Colosseum atau Coliseum Roma, juga dikenal sebagai Amfiteater Flavia, adalah amfiteater oval di pusat kota Roma, Italia. Dibangun dengan travertine, tuf, dan beton berwajah batu bata, itu adalah amfiteater terbesar yang pernah dibangun.

Terletak di sisi timur, amfiteater batu besar tersebut digunakan sekitar tahun 70-72 oleh Kaisar Vespasianus dari dinasti Flavia sebagai hadiah kepada orang-orang Romawi. Pada tahun 80 M, putra Vespasianus Titus membuka Colosseum (yang secara resmi dikenal sebagai Amfiteater Flavian) dengan 100 hari permainan, termasuk pertarungan gladiator dan pertarungan satwa liar. Setelah berabad-abad dibuka, arena megah itu lenyap, dan sampai abad ke-18 digunakan sebagai sumber bahan bangunan. Meskipun dua pertiga dari Colosseum asli telah hancur dari waktu ke waktu, amfiteater tetap menjadi tujuan wisata yang populer, serta simbol ikonik Roma dan sejarahnya yang panjang.

Advertisement

Pada abad ke-20, faktor cuaca, bencana alam, pengabaian dan vandalisme telah menghancurkan hampir dua pertiga dari Colosseumnya, termasuk semua kursi marmer di arena dan elemen dekoratifnya. Upaya pemulihan dimulai pada 1990-an, dan telah berlangsung selama bertahun-tahun, karena Colosseum terus menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia.


Colosseum Roma itu dianggap sebagai salah satu 7 Keajaiban Dunia Modern dan setelah saya melihatnya dengan mata sendiri, saya mengerti kenapa orang-orang dapat menggangapnya sebagai Keajaiban Dunia.


Selama sekitar seminggu, saya tinggal di Roma, Italia, saat liburan naik kelas (Juli 2017). Saat saya di Roma, saya sangat senang, karena salah satu makanan yang saya sangat mencintai adalah pasta, dan dimana lagi tempat lebih bagus makan pasta? Selain makanannya yang sangat istimewa dan spesial untuk saya, secara keseluruhan, Roma itu adalah tempat yang sangat bagus dan indah. Ada banyak tempat yang saya kunjungi, seperti Vatikan, Pantheon, dan juga Colosseum yang saya sukai.

Advertisement

Bersama keluarga saya, kita pergi ke Colosseum dengan perjalanan yang panjang dan membingungkan. Saat saya menyampai ke Colosseum, di depannya telah dijaga oleh banyak tentara militer dan mobil-mobil yang berlapis baja. Saya melihatnya sedikit merasa bahwa itu tidak perlu, tapi saya sadar bahwa di Eropa sedang takut dengan serangan teroris.

Saat saya sampai dan melihat Colosseumnya dengan mata sendiri, saya merasa kagum, karena terlihat sekali betapa besarnya Colosseum tersebut, dan juga kelihatan bahwa Colosseum tersebut dibuat dengan material yang bagus dan dengan arsitektur yang sangat bagus dan efektif.

Sedihnya, saat kita sampai di Colosseum, kita tidak dapat masuk ke dalam Colosseumnya karena orang-orang takut serangan teroris tersebut, dan mereka tidak dapat memberikan akses kepada dalamnya kepada publik. Tetapi saya sudah puas dengan melihat sedikit karena sangat menggagumkan.

Saya dulu berfikir bahwa Colosseum dan Italia itu tidak terlalu menarik (kecuali makanannya), tetapi dengan perjalanan ini, saya benar-benar sadar bahwa saya tidak bisa berkata seperti itu untuk tempat yang saya belum pernah kunjungi. Saya juga belajar untuk tidak menilai buku dari sampulnya, karena saat saya belajar tentang sejarah Roma dan Colosseumnya, saya benar-benar tertarik dengannya dan saya benar-benar menyukainya.


Dari perjalanan ini, saya mendapat dua pelajaran yang penting kepada hidupku, dan karena itu, saya bersyukur saya dapat kesempatan untuk melakukannya.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya