Kisah "aku dan kamu"  memang belum lama, tapi aku merasakan banyak yang berbeda. Bersamamu hari terasa lebih singkat atau lebih tepatnya setiap detik bersamamu terasa nikmat. Berasal dari "aku dan kamu"  berubah menjadi “KITA”karena sebuah komitmen. Komitmen yang berasal dari hanya ingin saling mengisi sekarang berubah menjadi saling berada di sisi.


Aku bahagia bisa mengenal dan berteman denganmu atau lebih tepatnya lagi memilikimu. Kamu memang pria yang penuh dengan misteri, tapi aku menikmati semua misteri itu,masih banyak yang Kamu tutupi tapi secepatnya Kamu sendiri yang akan membuka tutup itu tanpa kuminta.


Advertisement

Kita bisa sejauh ini bukan karena kebetulan tapi karena rencana Tuhan.Walaupun kita tak tahu maksud Tuhan mempertemukan,tapi yang aku tahu disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Semoga saja Perpisahan kita yang direncanakan Tuhan itu hanya karena maut yang memisahkan. Ini bukan berlebihan,tetapi hanya naluri manusia yang ingin terus bersama dengan orang yang dicinta.

Aku harap bukan aku saja yang meminta ini kepada Tuhan, tetapi juga dengan dirimu walaupun yang Aku tahu Kamu belum mencinta sepenuhnya. Kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan, karena berharap dengan Manusia itu sangat menyakitkan, jadi aku sudah mempersiapkan diri untuk Kamu sakiti, bukan aku ikhlas untuk itu tapi lebih tepatnya adalah proses yang akan selalu dihadapi hati, siap tak siap itu akan datang menghampiri.

Terima kasih untuk saat ini Kamu membuatku percaya bahwa selain Ayah,ada lelaki lain yang bisa di cinta dan dipercaya,yang bisa melindungi diriku tanpa menyakiti,semoga keyakinanku tak salah,semoga hati tak meminta untuk pindah.Banyak kata "semoga" yang kupanjatkan kepada Tuhan. Semoga lagi aku tak berharap pada orang yang salah.

Advertisement


Terima kasih sekali lagi untukmu yang sekarang ada di hati, semoga Tuhan memberkati.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya