Sudah cape, penumpang penuh sesak, udara yang dihirup bikin mual, eh giliran dapat tempat duduk, penumpang di sebelah dengan polos-polos ‘ee ayam’ tiduran sambil duduk dengan posisi ngangkang maksimal. Pernah mengalami hal serupa…?? Gimana rasanya pemirsaah….???

Selama menggunakan jasa kereta api, ada-ada saja kelakuan penumpang lainnya yang buat saya geleng-geleng kepala. Mulai dari penumpang yang sama sekali tidak empati kepada wanita hamil maupun lansia, emak-emak yang rempong dengan belanjaannya serta ributnya minta ampun, para ABG yang lagi happy-happynya menunjukkan romansa cinta kepada dunia, hingga posisi duduk penumpang laki-laki yang acapkali "ngangkang maksimal atau manspreading" . Hal ini merupakan bagian yang mengganggu saya.

Advertisement

Awalnya saya mengira, posisi ngangkang maksimal tersebut hanya perasaanku saja. Kali aja saat itu saya hanya apes. Ketemu penumpang yang sedang lelah maksimal akan beratnya kehidupan di jaman smartphone ini, dan kemudian menjadikannya duduk dan tertidur dengan posisi tersebut.

Namun, apapun itu alasannya tetap saja hal tersebut tidak dapat dibenarkan dan sangat menganggu. Selain mengganggu pemandangan, posisi duduk tersebut juga mengganggu kenyamanan bagi penumpang lainnya dan menjengkelkan [bagiku].

Saya kategorikan menjengkelkan dikarenakan sudah tahu space duduk di kereta kecil, kok ya bisa-bisanya duduk semena-mena macam raja minyak? Sepatutnya, mbok ya sadar diri bahwa yang bayar tidak hanya [diri anda] dan oleh karena itu paham betul bahwa sepersekian space yang ada adalah hak penumpang yang lain.

Advertisement

Hal lain, posisi duduk tersebut juga sangat tidak apik untuk dipandang dan tidak pada tempatnya. Semakin memperparah pemandangan kalau "resleting" terbuka dan menganga bak sumur diladang. Yassalam, apa salah dan dosaku coba…???

Ternyata, tidak hanya saya yang menganggap kelakuan penumpang tersebut menjengkelkan. Hal ini juga dialami oleh penumpang di Spanyol. Merespon ketidaknyamanan penumpang, pemerintah di Spanyol misalnya, di tahun 2017 melarang tegas kaum pria duduk dengan posisi tersebut. Hal ini pun di dukung oleh perusahaan Transportasi Kota (EMT) di negara tersebut dengan cara memasang tanda-tanda yang menunjukkan larangan bagi penumpang untuk duduk dengan posisi ngangkang. Tak hanya sampai di situ, pihak transportasi juga menghimbau agar setiap penumpang dapat menghormati penumpang lainnya.

Kembali pada pengalaman saya, setidaknya semakin intens saya menggunakan kereta, semakin banyak data yang dapat dan menunjukkan bahwa kebanyakan penumpang laki-laki duduknya memanglah seperti itu. Saking banyaknya data, saya pun dapat mengklasifikasinya menjadi 3 jenis posisi duduk "Ngangkang" :

Posisi ngangkang, sedikit rapat [15 derajat]

Posisi duduk ini banyak dilakukan oleh anak-anaknya sekolah. Dikarenakan usia yang masih belia, biasanya mereka cukup sadar diri jika penumpang yang ada di samping kiri-kanannya merasa terganggu. Dan sesegera mungkin memperbaiki posisi duduk mereka. Secara kepribadian, dalam artikel tiptipseru.com karakter orang ini kurang bisa diandalkan. Mereka tak lain adalah tipekal follower pasif dan lebih mengandalkan orang lain dalam kehidupannya. Pasalnya meraka juga banyak keinginan namun sulit merealisasikan.

Posisi Ngangkang 30 derajat

Kebanyakan yang duduk dengan posisi ini adalah para pekerja. Golongan ini biasanya duduk dengan posisi tersebut dikarenakan awalnya space di sisi kanan-kirinya masih cukup lengang. Pernah juga saya temui penumpang dengan posisi ini merupakan anak PUNK, yang terkesan cuek dalam bersikap. Berbeda dengan golongan sebelumnya, golongan ini perlu untuk ditegur terlebih dahulu. Jika tidak ada teguran, maka anda kudu nrimo dengan ikhlas melihat pemandangan ngangkang 30 derajat hingga mereka turun dari kereta.

Posisi Ngangkang 45 Derajat

Nah, posisi ini kurang lebih penumpangnya sama dengan posisi ngangkang 30 derajat. Yup, kebanyakan adalah para pekerja. Tak sedikit bahkan merupakan pekerja dengan range usia 28 ke atas. Beberapa kali kutemui, banyak penumpang dengan posisi duduk ini santai aja gitu. Bahkan terkesan bodo amat dengan penumpang yang lain. Pengalaman pribadi saya misalnya, meskipun sudah di berikan kode dengan menyenggol kaki mereka, responnya hanya membuka mata dan melihat saya saja kemudian tidur kembali. Karena tidak sadar-sadar juga, saya pun menegur dengan nada ketus. Itupun bukannya minta maaf, eh malah merapatkan selangkangan yang nggak seberapa penting itu dan tidur kembali.

Jika dikaitkan dengan kepribadian seseorang [dilansir tribunslifestyle], posisi duduk [30 & 40 Derajat] menunjukkan orang tersebut tidak bisa keluar dari zona nyaman. Selain itu, mereka juga berfokus hanya pada kegiatan yang mereka sukai. Posisi ini juga menandakan Pribadi yang mendominasi dan kurang memiliki empati.

Sekiranya itulah arti dari kepribadian seseorang berdasarkan cara duduk. Dan nyatanya kepribadian inilah yang acap kali kali saya temui selama menggunakan commuter. Saya pun yakin bahwa masih banyak jenis ngangkang lainnya, dari cerita penumpang lainnya.

Berkaca dari pengalaman itu, semoga kedepannya pihak kereta api Indonesia dapat membuat himbauan agar penumpang tidak duduk dengan posisi ngangkang maksimal. Selain itu, semoga kedepannya security tidak hanya menegur penumpang lainnya agar dapat memberikan tempat duduk bagi penumpang prioritas. Namun juga menegur para pecinta duduk "ngangkang dikereta" agar tidak mengganggu ruang duduk orang lain.

So, ngangkang-lah pada tempatnya…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya