Apa yang aneh dengan nonton dan makan sendirian?

Di masyarakat kita, ada semacam aturan tidak tertulis yang menyatakan bahwa kalau ada orang yang terlihat nonton sendirian atau makan sendirian itu adalah aneh, kasian, dan tidak lazim. Hal ini rasanya terjadi karena secara umum orang lebih familiar melihat adegan nonton bioskop dan makan di restoran itu beramai-ramai atau minimal berdua.

Advertisement

Tulisan ini tidak bermaksud membenarkan atau menyalahkan salah satu pendapat sih, hanya mau mengajak berpikir lebih dalem aja. Standar bersenang-senang dan hiburan tiap orang itu beda-beda. Ada yang menikmati kegiatan outdoor, ada yang lebih nyaman baca buku di kamar, ada yang suka pergi ke luar kota, dan masih banyak lagi.

Makan dan nonton itu adalah kegiatan yang kita sama-sama tau bisa jadi cara untuk bersenang-senang melepaskan penat dan santai sejenak dari rutinitas sehari-hari. Tentunya selain makan dan nonton, banyak pilihan lainnya. Cuma biasanya, pilihan makan dan nonton ini seringkali kita temukan di kota-kota besar yang memang daerahnya minim pilihan tempat wisata lain.

“Lo udah nonton, Critical Eleven belom?”

Advertisement

“Udah kemarin.”

“Yah kok ga ngajak sih, sama siapa?”

“Sendiri aja.”

“Hah? Ngapain sih lo nonton sendirian?!”

Keheranan macam dialog di atas lumayan sering ditemukan. Seolah nonton sendiri adalah sejenis dosa kecil yang harus dihindari. Yah ga beda jauh dengan ketika kita lagi di restoran bareng temen-temen atau pacar lalu liat orang yang lagi makan sendirian, mungkin sadar ga sadar akan nanya dalam hati, "Kenapa ya dia sendirian banget?"

Nah, masih adanya orang memandang aneh kegiatan makan dan nonton sendirian, justru itulah yang merupakan hal aneh.


Kenapa kok kesannya bersenang-senang itu adalah konsep yang seolah-olah tidak bisa dinikmati sendirian?


Padahal siapa yang tahu kalau si orang yang lagi makan sendirian di kafe itu lagi senang banget karena akhirnya menemukan waktu untuk meneruskan proses nulis bukunya yang tertunda. Siapa yang tahu kalau si orang yang nonton bioskop sendirian itu justru bahagia minta ampun bisa nonton film yang dia tunggu-tunggu tanpa gangguan orang lain.

Kadang tanpa sadar kita sibuk bergaul sana sini, interaksi dengan banyak orang, malah jadinya lupa catch up dengan diri sendiri. Ini moment penting yang seringkali lumayan terlupakan loh. Padahal kita juga butuh waktu untuk detox dari keramaian dan ngobrol sama diri sendiri tentang berbagai macam hal. Gimana kegiatan sehari-hari kita sejauh ini, suka atau engga, nyaman atau engga, cek-cek lagi apa saja mimpi yang masih tertunda, wishlist apa yang masih tersisa, pengen makan apa yang udah lama ga kesampaian, mungkin selama ini sibuk ngikutin maunya orang lain, keinginan diri sendiri jadi terabaikan.

Sekali-kali coba deh luangin waktu untuk sendiri, rasakan betapa asiknya traktir diri kita sendiri, saksikan bahwa ternyata ada juga rencana hidup yang seru untuk disusun tanpa intervensi orang lain, dan rasakan betapa nikmatnya pilih ini itu tanpa mesti bertanya pendapat pihak lain. Tidak perlu buang-buang waktu khawatir dengan apa yang orang pikirkan tentang kita saat menikmati waktu luang sendirian. Lebih baik waktunya kita pakai fokus buat enjoy the moment.


Perlahan kita jadi bisa lihat bahwa bersenang-senang itu ga harus tergantung sama orang lain.


Nanti ketika saatnya kita kembali lagi berinteraksi dengan banyak orang, kita jadi lebih kenal dengan diri sendiri, lebih menghargai keperluan diri kita, serta lebih tau prioritas dalam hidup ini. Karena modal utama percaya diri adalah nyaman dulu dengan diri sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya