Berpisah 10 Tahun, El Ibnu Elkasih Bersatu dengan Sarah Dee Setelah Stroke dan Masuk Panti Jompo

El Ibnu Elkasih dan Sarah Dee

Masih ingat kejadian nahas yang menimpa El Ibnu, vokalis band Elkasih? Dia mengalami stroke untuk yang pertama kalinya saat manggung di Maroko pada Januari 2015. Nggak berselang lama, dia mengalami stroke dua kali lagi sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sebagian tubuhnya lumpuh dan lelaki ini harus menggunakan kursi roda. Bahkan dia sempat dirawat di panti jompo.

Advertisement

Kondisi El Ibnu semakin buruk saat istrinya menggugat cerai pada September 2016. Lalu sang istri dan kedua anaknya meninggalkan El Ibnu. Walaupun begitu, pria berusia 41 tahun ini tetap berjuang untuk menjalani hidup dengan baik. Apalagi setelah dia dipertemukan lagi dengan cintanya di masa lalu, Sarah Dee.

El Ibnu dan Sarah Dee sudah berpisah selama 10 tahun setelah batal menikah. Tetapi, akhirnya mereka bersama lagi setelah El Ibnu mengidap stroke

Bersatu kembali via www.instagram.com

Pasangan ini sudah saling kenal selama 30 tahun, yaitu sejak 1990. Sarah mengakui bahwa El Ibnu adalah cinta pertamanya saat SD, begitu pula sebaliknya. Bahkan mereka sempat hendak menikah pada 2010. Tetapi tiga hari sebelum lamaran, El Ibnu membatalkan acara tersebut. Lalu mereka berpisah dan nggak saling menghubungi selama 10 tahun meskipun keduanya adalah saudara sepupu.

Selama perpisahan tersebut, El Ibnu mengidap stroke dan harus menggunakan kursi roda. Dia juga tinggal di panti jompo Yayasan GPIB Pniel, Pondok Aren, Tangerang Selatan, sejak 13 Juni 2020. Lalu El Ibnu keluar dari panti jompo pada 25 Juli. Sarah pun menjemput mantan kekasihnya itu setelah mendengar kabar dari media.

Advertisement

Saat diwawancarai oleh Beepdo, Sarah mengaku jatuh cinta lagi pada El Ibnu setelah menemuinya. Dia memang sempat sakit hati akibat kejadian masa lalu, tetapi dia juga tahu bahwa El Ibnu sudah merasa bersalah dan menyesal. Akhirnya mereka saling memaafkan dan kembali saling menyayangi.

Meskipun El Ibnu mengalami kesulitan berbicara, dia tetap bisa berkomunikasi dengan Sarah. Mereka menggunakan ponsel sebagai alat bantu

Advertisement

Selain mengalami kelumpuhan, El Ibnu juga menderita afasia setelah stroke. Dilansir dari AloDokter, afasia adalah gangguan berkomunikasi yang disebabkan oleh kerusakan pada otak. Kondisi ini membuat El Ibnu kesulitan berbicara karena sukar memilih dan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang benar.

Meskipun begitu, El Ibnu tetap bisa berkomunikasi dengan Sarah. Apalagi dia nggak kehilangan kepintaran dan daya ingatnya. Pria ini menggunakan ponsel untuk menulis pesan yang ingin disampaikan. Lalu Sarah membaca pesan tersebut dan membalasnya dengan tulisan atau ucapan langsung. Rutinitas unik ini justru menjadi hal yang menarik bagi mereka.

Kini keduanya berusaha saling mendukung. Sarah ingin membahagiakan El Ibnu agar kekasihnya bisa hidup hingga 30 tahun lagi

Kondisi El Ibnu sekarang via www.instagram.com

Setelah melihat berbagai kesulitan hidup yang dialami El Ibnu, Sarah bertekad untuk membahagiakannya. Dia juga ingin membalas kasih sayang dan dukungan yang telah diberikan pria tersebut. Dilansir dari Kompas, Sarah ingin agar El Ibnu bisa hidup hingga 30 tahun lagi dengan bantuan darinya.

“Aku bilang sama dia, aku bisa jadi apa pun yang kamu mau. Bisa jadi suara kamu, kaki kamu, dan tangan kamu. Apa pun yang kamu perlukan aku akan selalu ada buat kamu,” kata Sarah.

Semoga pasangan ini bisa tetap rukun dan saling menyayangi hingga bertahun-tahun kemudian. Apalagi El Ibnu tetap berjuang untuk hidup dengan baik setelah menderita stroke dan harus menggunakan kursi roda. Kini dia justru sering memberi motivasi melalui media sosial. Salut!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE