Berawal dari kepo buka-buka hape istri, di salah satu percakapan whatsapp saya menemukan perbincangan cukup seru. Istri saya bertukar pandangan mengenai wirausaha bersama temannya, lalu sampailah pada pernyataan “saya nggak punya bakat usaha” dari lawan chattingnya itu. Memang  tidak ada yang aneh dengan kalimat tesebut, cukup  sering mendengarnya dari orang-orang sekitar saya. Karena seringnya itu, saya tertarik mengangkatnya dalam sebuah tulisan.

Arti wirausaha

Advertisement

Pada mulanya wirausaha adalah kemampuan mengkonversi sumber daya yang dimiliki menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Sebelum penemuan uang pada tahun 1782 di Mesopotamia, manusia menggunakan sistem barter untuk melakukan perdagangan. Seseorang menukarkan barang atau jasa yang dimiliki untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan, dengan cara itu manusia di zaman tesebut bisa bertahan hidup. Karena kemampuannya menukarkan barang, maka dia telah berwirausaha.

Orang yang berwirausaha membawa naluri bertahan hidup, dan ini dimiliki setiap orang. Manusia di zaman sekarang mengusahakan segala sumber daya yang dimiliki demi mendapatkan uang untuk dibelanjakan kembali pada sesuatu yang dibutuhkan. Guru yang melamar ke sekolah menawarkan kompetensinya untuk bisa dipergunakan di sekolah tersebut, lalu terjadilah proses belajar mengajar, di akhir bulan menerima gaji; Begitupun buruh yang berharap kemampuannya bisa dimanfaatkan pabrik; kuli bangunan yang menukarkan tenaganya dengan uang. Semuanya mempunyai bakat wirausaha.

Wirausaha adalah pilihan

Advertisement

Sebagaimana bentuk pekerjaan lain seperti guru, polisi, karyawan pabrik- wirausaha pun juga pilihan. Menjadi pengusaha tidak sama seperti menjadi penyanyi yang mensyaratkan suara bagus atau tahu nada yang dibawa sejak lahir. Dibalik pemilihan itu, tentu saja ada proses yang menentukan siapa menjadi apa:pengajaran di sekolah, pendidikan dari orang tua atau lingkungan sekitar.

Namun, mengatakan “hanya yang bakat wirausaha yang boleh wirausaha” saya rasa kurang tepat, karena semua orang berbakat untuk itu. Tinggal bagaimana cara kita mengolah diri untuk bisa berwirausaha, seperti  bergaul dengan pelaku usaha, belajar lebih banyak tentang kewirausahaan, dan yang paling penting adalah mencoba memulai berwirausaha.

Kabar baiknya, banyak orang-orang introvert yang sepertinya tidak bakat wirausaha namun sukses dalam pencapaiannya menjadi seorang pengusaha. Kita tahu ada warren buffet  yang berhasil menjadi orang nomor 4 tekaya di dunia pada tahun 2013, Steve Wozniak yang menemani Steve Job membesarkan Apple, Marissa Mayer yang terang-terangan mengaku pemalu dan berhasil menduduki jabatan CEO Yahoo!.

Mereka yang berhasil sekarang bukan tidak punya kekurangan. Mereka sama seperti  kita, berangkat dari titik yang sama yaitu ketidaktahuan dan ketidakmampuan. Lalu tumbuh, memilih, dan belajar terus menerus. Karena, belajar tanpa henti akan mengantar siapapun ke puncak keberhasilan.  

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya