Lisan kita ini ibarat pisau bermata dua, satu sisi bisa melukai, namun di sisi lain bisa memberi manfaat. Kedengarannya terlalu seram kalau disebut "mulutmu harimaumu" karena sejatinya lisan ini tuh nggak semenakutkan itu. Jika harimau memiliki sifat buas dan ditakuti manusia, sebenarnya lisan kita ini adalah objek yang sangat jinak dan bisa membuat orang lain justru mendekat.

Akan tetapi jika kita tidak bijak berbahasa dan menata kalimat dengan sopan, imbas keburukannya juga akan mengenai diri kita sendiri. Akan ada hati yang tersakiti, emosi yang tersulut, dendam yang bangkit dan segala ketersinggungan orang lain sebab tutur kata kita yang tidak sepatutnya.

Advertisement

Semuanya bergantung pada hati dan pikiran kita dalam mengendalikan diri dan lisan. Hati dan pikiran kita bergerak lebih cepat dari lisan kita. Mereka yang menentukan ucapan apa yang akan orang lain dengar dari diri kita. Nah, mereka memang bekerja agar kita selamat dari perkataan yang salah. Banyak hal yang harus kita pikir lebih dari sekali sebelum disampaikan pada orang lain, dan memang manfaatnya penting untuk seumur hidupmu.

1. Pendapat dan komentar yang jauh dari kata menyakiti hati. Ingat! Ini bukan olok-olokan.

Menanggapi seseorang maupun sesuatu yang dimiliki orang lain memang selalu butuh kejernihan hati. Komentar yang tidak diminta sekalipun harus tetap mengacu pada dua sisi baik dan buruk sehingga kita tidak membuat orang lain down dan merasa tidak berarti. Pendapat yang disampaikan dengan santun membuat pikiran orang lain terbuka untuk memahami maksud kita.

Advertisement

2. Cerita yang wajib banget dipilah pilih. Yang pasti jangan sampai buka aib diri sendiri dan orang lain.

Hal yang satu ini juga teramat penting untuk dipikir lebih dari sekali. Kadang kalau sudah asik cerita pasti bawaannya kemana-mana dan ngerinya sampai membongkar aib orang lain, bahkan yang ceroboh pun bisa menyebarkan aib diri sendiri. Wah, hati-hati ya, lisan!

3. Berpikir 2x karena melihat lawan bicaranya

Tentu kita pernah berkomunikasi dengan orang yang kurang tepat untuk mendengar semua masalah kita. Bukan bermaksud curiga atau berprasangka buruk, namun beberapa karakter orang lain memang perlu diwaspadai jika dia sampai tahu semua hal tentang diri kita. Kalau itu sebuah rahasia yang membutuhkan pemecahan, konsultasikan pada orang terpercaya dan hindari forum atau tempat yang ramai.

4. Menyampaikan usul. Bagus! tapi nggak ada salahnya kita evaluasi dulu dalam hati.

Berada di tengah derasnya usulan untuk suatu hal membuat kita terkadang bimbang apa harus dikatakan atau tidak. Nggak usah bingung selama kamu yakin dengan usul yang kamu punya. Asalkan kamu sudah menimbang dengan baik usulan yang hendak diucapkan itu. Utarakan dengan yakin dan bukan main-main. Jangan ngaco kalau usul ya!

5. Bercanda juga perlu etika, lho!

Meski secara spontan sering kali suatu candaan memecah kebekuan, tetapi kalimat penyampaiannya tetap harus dalam etika. Bukan komedi yang sehat jika ada pihak lain yang dijatuhkan hingga menimbulkan konflik. Jika ejek mengejek sudah lumrah dalam percakapan jenaka, lalu apakah kita bisa memastikan semua hati ikhlas mendengarnya? Masih banyak kok topik yang bisa membuat orang lain tertawa tanpa harus ada yang tersinggung. Jadi wajib juga dipikir 2 kali, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya