Pernahkah Anda merasa sendiri, padahal ada begitu banyak orang di sekeliling Anda? Saya pernah mengalaminya. Barangkali modernitas telah mengubah perasaan sepi yang selama ini identik dengan kesendirian ke dalam wujud yang berbeda. Rasa itu turut berevolusi.

Kesepian itu menyangkut rasa personal. Sesuatu yang timbul karena merasa sendirian. Itu berarti bukan ketika seseorang benar-benar sendiri. Mungkin ada begitu banyak orang di sekitarnya, tetapi ini tidak menutup kemungkinan seseorang merasa sendiri. Tidak diperhatikan dan dianggap keberadaannya.

Advertisement

Ada begitu banyak orang, tetapi tidak ada seorang pun yang benar-benar peduli? Perasaan itu bisa muncul karena berbagai alasan. Merasa dicampakkan, lantas ditinggalkan. Berharap kehadiran seseorang, tetapi tak kunjung datang. Ingin berbagi, namun tidak ada yang mau mendengar. Ingin dimanja, namun semua orang pergi dan masih banyak yang lainnya.

Kesepian bukan hanya bisa menghinggapi orang-orang sensitif, tetapi juga mereka yang terlihat tegar dalam berbagai keadaan. Menurut saya, justru orang-orang seperti ini yang dapat mengalami perasaan sepi ‘akut’. Semua orang menganggapnya kuat dan tidak ada masalah dengan hidupnya. Padahal, rasa untuk diakui, didengar, diperhatikan itu adalah kebutuhan dasar dari seorang manusia. Orang-orang tegar ini bisa terlewat untuk mendapat semua itu.

"Kenapa mereka tidak ada yang mengerti aku?" Menjadi salah satu kalimat yang sering terngiang di telinga. Karena merasa sendiri dan bisa juga benar-benar sendiri, kalimat itu tak terucap. Namun, terus menggerogoti pikiran. Pada saat merasa kesepian, seseorang biasanya membangun dialog pada dirinya sendiri. Lebih intens, ketimbang di waktu-waktu yang lain.

Advertisement

Merasa sendiri dan ditinggalkan, dalam banyak kasus dapat membawa seseorang terjerumus pada situasi yang tidak dikehendaki. Mencari pelarian guna menemukan orang-orang yang dapat menerimanya. Ada yang menemukan tempat yang tepat, selebihnya berkubang pada masalah-masalah sosial, di antaranya bahkan ada yang mengakhiri hidup. Padahal, kesepian adalah potensi perasaan yang sejak awal melekat pada diri seorang manusia. Perasaan itu eksis, keberadaannya hanya tereliminasi oleh perasaan lainnya. Pemunculannya tinggal menunggu waktu dan itu menurut saya normal.

Kesepian adalah bumbu penyedap dalam harmoni kehidupan bersama. Kehadiran seseorang begitu berarti, ketika seseorang sedang merasa sepi. Ini berarti, bagaimanapun juga kita membutuhkan orang lain guna melengkapi dan menjalani hidup. Kehidupan menjadi berimbang, ketika kebutuhan untuk di dengar juga selaras dengan kemauan untuk mendengar. Kebutuhan untuk diperhatikan, sama besarnya dengan kemauan untuk memperhatikan, dan seterusnya. Jika seseorang merasa sepi, sebenarnya ini adalah warning, ada gangguan dalam system keseimbangan tersebut.

Kesendirian baik secara fisik ataupun mental, memberi kesempatan pada kita untuk berdiskusi secara pribadi. Memperbaiki diri, sekaligus melakukan detoksifikasi pikiran. Selama ini barangkali kita diberi begitu banyak asupan. Kesepian membuat sesorang berpuasa, dan mengoptimalkan apa yang ada di dirinya sendiri untuk dikembangkan agar dapat bertahan. Jika kesempatan itu datang, jangan biarkan, ini saatnya Anda menjadi diri sendiri!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya