Dear Para Perempuan yang Menyandang Status Janda, Ingatlah Kamu Juga Berhak Bahagia

Janda berhak bahagia

Di Indonesia stereotip tentang janda masih buruk. Sering kali janda dianggap sebagai perusak rumah tangga orang. Pada dasarnya tidak ada seorang wanita pun yang ingin menjadi janda, namun jika Tuhan telah menakdirkan demikian maka syukuri, terima dirimu apa adanya, tak perlu berkecil hati karena kamu termasuk orang-orang hebat yang terpilih untuk menjalani skenario-Nya.

Advertisement

Kamu wanita kuat

Menjadi janda dari suami yang meninggal ataupun bercerai adalah kondisi yang berat, kau harus menjadi ibu dan sosok ayah sekaligus, pemberi nafkah dan pengatur rumah tangga sekaligus. Kau merasa tak akan mungkin bisa, bekerja sedari pagi hingga petang, segala macam pekerjaan kau ambil untuk menghasilkan uang, di waktu yang sama kau juga harus menjaga rumah agar tetap rapi, baju-baju anak yang telah dicuci dan diseterika, antar jemput sekolah, terasa berat dilakukan seorang diri tapi kenyataannya kau bisa, kan. Tuhan memberimu bahu yang kuat, tangan yang mampu meraih bintang di langit dan kaki yang tetap mengakar di tanah. Kau kuat, kau mampu, kau hebat.

Kamu wanita hebat, anak bangga padamu

Advertisement

Pernikahanmu telah berakhir namun kau masih mempunyai hubungan baik dengan keluarga mantan suamimu, itu adalah suatu kehebatan. Kau mampu menahan ego, mengedepankan silaturahmi, dan memberi kebahagiaan dalam bentuk lain kepada anak. Memilih berkawan dengan mantan suami dan berjanji untuk saling membantu untuk masa depan anak, kalian berdua sangat hebat memberi contoh kepada anak, ia sangat bangga padamu.

Istirahatlah jika lelah

Advertisement

Menjadi kuat dan hebat tidak selalu harus menopang beban setiap waktu di pundakmu, istirahatlah. Bumi akan terus berputar, jam akan selalu berdetik, denyut jantungmu dan anak-anakmu akan selalu berdetak, istirahatlah. Lepaskan semua air mata jika perlu menangis, carilah bahu jika perlu bersandar. Kau bukan robot yang tak punya hati. Tak ada yang lebih berharga dari waktu, raga dan batin yang sehat. Hindari bekerja terlalu keras fokus pada pendapatan hingga melupakan waktu berdua dengan anak. Anak tak hanya butuh uangmu, tapi juga hadirmu dalam setiap langkah hidupnya. Kau perlu istirahat untuk melanjutkan kehidupanmu selanjutnya.

Kamu cantik, kamu pantas untuk dicintai

Memiliki anak ataupun tidak dari pernikahan sebelumnya, kamu tetap anggun menawan dan akan selamanya cantik. Tidak perlu mengutuk diri dengan nasib buruk, pernikahan yang gagal, pekerjaan yang semrawut, hingga kau berpikir tak akan ada yang mau mencintaimu. Itu salah.

Kamu masih dikelilingi orang-orang yang menyayangimu. Keluarga, anak, sahabat yang selalu ada untukmu. Tebarkan senyuman, kebaikan, isilah hari-harimu dengan kegiatan yang positif. Tidak ada hasil yang menghianati usaha, Tuhan telah menyiapkan kejutan baik dibalik itu semua. Percayalah.

Menikah lagi atau tetap melajang itu adalah pilihan terbaikmu, demi bahagiamu

Tak perlu risau dengan omongan tetangga tentang statusmu, tentang berapa lama kau melajang, tentang pekerjaanmu, tentang pernikahan keduamu. Hak mereka untuk mengomentari hidupmu, namun kewajibanmu adalah melanjutkan kehidupan yang lebih baik dari hari kemarin. Jika menjadi lajang adalah tujuan hidupmu, berbahagialah kau pantas untuk dicintai anakmu dan orang-orang di sekitarmu, memberi manfaat besar bagi mereka. Tuhan akan memberimu bahu yang sangat sangat sangat kuat untuk menjalaninya.

Jangan tutup hatimu untuk menerima cinta dari orang baru, kau pantas untuk dicintai, kau pantas untuk bahagia. Jika menikah lagi adalah pilihanmu, hindari menikah hanya karena ingin menghilangkan status janda. Sebelum memberi sosok ayah baru kepada anakmu, kau harus bisa menempatkan dia di hatimu terlebih dahulu. Jangan gegabah untuk menerima pinangan laki-laki lain sebelum hatimu siap. Siap untuk mencintai dan dicintai, siap untuk tetap bertahan pada situasi tersulit, siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga, sekali lagi.

Jika keinginanmu untuk menikah lagi sangat kuat namun jodoh belum terlihat, maka bersabarlah. Nikmati waktumu dengan anak, dengan orangtua, dengan sahabat. Segala usaha yang kau upayakan, segala doa yang selalu kau rapalkan, semua akan didengar oleh Tuhan. Kebahagiaan akan datang tepat pada waktunya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE