Siapa sih yang belum tahu akan kata literasi? Literasi menruut KBBI adalah kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Jika berbicara tentang literasi, identik dengan kegiatan membaca dan menulis. Menurut UNESCO, literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi dapat meningkatkan kulaitas hidup seorang individu, masyarakat, hingga dapat memberantas kemiskinan. Literasi merupakan kunci untuk terjaminnya pembangunan keberlanjutan. Namun, apakah di Indonesia saat ini sudah membudayakan literasi?

Indonesia, negeri yang sudah 74 tahun merdeka ini, nyatanya memiliki tingkat literasi yang rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Menurut ranking “World’s Most Literate Nations” yang dipublikasikan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, Indonesia berada pada urutan terbawah, hanya lebih tinggi dari Bostwana. Fakta tersebut menunjukan bahwa masyarakat Indonesia jarang sekali membaca dan menulis.  Hal ini merupakan hal yang sangat miris, mengingat literasi memiliki efek yang sangat besar terhadap masa depan negeri ini

Advertisement

Jika tingkat literasi di Indonesia tidak segera diatasi, maka banyak dampak yang akan terjadi. Hal pertama yang akan terdampak ialah di bidang perekonomian, dengan rednhanya literasi maka angka pengangguran akan meningkat akibat kalah bersaing dengan tenaga kerja asing yang biasanya memiliki skill yang lebih tinggi. Terlebih lagi saat ini, Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Revolusi Industri 4.0 yang dimana kita dituntut untuk memiliki kelebihan untuk dapat bertahan dan bersaing dengan negara-negara lain.

Angka pengangguran yang tinggi tersebut juga akan mengakibatkan tingginya angka kriminalitas, kemiskinan, dan secara tidak langsung juga meningkatkan angka putus sekolah. Fenomena ini memberikan beban tersendiri bagi kerabat ataupun negara karena masyarakat dengan literasi yang rendah sulit menjadi mandiri dan bergantung pada orang lain dari segi ekonomi. Tidak hanya itu, literasi yang rendah juga akan menurunkan produktivitas dan meningkatnya beban biaya kesehatan.

Darurat literasi yang terjadi pada Indonesia saat ini merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai suatu bangsa, bukan hanya pemerintah tetapi juga kita sebagai masyarakat.  Banyak cara dapat kita lakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Yang pertama adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, sebenarnya banyak sekali media yang dapat digunakan untuk miningkatkan minat baca, mulai dari video edukasi, poster infografis, hingga situs-situs berita. Terlebih lagi, saat ini telah ada buku elektronik atau yang biasa kita sebut dengan e-book yang dapat kita buka kapan saja melalui gawai atau perangkat elektronik lainnya.

Advertisement

Yang kedua ialah dengan membiasakan budaya membaca dan menulis sejak dini, dengan membiasakan membaca sejak dini diharapkan minat baca dapat tumbuh pada anak dan bertahan hingga dewasa.

Yang ketiga adalah dengan menciptakan program literasi dengan biaya rendah, masyarakat di Indonesia terkadang terhalang oleh kondisi ekonomi ketika ingin membeli buku karena harganya yang cukup mahal. Perpustakaan yang disediakan pemerintah memang sudah cukup membantu, namun tidak selalu buku yang dicari dapat ditemukan di perpustakaan atau memungkinan juga karena jarak tempat tinggal dan perpustakaan yang jauh membuat masyarakat enggan untuk pergi kesana.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai bangsa yang besar mulai menanamkan kembali budaya literasi. Dengan meningkatnya literasi, terntunya Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju dan lebih sejahtera daripada saat ini. Untuk meningkatkannya memang tidaklah mudah, namun perlahan tapi pasti, jika kita terus berusaha utnuk membudayakan dan menamankannya tingkat literasi di Indonesia pasti akan meningkat tahun demi tahun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya