Aku kembali memikirkanmu, pikiranku membuat jari-jariku ingin mengenalkanmu kepada perhatian orang-orang yang membaca isi hatiku tentangmu. Entah kenapa aku masih belum bisa melupakanmu. Kamu, ya orang asing saat aku mulai menginjakkan kaki di perkuliahan kita, menghabiskan banyak waktu bersama dan mulai perlahan mencuri semua perhatianku kepadamu.


Apa kabar dirimu sekarang? Sudah sejauh mana kamu melupakan kenangan kita?


Advertisement

Apakah hari-harimu sesibuk hariku yang memikirkanmu? Pikiran yang selalu mengganggu dan mengusik hariku membuatku ingin sekali pergi mencarimu. Yaa.. mencari jejakmu walaupun aku tahu itu akan membuatku tertawa geli karena kebodohanku.

Hatiku ternyata tak sekuat bibirku yang terus memintamu pergi, sampai sekarang aku ga pernah tahu virus atau mikroorganisme apa yang hinggap di otakku dan meluluhlantakkan badan dan jiwaku sampai aku tidak mampu berdiri menatapmu, dan mungkin oksigen didalam otak dan darahku tak lama lagi akan menurun karena ingatanku memanggil mimpi-mimpi, ilusi dan halusinasi sampai tidak meninggalkan ruang sedikitpun.

Kepergianmu menyisakan banyak hal terjadi di hidupku, kamu mengajariku banyak hal yang sebelumnya tak pernah ku lakukan, mulutku mulai bergumam sendiri tanpa alunan musik.

Advertisement


Padahal sebelumnya aku menciptakan angan yang begitu tinggi untuk bernyanyi bersamamu, lagu perjuangan kita disaat masalah datang bertubi-tubi kepada kita, dan saat kita menyanyikannya langkah kita semakin kuat untuk melaju, kemudian ingin ku titipkan angan itu kepada merpati yang terbang untuk menyampaikannya kepadamu saat dirimu tak didekatku.


Mataku menatap kejauhan yang sangat kelam dan meyongsong seribu kekosongan bagaikan didalam terowongan yang gelap ketika itu hanya bantuan otot-otot mataku yang berdilatasi untuk mencarimu. Padahal sebelumnya aku membangun sejuta keindahan di dalam khayalanku untuk mencarimu di tengah keramaian saat kita memakai baju kebesaran dan topi bertali diatas kepala kita.

Dan lebih menakutkan lagi, kamu menjatuhkan nilai ambang batas pendengaranku yang sering berbisik sendiri didalam telingaku. Padahal sebelumnya kamu adalah orang satu-satunya yang menawarkan satu kebahagiaan yang membuat perempuan mendengarkan ingin menangis haru dengan mata berkaca-kaca sambil mendengarkan lagu "Beautiful in White" dengan gaun putih yang menutupi ujung jari-jari kakiku dan menyapu pandangan semua orang saat ku berjalan dititik tengah dengan sambutan hangat dari genggaman tanganmu yang "hangat" dihiasi jas hitam dan dasi yang menghiasi ketampanan dan kegagahanmu.


Terimakasih untuk sejuta keindahan angan dan khayalan yang telah kamu lontarkan saat itu, semakin ku terus mengingat itu semua membuat paru-paruku berkontriksi semakin hebat dan menekan jalan nafasku.


Untukmu, yang ku sia-siakan, pergilah temukan satu kebahagiaan yang sejati <3

*EMT

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya