Jomblo. Hmm, bicara soal jomblo ya? Pertama-tama penulis mau tanya deh, apa sih anggapan kalian tentang penyandang gelar jomblo itu? Silahkan di jawab.

"Jomblo? Ngenes." "Jomblo? Gak laku." "Jomblo? Hari gini Jomblo, hih! kelaut aja sono." "Jomblo, Jomblo? Sejenis spesies apa ya?"

Advertisement

Diatas adalah jawaban beberapa rekan penulis ketika penulis bertanya perihal jomblo-menjomblo. Mungkin bagi sebagian orang jomblo itu ngenes, alias mengenaskan. walaupun sebenarnya tidak begitu. Mereka yang berpendapat seperti itu keliru dalam menilai jomblo. Untuk para jomblo yang terhormat dan penulis sayangi, cintai. Penulis tahu kok kalian itu sebenarnya keberatan saat ada yang mengidentikan kejombloan kalian dengan kata ngenes. Padahal kalian happy, happy saja ya? Toh dengan jadi jomblo kalian juga masih bisa napas, masih bisa bahagia ya? Jomblo bukan berarti dunia jadi gelap gulita 'kan? Mungkin jomblo dengan golongan jones itu emang beneran ada, tapi tentu tidak semua jomblo itu berada dalam jenis atau golongan ngenes.

Tidak adil rasanya bila teman-teman memandang sama rata semua jomblo. Karena kalau ada jomblo ngenes, pasti ada jomblo happy dong. Jomblo berarti nggak laku? Kata siapa! Sekali lagi kata siapa jomblo itu nggak laku. Jomblo bukan berarti nggak laku, jomblo bukan berarti nggak ada yang ngelirik sama sekali. Bisa aja kan, para jomblo itu emang sengaja menjomblo. Bisa aja dia memilih bertahan jadi seorang jomblo karena lagi nunggu yang benar-benar tepat. Nunggu yang mau di ajak susah-seneng bareng, nunggu yang mau ngajak ke KUA segera.


Kalau seperti itu gelar yang pantes di berikan bukan jones dong ya, tapi jomat. Iya, jomblo terhormat.


Advertisement

Daripada asal pilih pasangan cuma gara-gara nggak mau, atau bahkan malu dikatakan jomblo, ya mending jomblo sekalian. Emang kenapa kalau jomblo? Masalah buat situ pada, enggakkan? So, cukup ngehakimi jomblo. Lagipula apa untungnya punya pasangan kalau kita sendiri nggak happy. Bukankah lebih baik nyandang status jomblo dari pada asal pilih pasangan cuma gara-gara nggak mau di bilang nggak laku, di bilang nggak ada yang ngelirik. Punya pacar akhirnya galau-galau juga, dari pada punya pacar tapi kerjaannya merana mulu mending jomblo sekalian. Jomblo itu nggak melulu ngenes kok, bisa aja yang jomblo jauh lebih bahagia daripada yang punya pasangan. Karena jomblo itu bebas!

Bebas mau ngapain aja, mau jungkir balik juga jomblo mah bebas. Mau jalan sama siapa aja juga bebas, nggak perlu laporan dulu sama satpam. Mau main sampe ke ujung dunia juga bebas, nggak akan ada yang sok-sok-an ngelarang.

Lah coba kalau yang punya pacar? Belum nikah aja kudu lapor sana-sini, mau kemana aja kudu bilang, mau main aja kudu bikin proposal dulu baru di kasih izin. Hayo.. Jadi mending mana? Punya pacar, atau jomblo? Jawabnya ada dalam diri kalian masing-masing. Jadi, mau jomblo atau punya pasangan baiknya kita saling menghargai satu sama lain ya. Karena mungkin bahagia versi kamu, dan dia yang jomblo itu berbeda.

Bagi kamu mungkin punya pasangan itu bahagia yang sederhana, tapi mungkin bagi yang lain, bagi jomblo maksudnya bahagia itu saat bisa nikmati masa-masa sendiri. So, Guys! Please, berhenti menghakimi, itu tentang dia yang memilih bertahan pada gelar jomblonya ya?


Ingat! Jomblo bukan berarti ngenes, tapi karena terhormat. Jomblo bukan berarti gak laku, tapi karena lagi mempersiapkan diri.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya