Ada banyak hal yang telah terjadi dalam kehidupan setiap harinya. Kemarin adalah kemarin. Nggak mungkin mengulang apa yang telah terjadi. Hari ini adalah hari ini dimana hal baru akan dimulai. Kadang susah, senang, sedih menghampiri secara tiba-tiba di saat waktu yang tidak tepat. Ketika perasaan lagi nggak karuan, tiba-tiba saja teman memberikan kabar dan ingin mengajak jalan, padahal mood lagi nggak bisa diajak berkawan. Pasti akan mikir "yah, jalan aja kali yak, kalau gak ikut nanti si dia marah atau ngambek" (kadang mikirnya kayak gitu). Tapi apakah kita sadar ? Kita telah menciptakan kebohongan pada diri sendiri.

Semua orang tahu, setiap kebohongan akan menimbulkan kebohongan lainnya. Tanpa sadar telah melukai diri sendiri dengan kebohongan-kebohongan yang diciptakan. Walau kadang terasa sulit, tapi cobalah untuk berani jujur pada diri. Bagaimana mungkin kejujuran bisa diciptakan buat orang lain bila kita sering terluka karena kebohongan yang dilakukan terhadap diri kita sendiri. Kejujuran yang dilakukan itu akan memberikan kebahagiaan buat diri dan orang di sekitar kita. Dan kebohongan hanya akan menguras tenaga! kenapa? karena akan ada banyak kalori yang terbakar ketika kalian marah karena perasaan yang sedari tadi emang udah nggak terkontrol. Yang kena imbas siapa ? pastinya akan kembali ke diri sendiri dan akan berefek ke orang lain.

Kita semua pasti pernah berada di posisi saat teman-teman kita bercanda, kita tiba-tiba saja kesal padahal bercandaan mereka itu udah biasa, tapi kok kali ini emosi negatif kurang terkontrol yah ? Tahu kenapa ? Itu karena ada beban yang tertahan dalam diri, kita belum bisa jujur terhadap apa yang dirasakan, guys. Makanya, saat kita berjumpa dengan seseorang yang mood-nya udah kelihatan banget jeleknya, itu pasti ada apa-apanya. Entah dia menahan amarahnya karena tadi pagi habis kena marah sama bosnya, atau dia terlambat bangun karena habis mengejar deadline, atau apa sajalah yang bisa memberikan imbas pada diri mereka dan itu akan berefek pada lingkungan kita. Kok bisa ? Iya bisa, karena pas kena marah sama bosnya dia cuma diam aja, nggak berusaha buat ngejelasin. Kok bisa ? Iya, soalnya kemarin keenakan main jadi lupa deh kalau lagi punya tugas yang deadline. Itu termasuk kebohongan pada diri sendiri loh .

Advertisement

Mau tahu kebohongan yang paling sering dilakukan pada diri kita ?

Yang pertama kesedihan yang kita rasakan. Kita jalan bersama teman, tertawa bersama, bercanda bersama, tapi di sisi lain hati kita tetap terasa gundah. Kenapa ? Karena kesedihan yang kita rasakan masih terpenjara dalam diri kita sendiri. Si sedih ingin keluar, dia juga capek terus-terusan terbelenggu di dalam sana. Caranya gimana buat mengeluarkan si sedih ini? Yah, katakanlah kalau kamu lagi sedih, luapkan apa yang menyebabkan kamu sedih, ceritakanlah! Jangan buat dirimu tersiksa dengan perasaanmu sendiri, diri kita juga butuh untuk dipahami. Agar apa? Agar kita sehat secara fisik dan mental, guys.

Kita masuk ke yang kedua, kebohongan apalagi yah yang sering kita lakukan? Oh iya kemarin teman beri kabar, dia sempat menanyakan kabar saya juga. Kondisi saya lagi kurang sehat, tapi disaat yang bersamaan, itu adalah waktu dimana kami baru memulai untuk bercerita banyak karena kita baru bertemu lagi. Dia sempat menanyakan keadaan, kamu sehat? kamu baik-baik aja ? (kira-kira aku jawab apa yah ? baiknya jawab apa yah ?) Udah jelaslah, guys.. kalian mesti jawab apa, bilang aja langsung sekarang ini lagi kurang sehat (kenyataan karena lagi kurang sehat) nggak usah pake drama-drama segala buat mengatakan “aku sehat-sehat aja kok” kan lucu ya. Lalu, katakan saya kurang baik (bila kenyataannya memang kurang baik).

Buat apa kita berpura-pura sehat dan baik-baik saja di hadapan orang ketika kenyataannya tidak seperti itu. Ya memang, untuk menghargai mereka akan ada sedikit kebohongan agar mereka merasa lebih baik ketika bersama kita. Tapi kalian bisa jelaskan kok kayak gini “aku lagi kurang sehat bro, tapi kalau mau ngobrol, ngobrol aja, nggak papa kok”. Dan orang yang mengerti akan tidak banyak basa-basi dan mengatakan seadanya sesuai dengan kepentingan mereka. Saya kira, banyak kok di antara kita yang nggak suka dengan orang yang basa-basinya banyak.

Pada poin ini, hal yang paling umum adalah ketika kalian punya pasangan, terus kalian bertengkar atau punya masalah yang kalian lakukan adalah diam. Tanpa menjelaskan sekata-kata pun. Seolah orang lain akan mengerti permasalahan yang kamu alami. Kamu pikir orang lain akan sadar dan memahami problem kamu kalau misalnya kamu ditanya cuma diam? Ya nggak lah. Komunikasi adalah hal yang utama, mau jelek-sejeleknya si muka dia karena menerima kritikan, nggak apa-apa kok asal kalian jujur ! Katakan apa yang menjadi masalah kamu. jangan dipendam sendiri, karena hal itu nggak akan menyelesaikan masalah guys. Yakinlah, masalah kalian nggak akan selesai tapi akan bertambah.

Intinya sih, kalau nggak suka bilang aja nggak suka, kalau senang yah bilang senang. Kalau keberatan ya udah bilang saja kalau kalian lagi keberatan. Tapi sebagai manusia yang punya berbagai macam karakteristik, tolong sampaikan kejujuran kalian dengan etika bicara yang baik, agar orang bisa menghargai atas apa yang dikatakan. Semua orang bebas berpendapat, tapi ada caranya. Ada etikanya. Saling menghargai adalah salah satu hal yang utama. Tapi jangan lupa kejujuran. Satu kata yang nilainya sangat berharga.

Semoga apa yang telah kita alami dapat menjadi pelajaran dalam hidup dan berusaha untuk mengurangi kebohongan kecil yang diciptakan untuk diri sendiri.

Salam sehat untuk mental yang sehat.