Enggak berasa udah tahun ajaran baru ya. Bagi yang masuk SMA pasti lagi dihadapkan antara dua pilihan ini. IPA dan IPS. Walaupun milih jurusan kelihatannya "gampang ih, mudah, tralala cuma gitu doang, alah sante bro, ngalir ajalah. Tapi ingat, banyak konsekuensi yang bakal kalian dapetin jika udah milih jurusan tersebut. Dari sekian banyak pengalaman, udah banyak dampak buruk dari salah jurusan di SMA. Mulai dari gak kuat ama pelajarannya, gak niat sama sekali untuk sekolah, ampek gak bisa ngambil prodi di universitas yang sesuai minat gara-gara jurusannya berlintasan. Tapi tenang, gue sebagai kakak yang baik dan pengertian, gue bakal memberikan petuah-petuah bagi adek-adek yang sedang galau memilih jurusan tersebut. Sok atuh!

1. Gue suka belajar tentang

Gue suka orang yang kayak gini. Dia udah punya niat buat belajar. Nah, buat kamu orang-orang yang satu umat kayak gini berarti kalian udah bisa memprediksi jurusan mana yang harus dipilih. Contohnya kalo kalian suka belajar tentang sistem tubuh kita, kejadian luar angkasa, ataupun bikin larutan-larutan, cus aja ke jurusan IPA. Tapi kalo minatmu lebih ke ekonomi-ekonomi negara gitu, atau sejarah-sejarah kerajaan dan hubungan sosial, langsung aja gelinding ke jurusan IPS. Tetapi ingat, setiap decision yang kalian ambil harus benar-benar kalian fokuskan. Jangan melempem di tengah jalan, terus ngebatin "kayaknya gue salah jurusan nih". Nauzubillahiminzalik. Maka dari itu, mantabkan hati dimana minat jurusanmu dan jalanilah dengan konsisten!

2. Jangan pakek alasan ikut-ikutan temen, pacar dan sebagainya

Ini nih penyakit murid-murid yang wajib diobati. Buat milih jurusan, semua konsekuensinya akan kalian rasakan sendiri. Jadi, jangan pernah membiarkan orang lain membuat keputusan untuk dirimu sendiri. Jangan pernah lantaran temen satu SMP kalian semuanya masuk IPA, padahal minat kalian di IPS, terus kalian ikut-ikutan masuk IPA supaya enggak sendirian di IPS. Atau karena si doi ada di IPS, dan supaya bisa lengket terus ama dia, kalian harus mempertaruhkan bakat kalian di IPA. Please don't.

Advertisement

Belajarlah untuk mengikuti kata hati. Belajarlah untuk percaya dengan dirimu sendiri. Belajarlah untuk keluar dari zona nyaman. Maka Tuhan pun akan menggantikan teman dan pacarmu dengan yang lebih baik. Percaya deh. Masalah paling klasik. Bokap nyokap gue pengen gue jurusan IPA, padahal gue pengen IPS, gimana nih?

Nah, di titik ini komunikasi adalah jalannya. Sampaikan uneg-unegmu ke kedua orang tuamu pelan-pelan. Berikan mereka pengertian bagaimana seriusnya kamu dengan jurusan tersebut, lalu ceritakanlah ketakutanmu kalo salah jurusan dengan jujur, dan berjanjilah kamu akan berprestasi di pilihanmu itu.

Sebenarnya masalah ini bisa ditanggulangin kok kalo kamu sudah fokus dengan jurusanmu semenjak SMP. Contohnya kamu selalu ikut olimpiade IPS, atau selalu ikut lomba yang berbau-bau ke jurusan IPS. Gue yakin kalo orang tua kalianpun tidak keberatan kalian untuk jurusan IPS, karena memang kamu sudah punya bukti kalo kalian berprestasi di jurusan itu. Inilah pentingnya mengetahui bakat dan minta sedini mungkin.

3. Stereotype is bullshit.

Gue pernah denger stereotip anak-anak IPA itu anak-anak pinter-pinter, atau anak-anak IPS itu nakal-nakal. That's totally bullshit. Banyak kok anak IPS yang cerdas, banyak juga kok anak IPA yang nakal. Semua tergantung kalian. Cobalah jangan pernah kemakan opini yang berkembang. Jangan pernah gara-gara opini tersebut mendrive kalian ke pilihan jurusan yang bukan minat bakat kalian. Stereotip yang paling banyak berkembang.

Pelajaran IPA itu susah. Wrong. Yang bikin susah itu karena kalian belajar tidak dengan hati. Kalo kalian belajar sesuai minat, gue yakin kalian semua akan belajar dengan semangat, pasti enggak terasa kesulitan dari pelajaran tersebut. Cobalah buka quotes dari Susi Pudjiastuti. Di salah satu quotes-nya mengatakan "Kegembiraan adalah sumber energi". Quotesnya menyatakan semakin besar minat kalian di suatu bidang, maka makin besar pula semangat kalian untuk terus belajar. Cobalah untuk percaya dengan dirimu sendiri bahwa bakat minat yang diberikan oleh Tuhan ke dirimu itu luar biasa dan bisa mengalahkan pelajaran-pelajaran IPA yang katanya susah tingkat dewa. Sekali lagi, percayalah terhadap dirimu sendiri.

Anak IPS anaknya nakal-nakal, gue takut ketularan nakal. Well, emang sih banyak bukti yang bicara seperti itu. Dan, gue enggak bisa memungkiri itu. Tapi, biasanya sih gini, anak-anak IPS itu terkenal ama kekompakannya yang amazing. Mereka tipe temen-temen yang mudah akrab dan mudah bergaul. Sepanjang kalian bisa berhubungan baik dengan mereka, dan kalian juga bisa menjaga diri, gue yakin mereka akan baik kok ke kalian.

Yakin deh. Apalagi kalo kalian berprestasi, pasti mereka akan menghargai kalian dengan baik. Tapi tetap jangan pernah sombong, jaga terus silaturahmi dengan baik dan kalo mereka minta diajarin di salah satu pelajaran, ajarin mereka dengan sepenuh hati. Anak IPS itu seru banget loh, mereka adalah hiburan di tengah rumitnya pelajaran-pelajaran, serta bisa ngurangin stress di kelas.

4. Gue enggak tau bakat gue di jurusan IPA atau IPS.

Ini yang susah. Kalo kalian adalah sebagian besar orang yang masih abu-abu ama jurusan. Saran dari gue, coba masuk IPA saja. Kenapa? karena biasanya kalian tipe-tipe anak yang adaptif. Maksudnya pelajaran apa saja bisa kalian senangi. Dan, jika kalian bisa beradaptasi di IPA, kalian bisa punya pilihan perguruan tinggi sedikit lebih banyak ketimbang di IPS. Ini kita mulai membahas tentang sistem SNMPTN.

Sistem penerimaan perguruan tinggi yang pakek nilai rapor. Untuk jurusan IPA, SNMPTN nya bisa ke institut teknik dan universitas, sedangkan untuk jurusan IPS, SNMPTN nya hanya bisa di universitas saja enggak bisa di institut teknik. (Ya walaupun ada yang institut yang jalur SNMPTN bisa dari anak IPS, contohnya ITB jurusan DKV). Di Indonesia pilihan untuk institut khusus anak IPA ada banyak, mulai dari IPB, ITB, ITS, dan sebagainya. Itulah mengapa jurusan IPA sedikit diuntungkan, ditambah lagi prospek kerja untuk jurusan teknik lumayan dibutuhkan. Kalo anak IPA diuntungkan bisa ngambil jurusan teknik, anak IPS diuntungkan apa dong ?

Beruntunglah kalian yang jadi anak IPS, karena kalian bisa mengambil jurusan di universitas yang mengacu ke bidang industri kreatif. Mulai dari ilmu komunikasi, sastra, desain, dan sebagainya. Jadi kalo kalian tipe-tipe anak yang punya sisi kreatif dan pengen mengembangkannya dengan sepenuh hati, gue saranin banget buat masuk jurusan IPS. Semenjak Gue pun sebenernya lebih seneng ke jurusan ke industri kreatif, karena kita akan lebih menghasilkan suatu karya. Contohnya jurusan komunikasi, kita bisa menulis berita, membuat film, menulis skenario dan sebagainya. Kemudian jurusan sastra, kita bisa bikin buku, novel, dan sebagainya. Lalu jurusan desain, kita bisa bikin kaos, web design, dan masih banyak lagi.

Jadi antara IPA dan IPS punya kelebihan masing-masing. Itu tergantung apa passion-mu. So, buat adik-adik pikirkan dari sekarang mana yang jurusan lebih ke bakatmu dan minatmu. Jangan sampek kalian menyesal di penghujung kelulusan karena jurusan yang kalian ambil di SMA bersilangan dengan jurusan yang akan kalian ambil di universitas.

Ada suatu quote yang gue paling ingat-ingat dari Wendi Cagur waktu nonton Yuk Kita Smile. Quote nya gini :

"Carilah pekerjaan sesuai dengan hobi kalian. Karena kalau kalian bekerja yang tidak sesuai hobi kalian, kalian tidak bekerja dengan hati"

Wendy 'Cagur'