Banyak cara mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita cinta dan sayangi. Ada yang mengungkapkan secara lansgung, memuji melalui lagu dan puisi dan tak jarang pula menjalin hubungan dengan cara pacaran. Biarkanlah itu menjadi pilihan pribadi masing-masing. Bila kebanyakan orang menjalin cinta dengan cara pacaran, namun aku memilih jalan berbeda untuk kali ini.

Bukannya munafik, diri ini juga pernah menjalin cinta dengan cara pacaran. Tapi kini aku mulai berubah setelah memulai mengikuti beebagai kajian, perlahan tapi pasti ilmu yang kudapatkan pun mulai kuterapkan. Dahulu memegang tangan pasangan hal yang biasa, jangan kan hanya memegang berbuat lebih dari itu juga sudah tak asing lagi.

Advertisement

Bukan hanya aku saja, bahkan teman-temanku dahulu juga melakukan hal yang sama, bahkan mereka lebih "sadis" lagi. Ada yang bilang demi pembuktian cinta dan ada memang karena candu. Ya katanya, "cinta" itu bisa membuat candu dan merendahkan harga diri sendiri. Tapi bukankah setiap orang mempunyai kesempatan untuk berubah?

Kini biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri, dengan memohon kepada sang pemilik hatimu.

Mungkin sangat aneh bagimu, begitu juga denganku. Awalnya memang berat, mengubah ruang lingkup pertemanan sampai dengan memulai hidup baru lagi, tapi inilah yang disebut perjalanan hidup. Bukankah kita ingin hidup menjadi lebih baik lagi.

Advertisement

Biarkan diri ini mencintaimu dengan cara yang tak sama, mencintai lewat dekapan doa dan dalam dia. Jujur kuakui, sebenarnya aku ingin bersamamu namun tak ingin mendekatimu. Ketahuilah bahwa rasa takutku kepada Allah jauh lebih besar daripada rasa ingin memilikimu untuk saat ini. Sebab mendekatimu layaknya menggenggam mawar, harum dicium, elok dipandang namun menyakitkan bila digenggam.

Bila semua usaha yang kulakukan telah maksimal, semua kebutuhan pernikahan dan pasca pernikahan telah ada. Percayalah saat ini aku sedang berusaha sekuat tenaga untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Meski sebenarnya aku tahu betul, bahwa menikah itu sebenarnya murah dan mudah bila tak ada gengsi dan tradisi. Tapi aku juga tak ingin menikah hanya bermodalkan nekat dan cinta semata.

Aku hanya ingin menikah dengan cara sederhana dan bahagia bersama juga. Tak perlu mewah tapi tak membuat malu juga. Karena bagiku pernikahan adalah moment sakral yang tak perlu bermewah-mewahan dan tentu hanya ingin berharap menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya