Ada hubungan yang kuat antara kemerdekaan dan persahabatan. Para pahlawan kita membina hubungan yang baik dengan teman-temannya. Mereka kemudian secara kolektif mencapai satu tujuan, yaitu merdeka dari belenggu penjajah.

Situasi saat itu mendukung untuk memotivasi berbagai kumpulan pertemanan sehingga mampu menciptakan gerakan-gerakan perjuangan. Berbagai jaringan pertemanan itu bersama memperjuangkan hak mereka untuk hidup di negara merdeka.

Advertisement

Kemerdekaan yang diperjuangkan pemuda kini telah berkembang, yaitu kemerdekaan untuk memilih jalan hidupnya. Hal ini pun mempengaruhi pola pertemanannya. Generasi milenial yang kini telah bekerja tentu rindu masa-masa ketika di bangku sekolah yang mengingatkan hangatnya pertemanan.

Berkumpul sambil mengobrol bersama saat makan siang di kantin sekolah, mendapat kenalan kakak kelas saat kegiatan ekstra kurikuler, hingga lelah yang sampai tak terasa karena bekerjasama mempersiapkan pensi. Keseruan ini juga dirasakan saat kuliah. Hingga akhirnya disadari saat mulai masuk semester akhir dan mengerjakan skripsi, teman-teman yang biasanya duduk bersama ketika kuliah entah kemana.

Fokus kita saat mengerjakan skripsi juga membuat "lupa" teman-teman di sekolah karena terpisah kampus dan hubungan batin yang tidak sedekat dulu lagi. Fokus hanya pada satu: wisuda. Di dunia kerja, kita menyadari bahwa jumlah teman yang bersama kita tidak berbanding lurus bertambahnya usia. Teman-teman kita cenderung semakin eksklusif.

Advertisement

Kalau ditelusuri ke belakang, teman-teman dalam hidup kita berbeda-beda sesuai dengan jenjang yang sedang ditempuh. Di waktu sekolah, kita bersama mereka. Sedangkan di kampus, kita kemudian dengan mereka yang lain.

Teman yang baik

Teman menunjukkan siapa kita. Kita merdeka untuk memilih. Meski kita tidak menginginkan kehilangan teman, kehidupan yang membawa kita pada siapa saja yang bijak menjadi bagian dalam perjalanan karir kita. Di dalam agama, dikatakan hamba yang baik berkumpul dengan orang-orang yang baik dan sebaliknya. "Orang-orang baik" di sini juga memiliki makna yang luas.

Dengan lama tidak bertemu dengan teman, bukan berarti kita orang yang tidak baik. Ada hal yang menjadi prioritas hingga sang teman memilih untuk menjalani hidupnya bersama dengan orang-orang yang di masa ini lebih berarti. Menyelesaikan studi, merintis usaha, membangun kepercayaan dalam pekerjaan, hingga mencari pasangan hidup adalah pertarungan yang menegangkan di rentang usia 20 sampai 30 tahun.

Kita mungkin merasa sedih karena lama sekali tidak bertemu dengan teman-teman kita dahulu. #MerdekaTapi kehilangan teman? Eits, tunggu dulu! Percayalah mereka juga merasakan yang sama. Mereka saat ini sedang berjuang dengan kehidupannya. Tetapi lihat sisi baiknya. Ketika itu semua terjadi, kita telah membentuk jejaring yang kaya dan beragam.

Mengenal berbagai macam orang dan tidak terbatas pada "yang itu-itu saja". Ini yang nantinya mampu memerdekakan seseorang. Kita dihadapkan pada berbagai alternatif yang mampu meningkatkan kapabilitas yang semakin baik. Suatu saat nanti pasti kita dan teman-teman dipertemukan di waktu yang tepat, bahkan tidak terduga.

Kemerdekaan itu ditunjukkan dengan kemampuan untuk tumbuh baik. Meraih keadaan yang merdeka, seseorang telah menghadapi berbagai rintangan yang membuatnya menjadi lebih kuat, gesit, lincah, dan percaya diri. Kita maupun teman-teman sedang berjuang untuk kemerdekaan. Oleh karena itu, semuanya berusaha untuk mencapai yang terbaik. Pasti, nanti semuanya akan tertawa riang bersama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya