Inilah cinta. Rasa yang pernah ada dan selama ini menabur benih dalam kalbuku. Maaf untuk rasa yang masih utuh dan belum bisa aku musnahkan. Dirimu adalah apa yang pernah aku dambakan namun semua sirna seiring berjalannya waktu. Ya, kamu pergi dengan alasanmu yang aku tak pernah tahu. Aku sadar rasa ini sia-sia, tapi aku bisa apa? Aku tak bisa mencegahnya, dan di saat aku berhasil menghapusmu dalam relungku, kenapa kau hadir lagi dengan polosnya kepadaku.

Apakah kau tak sadar? Kehadiranmu hanya membuat lukaku terkoyak kembali? Aku yang dengan tertatih-tatih membunuh rasa itu dan engkau dengan seenak hati menghancurkannya. Dan akhirnya aku dengan kesungguhan hati memberanikan diri untuk menghindar dari hidupmu. Aku dengan berani mengambil sikap untuk menjauh dari hidupmu. Aneh memang dan kamu tidak menerima keputusanku itu.

Tapi kamu tidak punya hak untuk melarangku karena kamu adalah masa laluku. Dan akhirnya, semua kembali seperti tiga tahun yang lalu, kita tak lagi tahu kabar diantara kita, cukup menyiksa. Tapi inilah jalan yang terbaik antara kamu dan aku. Ya, untuk kamu yang pernah hadir dalam hidupku, terima kasih atas luka dan kenangan-kenangan itu. Semoga kamu bahagia.