Yusuf Mansur Ancam Polisikan Orang yang Edit Video Paytren Miliknya

Yusuf Mansur belakangan ini menghebohkan dunia maya setelah video yang menampilkan kemarahannya saat membahas Paytren mendadak viral di media sosial. Dalam video itu, Yusuf Mansur mengaku butuh uang Rp1 triliun agar bisnis aset manajemennya tetap bisa beroperasi.

Advertisement

“Saya butuh duit Rp1 triliun untuk ngerjain Paytren. Kalaupun saya mau, maka saya akan kena masalah, makanya saya ngamen. Demi satu nama, Paytren,” teriaknya sambil menggebrak meja.

Kemarahannya memuncak karena setelah sekian lama berjuang mengumpulkan dana, uang tersebut tak kunjung terkumpul. Setelah viral, banyak warganet yang mengedit potongan video itu dengan kreasi masing-masing sehingga dijadikan bahan lelucon.

Yusuf Mansur siap polisikan orang yang mengedit potongan videonya

Advertisement

Menanggapi kelakuan warganet, ternyata Yusuf Mansur kesal. Menurutnya, memotong video hingga menimbulkan kesan berbeda adalah perbuatan tidak bertanggung jawab. Dalam versi utuhnya, Yusuf Mansur menilai dirinya sedang memberi ceramah motivasi. Namun, yang diviralkan malah ketika ia marah-marah.

“Inilah sumber ceramah yang dipotong. Dari 1 jam 20 menit jadi sekian detik aja. Ditambah bumbu-bumbu efek dan ditebelin oleh “someone”. Dikasih tambahan efek dobel di detik-detik yang dipotong. Sehingga kesannya beda,” tulis Yusuf Mansur.

Advertisement

Ceramah itu tadinya berguna bagi mereka yang sedang ditimpa masalah kehidupan. Namun akibat ulah warganet, video utuh tadi dipotong pada bagian tertentu dan dijadikan bahan lelucon. Yusuf menegaskan bahwa ia sudah melaporkan orang yang mengedit video tersebut ke polisi.

“Dan percayalah, semua proses pelaporan di kepolisian sedang berlangsung. Bahwa semua harus hati-hati. Proses nggak boleh juga ada kezhaliman. Dan yang bergerak, ekosistem. Saya pun akan turut melaporkan balik. Nggak segan-segan. Nggak takut-takut. Tapi tetap dibawa kalem, nggak marah-marah dan nggak gebrak meja hahaha,” sambungnya.

Yusuf Mansur pun menutup jalur mediasi dengan pihak yang ia laporkan. Proses hukum akan terus berjalan.

“Dan kali ini, saya dan ekosistem nggak ada cerita damai-damaian waktu mediasi. Nggak ada cerita mediasi apa pun. Nggak ada cerita nyabut laporan lagi. Jalan terus,” tulisnya.

Sebelumnya, Yusuf Mansur mengaku menyesali perbuatannya itu setelah viral. Ia berharap agar masyarakat tidak mencontoh perbuatannya dan dapat dijadikan pelajaran ke depan.

Paytren merupakan perusahaan yang didirikan Yusuf Mansur sejak tahun 2017 silam. Perusahaan ini bergerak sebagai manajer investasi syariah. Selain itu, aplikasi Paytren juga dapat digunakan untuk sarana pembayaran dengan uang elektronik. Namun, Paytren menemui banyak masalah dalam pengelolaannya sehingga harus dihentikan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE