Setiap pergantian tahun kita selalu menyiapkan resolusi. Tapi sebelum itu, pernahkah bertanya “apa kabar resolusi tahun sebelumnya?” Sebagian dari kita pasti sudah lupa. Kalaupun ada yang berhasil mengingatnya, mungkin ia kembali membuka catatan lamanya. Karena semua resolusinya tercatat rapi di sana.

Setiap hal yang sudah berhasil diraih diberi tanda cek list. Sementara yang belum diberi tanda berbeda atau dibiarkan kosong tanpa tanda. Resolusi yang belum dapat terwujud di tahun itu kembali di tulis dalam lembaran kosong dengan harapan dapat diwujudkan di tahun berikutnya. Sedikit revisi itu perlu lho. Nggak cuma skripsi aja yang perlu di revisi. Resolusi pun juga demikian.

Advertisement

Ketika ada yang belum berhasil terwujud, maka dapat dilakukan evaluasi. Terutama pada diri sendiri. Melihat lagi dan bertanya mengapa ini belum bisa terealisasi? Dengan begitu diri sendiri jadi tahu apa yang perlu diperbaiki.

Jadi setiap pergantian tahun, tidak melulu membuat resolusi baru. Coba buka kembali catatanmu atau ulik lagi ingatan terdalammu. Mungkin ada hal-hal yang belum berhasil terwujud di sepanjang tahun itu atau sebelumnya. Kamu hanya perlu sedikit me-review-nya kemudian mengevaluasi lalu menuliskannya kembali. Nggak ada yang salah kok membuat resolusi baru setiap tahunnya. Terutama untuk hal-hal yang besar dan itu sangat berpengaruh pada hidupmu kemudian.

Tapi nggak ada salahnya juga kan menuliskan ulang resolusimu di tahun sebelumnya untuk di letakkan di daftar teratas resolusimu tahun berikutnya? Bukan seberapa banyak resolusimu, tapi apa tindakanmu terhadap resolusi itu yang menjadi poin pentingnya.

Advertisement

Resolusi tidak akan terjadi bila tidak ada aksi. Jangan lupa pula untuk menentukan fokus utamamu atau prioritasmu. Urutan teratas adalah hal yang harus menjadi prioritasmu. Apalagi bila itu sudah terlalu lama tertunda di tahun-tahun sebelumnya.

Semoga dapat segera terwujud yaa!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya