak bisa menolak nya, aku hanya menikmati nya dengan segala rasa sakit yang ku rasakan. Rindu ini juga lah membuat hati ini tenang melihat kebahagian mu meski tak terlihat oleh ku. Ya aku tak bisa melihatnya namun ku selalu mendengar cerita dari teman-teman, teman-teman yang tau sejarah kita berdua dan mereka lah yang menjadi saksi bagaimana aku mengecewakanmu. Kadang mereka juga yang membawa rindu ini terasa ketika ku berkomunikasi dengan mereka, berkumpul bahkan bertemu dengan tidak sengaja.

Sejujurnya banyak alasan rindu ini datang tanpa permisi, setiap kali kuteringat masa kuliah dan kota pelajar seakan dengan perlahan rindu ini menjalar kedalam nalar pikiran ku begitu cepat tanpa bisa ku halangi. Aku tak mampu berbuat apa-apa ketika rindu ini seolah-olah membawa ku ke sebuah masa dimana kita bersama, hanya ku bisa nikmati lengkap berikut rasa sakit yang ada.

Dan aku harus berterima kasih kepada rindu ini karena rindu ini yang mampu mengingatkan ku atas semua kesalahan ku kepada mu. Agar aku tak mengulangi kesalahan yang sama, terima kasih ku ucap kan untuk rinduku pada mu disaat ku tengah terasa terasing, tanpa sadar rindu ini juga yang membuat ku kuat, membuat ku berpijak agar terus melangkah mencapai kebahagian seperti yang kau punya. Rindu ini juga yang menjadi serotonin agar ku terus melaju menggapai mimpi-mimpi ku meski ku tak bersama mu.

Semoga ku dapat bertemu dengan mu bersama keluarga kecil mu bukan untuk saling melepas rindu namun saling bercengkrama keluarga bahagia mu dan keluarga bahagia ku dan melupakan semua yang terjadi agar rindu ini tak akan pernah kembali karena kita terlalu sibuk menyiapkan masa depan malaikat-malaikat yang ditipkan tuhan kepadamu dan kepadaku. Sampai saat itu tiba, akan ku nikmati segala rindu yang datang kepadaku, dan ku nikmati setiap luka yang ku rasakan setiap kali rindu ini datang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya