Mengulik Profesi Jadi Agen Rahasia Badan Intelijen Negara, dari Risiko Sampai Cara Daftarnya!

berkarier menjadi intel

Selama ini mungkin kita hanya melihat para agen rahasia yang menyamar dengan kerennya melalui film-film kriminal atau detektif atau mungkin yang lebih dekat dengan kita adalah beredarnya meme tukang bakso yang membawa walkie talkie selama berjualan. Katanya sih, kalau rasanya kurang mantap bisa jadi dia adalah intel. Hal ini mungkin sering jadi guyonan tapi ternyata mereka benar adanya lo, bisa saja mereka nyamar jadi tukang sayur, bisa juga jadi mbak-mbak kosan.

Advertisement

Penuh dengan kesan misterius dan bekerja secara diam-diam, menjadi seorang agen rahasia merupakan sebuah pekerjaan yang penuh tantangan. Tapi, kalau kamu cukup menyukai pekerjaan yang tak biasa, mungkin kamu tertarik dengan hal ini. Makanya simak yuk penjelasan selengkapnya!

Belakangan ramai kisah penyamaran agen rahasia menjadi tukang bakso, ternyata hal ini memang sering dilakukan dulunya

Tukang bakso/ Credit: Pesisir News via pesisirnews.com

Mungkin kamu sering melihat meme mengenai seorang abang tukang bakso yang erat dikaitkan menjadi seorang intel. Ternyata menurut pengamat intelijen, Ridlwan Habib, profesi penjual makanan keliling sering digunakan oleh anggota reserse atau Densus 88 dalam mengungkap kasus kejahatan berat. Contoh kasusnya adalah saat dilakukan penangkapan Noordin M Top dan Dr Azhari. Di sana ada intel yang melakukan penyamaran menjadi tukang Bakwan Malang dan Penjual Gado-gado yang sukses dalam melakukan misinya. Namun, menurutnya kini sudah lebih jarang intel yang menyamar menjadi tukang makanan keliling karena kebanyakan hal dilakukan secara digital dan serba online sehingga perlu lebih melek teknologi.

Untuk menjadi anggota Badan Intelijen Nasional di Indonesia ada sebuah sekolah kedinasannya lo, apa saja syaratnya?

STIN/ Credit: Liputan6 via www.liputan6.com

Di Indonesia, jika ada yang ingin menjadi anggota Badan Intelijen Nasional maka ada sekolah kedinasan bernama Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang biasanya melaksanakan pembelajaran selama 4 tahun dan memiliki sebanyak 150 SKS yang harus diambil, kuotanya pun terbatas hanya ratusan orang. Tahun ini misalnya, dilansir dari Kompas hanya ada 250 kuota di mana setelah lulus maka akan diangkat menjadi CPNS. Selain syarat-syarat umum, masuk STIN juga biasanya akan mempertimbangkan nilai ijazah dan rapor minimal 70, tinggi badan minimal 165 bagi laki-laki dan 155 bagi perempuan dan berat ideal, hingga usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada tahun bersangkutan. Syarat dokumennya pun layaknya syarat dokumen yang lain ditambah surat izin dari orang tua. Selain melalui pendaftaran reguler, ada juga sistem pendaftaran yang melihat potensi dari calon anak didik lo.

Intel ternyata tak selalu bekerja untuk negara, pun proses kaderisasinya juga tak melulu melalui sekolah kedinasan

Kerja di BIN/ Credit: Detik via news.detik.com

Intel sendiri ada yang bekerja di pemerintahan seperti Polri (Intelkam), TNI (BAIS), BIN, Kejaksaan, KPK, Bea Cukai, Imigrasi, dll. Mereka juga bisa bekerja di bidang swasta seperti di perusahaan-perusahaan. Kalau di Indonesia ada sekolah kedinasan ternyata perekrutan intel di luar negeri bisa dilakukan secara halus lo misalnya melalui kerjasama. Dilansir dari Kompas, biasanya mereka yang lebih dulu jadi agen akan melakukan pendekatan dengan mengecek profil sperti apakah sesuai dengan kebutuhan, syaratnya adalah bisa membaur dan penampilannya mudah dilupakan. Mengingat betapa rahasia dan misteriusnya pekerjaan ini, bisa jadi proses kaderisasinya terjadi juga di Indonesia dengan cara yang sama. Namun tentunya akan ada lagi pelatihan setelahnya.

Walau pekerjaannya tak diketahui, menjadi seorang intel juga penuh dengan risiko bahaya yang harus dihadapi

Suzy/ Credit: Pinterest via id.pinterest.com

Menjadi seorang intel artinya harus benar-benar menyembunyikan pekerjaan sehingga tak boleh ada informasi yang bocor bahkan predikatnya itu sendiri. Tak boleh ada pembicaraan tentang apa yang dikerjakan walau seberat apapun, apalagi bergosip. Risiko terparah yang bisa dihadapi adalah ancaman pembunuhan hingga kematian jika ketahuan.

Tak semua orang bisa bekerja menjadi seorang intel mengingat kerja keras yang harus dilakukan selama pendidikan dan risiko yang dihadapi saat sudah terjun ke dalamnya. Akan tetapi, tak ada salahnya mencoba jika tekadmu memang sudah bulat. Tertarik?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE