Hamil adalah salah satu bentuk berkah yang dianugerahkan hanya untuk kaum hawa. Namun, sayangnya tak semua wanita dapat merasakan nikmat ini dikarenakan satu dan lain hal. Lalu, bagaimanakah proses kehamilan ini dapat terjadi? Mari kita cari tahu!

Pertama

Advertisement

Agar dapat hamil, seorang wanita memerlukan sel telur, rahim yang sehat, serta sperma yang dihasilkan laki-laki untuk membuahi sel telur tersebut. Saat yang tepat untuk proses pembuahan sendiri umumnya terjadi pada 2 minggu sebelum jadwal menstruasi atau pada hari ke 12 hingga 16 setelah hari pertama menstruasi. Peristiwa munculnya sel telur satu kali selama sebulan ini disebut ovulasi.

Saat berovulasi, kantung-kantung folikel di dalam ovarium yang berisi sel-sel telur akan menjadi matang dan pecah, sehingga sel telur di dalamnya tadi terlepas keluar. Setelah itu sel telur akan merayap melalui tuba fallopi (saluran penghubung rahim dan ovarium) sejauh 10 cm menuju rahim.

Sel telur yang sampai dan berdiam di tuba fallopi akan menghasilkan suatu hormon yang membantu rahim untuk menebalkan lapisan dindingnya. Proses tersebut berguna untuk mempersiapkan proses terjadinya kehamilan. Jika selama masa ovulasi sel telur tidak dibuahi oleh sperma, maka lapisan tebal dinding rahim akan meluruh perlahan sehingga terjadilah menstruasi. Nah baru tahu kan kamu?

Advertisement

Selanjutnya

Lalu terjadilah proses pembuahan atau yang biasa dikenal dengan fertilisasi yang terjadi melalui hubungan seksual antara laki-laki dan wanita. Perlu diketahui saat seorang wanita memasuki masa ovulasi, ia akan menjadi sangat bergairah dan muncul daya tarik untuk memikat lawan jenis untuk berhubungan seksual. Proses inilah yang akan akan membuat laki-laki mengeluarkan air mani yang mengandung sel sperma.

Apabila sel telur berhasil dibuahi, maka akan langsung mengubah bentuknya menjadi cikal bakal janin (zigot). Ingat, zigot tidak akan lagi bisa dimasuki oleh sel sperma lain selama 9 bulan ke depan. Tidak perlu menunggu lama, saat proses pembuahan kita sudah dapat mengetahui jenis kelamin sang jabang bayi lho.


Lalu faktor apa yang menentukan jenis kelamin si jabang bayi? Ternyata jawabannya ada pada proses pembuahan, jika yang membuahi adalah sperma dengan kromosom Y, maka anak akan berjenis kelamin laki-laki dan begitupun sebaliknya.


Ingat, sel telur wanita hanya dihasilkan satu bulan sekali di masa ovulasi, berbeda dengan para pria. Waktu yang diperlukanpun tergolong singkat,anya bertahan selama 24 – 72 jam di masa subur wanita. Hal ini berarti, kesempatan terjadinya kehamilan hanya ada sekali di setiap bulannya. Bentuk sperma sendiri adalah berupa sel-sel serupa kecebong mini ini yang akan menghasilkan sebanyak 40 juta setiap kali berejakulasi, namun hanya 1 yang nantinya akan menjadi sel telur. Saat ejakulasi, sperma dapat berenang sekitar 10 ml/jam dalam menempuh perjalanan lebih dari 30 cm menuju sel telur.


Lingkungan asam vagina yang mematikan sperma dan lendri serviks yang sulit ditembus adalah hal-hal yang akan mengeliminasi 39.999.999 sel sperma. Di sinilah hanya satu yang cukup kuat untuk menembus dinding sel telur menuju intinya, kemudian membuahinya. Luar biasa kan?


Proses kehamilan

Proses yang terakhir adalah perjalanan zigot yang berdiam sekitar 3 hingga 4 hari di tuba fallopi hingga menuju rahim. 24 jam setelah dibuahi, zigot akan mulai membelah diri menjadi sel-sel yang sangat banyak, yang kemudian disebut embrio. Selama perjalanan menuju rahim, embrio akan terus membelah, sebelum kemudian menempel dan tertanam pada dinding rahim seorang wanita.


Lalu, dari waktu ke waktu, dinding rahim seorang wanita akan terus menebal hingga si jabang bayi lahir, hal ini berguna untuk melindungi janin.


Bagaimana, bukan proses yang mudah bukan? Proses ini benar-benar butuh berkat tuhan. Setuju?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya