Kabar cukup mengejutkan datang dari akun Instagram Salmafina Sunan malam tadi. Dara berusia 20 tahun itu mengunggah beberapa Instastory tentang niatannya untuk berhenti menggunakan Instagram pribadinya. Padahal beberapa tahun terakhir nama Salmafina Sunan cukup aktif di dunia maya dengan beragam endorsement dan paid promote.

Konon, motif Salmafina cukup jelas, yakni nggak kuat dengan tekanan dari warganet Instagram yang kerap berkomentar miring tentang dirinya. Tentu hal ini menjadi keputusan yang tepat mengingat setiap detik akun Instagram Salmafina mendapatkan notifikasi dari warganet, entah untuk komentar atau likes. Pertanyaannya adalah, apakah media sosial (Instagram) memang membawa pengaruh seburuk itu?

Salmafina mengunggah Instastory soal keinginannya untuk berhenti menggunakan Instagram dalam waktu nggak tentu

Salmafina vakum dari Instagram. via instagram.com

Advertisement

Hei, semua. Mulai 3 November aku nggak akan menggunakan Instagram lagi untuk waktu yang masih belum bisa ditentukan. Aku capek, aku depresi, aku gelisah, aku begitu penuh dengan pikiran negatif saat ini. Aku butuh mengembalikan hidupku. Instagram ini platform yang berguna, tapi juga membuatku benar-benar takut.

Aku telah menghadapi banyak sekali cobaan dalam hidupku yang nggak pernah berani kuungkapkan di media sosial dan memang nggak seharusnya. Banyak sekali followers-ku yang punya asumsi salah jika aku punya hidup enak yang sudah tersedia dari aku kecil.

Tolong jangan kirimi aku kutipan apa pun. Nggak usah repot-repot. Itu hanya akan membuatku semakin buruk.

Setiap kali aku refresh halamanku, ratusan kalimat menjijikkan dan komentar jahat membanjiri Instagram-ku. Padahal aku merasa kontenku sama sekali nggak merugikan orang lain, tapi aku setuju jika Instagram bisa menghadirkan ekspektasi yang salah pada orang-orang.

Jadi tolong hargai keputusanku. Semua endorse dan lain-lain akan siap diunggah besok.

Unggahan Salmafina di Instatory-nya menyatakan bahwa dia akan berhenti menggunakan Instagram dalam waktu nggak tentu, karena tekanan yang dia terima setiap saat.

Keputusan vakum dari media sosial, khususnya Instagram, nggak cuma terjadi sekali ini aja. Udah banyak selebritas lain yang melakukan hal serupa

Bahkan Sarah sampai sekarang nggak main IG. via instagram.com

Selain Salmafina, sederet selebritas tanah air pun pernah memutuskan untuk vakum di dunia maya (Instagram), mulai dari Sarah Sechan, Dewi Perssik, Ariel Tatum, Eva Celia, Mulan Jameela, Cinta Laura, hingga Rina Nose. Kendati demikian, mereka akhirnya kembali menggunakan media sosial dengan intensitas lebih rendah dari sebelumnya.

Mayoritas beralasan karena sering mendapat ujaran kebencian dari followers. Jelas hal ini berpengaruh pada psikologi seseorang dong!

Bikin depresi! via theconversation.com

Advertisement

Dari sekian banyak selebritas, kebanyakan dari mereka mengaku lelah dengan interaksi yang terjadi di media sosial Instagram. Di balik foto-foto cantik nan aduhai, terdapat sekian banyak hujatan dan makian yang terselip di kolom komentar, bahkan DM. Dan itu terjadi setiap saat! Meski ada fitur blok, tapi kalau ratusan ribu orang, apa nggak capek? Lagipula, masa warganet se-selow itu sih hidupnya? Sampai-sampai tiap hari komentarin unggahan artis, orang yang nggak dikenalnya dengan begitu jahat?

Rasanya, siapa pun orang yang menerima perlakuan seperti ini, tentu nggak akan kuat menghadapinya. Pun sama halnya dengan Salmafina yang masih terhitung sangat muda.

Maka dari itu, keputusan untuk vakum dari Instagram menjadi hal lumrah dan justru wajib dilakukan secara berkala. Karena psikis kita juga butuh istirahat. Detoksifikasi dari komentar jahat warganet memang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental kita agar tetap baik dan paripurna.

Dunia maya sama seperti dunia nyata. Semua ada etika dan hukum yang harus dipatuhi oleh para penggunanya

Drama, putus asa, dan depresi. via followyash20.wordpress.com

Kalau dibilang peradaban kita terbelakang, kayaknya masih pantas deh. Mari kita lihat seberapa banyak komentar jahat dan unggahan ngawur dari warganet Indonesia. Banyak banget, kan? Bisa jadi, hal itu menjadi barometer kegagapan warganet kita dengan kemajuan adanya teknologi. Mereka belum paham etika dan aturan yang berlaku di media sosial. Sesederhana berkomentar, mereka pun belum paham; mana yang positif, mana yang negatif.

Semoga keputusan Salmafina vakum dari Instagram dapat mengembalikan energi positif yang saat ini mulai terkikis karena jari-jari jahat warganet. Pun kamu yang hendak istirahat sejenak dari gemerlapnya media sosial, semoga kesehatan mentalmu tetap terjaga, ya!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya