Di era penuh warna seperti saat ini, warna yang aku masudkan bukan seperti biru, merah, hijau dan lainnya, tapi corak yang kemilau dengan aneka tampilan yang memukau, perbedaan kelas sosial dengan tanah yang sama dipijak. Setiap saat, orang yang belum makan dua hari, di lampu merah bisa melihat mobil HRV terbaru dengan penghuni di dalamnya yang mobilnya sesak dengan KFC dan Warung Padang Sederhana.

Itu hanya sekedar prolog untuk memulai pembahasan. Alhasil dari kejadian-kejadian yang penuh warna, orang-orang yang hidup di alam virtual/dunia maya atau social media menderita penyakit hati yang menimbulkan efek galau, mulai mencari jalan keluar. Sebenarnya tidak perlu dijadikan alasan kegalauan kalau memang keinginannya sesuai kemampuan, tapi apa daya jika sudah terlanjur menjadi BPJS kata orang, BPJS (baca: budget pas-pasan jiwa sosialita).

Advertisement

Inilah yang menjadi fokus tulisanku saat ini. Seiring dengan banyaknya orang galau yang memadati timeline, bermunculan juga para motivator yang berkat rahmat Tuhan, memiliki banyak waktu untuk menukil kalimat motivasi dari berbagai sumber dan melayani keluhan para peratap nasip. Ini perlu diwaspadai, predator viurtual ini berkedok penasehat ruhani.

Secara umum, motivator dalam dunia virtual terbagi menjadi, yaitu agamawan dan moderate.

Motivator agamawan adalah motivator berbasis hadis dan ayat suci, meski dalam dunia nyata ia bisa saja hanya seorang penjaga pos keamanan sebuah komplek yang jarang ada tamu datang, sehingga punya banyak waktu untuk melayani para penggalau, hal ini tidak menjadi penghalang selagi dia menguasai teknik copy-paste, apalagi ditambahkan kalimat-kalimat improvisasi pikirannya yang cenderung tidak terlalu panjang, karna dikhawatirkan merusak rangkaian kalimat yang sudah tersusun rapi. Para wanita yang baru masuk kedalam dunia spritual apalagi baru terkena Eastern Fashion dengan mode hijab, biasanya menjadi target buruan motivator ini. Hati-hati.

Advertisement

Yang kedua adalah kaum moderate, motivator jenis ini juga mewarnai dunia maya, walaupun tidak sedikit dari kaum moderate yang menukil hadis dalam program motivasinya. Apabila melihat targetnya mengenakan jilbap atau hal-hal yang mengindikasikan religi. Motivator yang moderate cenderung menggunakan kalimat-kalimat bijak para filsuf modern, dengan tambahan kata-kata mutiara tanpa menyebut nama filsufnya, kalau dibaca sekilas seakan-akan ia bersenandung seperti Rahul kepada Angeli. Yang menjadi target mereka adalah wanita-wanita akademisi atau anak-anak kampus yang masih mabuk teori. Waspadalah!

Tidak bisa dibayangkan kekecewaan para motivator ini apabila telah menentukan target buruan dan ternyata keliru dalam pemilihan konten nasehat, berusaha memotivasi target buruan dengan hadis atau dengan pendekatan relijius rupanya si responden adalah korban keganasan salah satu ‘ustad enter’ pendahulu, dan sudah tidak membuka lapak nasehat lagi untuk selamanya.

Motivator moderate juga demikian, memiliki kekecewaan serupa, setelah ber-ratus-ratus kata ditulisnya dengan bahasa-bahasa intelektual yang hanya bisa ditemui dalam dialog antara Zig Ziglar dan Amanda Gore, ternyata respondennya adalah orang galau yang baru saja beralih ke dunia spritual, yang hanya memerlukan siraman ruhani berupa sentuhan-sentuhan kalimat ilahi yang sarat dengan nuansa surgawi. Ini ironi buat mereka.

Untuk kedua jenis motivator ini, aku sarankan, kalian harus ada koordinasi, agar dalam proses penetrasinya tidak salah dalam mendistribusi nasehat, atau perlu lebih banyak waktu lagi membuat list target buruan yang kemudian diinput dalam tabel dengan dua kategori tersebut.

Aku doakan, para motivator ini mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan untuk hidup di dunia nyata, minimal bisa rutin membeli buku-buku bermuatan wacana ilmiah yang jauh lebih berkualitas ketimbang mengkoleksi quotes nasehat hasil copy-paste.

Untuk para wanita, jangan terlalu mudah menaruh hati pada sosok maya yang belum kalian kenal secara mendalam, resiko sederhana yang kalian alami hanya sebatas galau karena hati kalian telah disandera dan dicampakkan olehnya. Tapi yang lebih parah dari itu adalah kehormatan kalian, bius motivasi sangat jahat. Hampir semua kejahatan persuasif sebagai start modus pelecehan dimulai dengan hal-hal yang tampak baik. Hati-hati dengan hal itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya