Cara Mengatur Keuangan Usai Mendadak Kena PHK. Biar Bisa Bertahan, Alokasi Pesangon Mesti Pas

Cara mengatur keuangan

Selama pandemi virus corona, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga 31 Juli 2020 mencatat hampir 3,5 juta masyarakat kena dampak Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK, melansir laman Kompas. Bahkan hingga saat ini, angka tersebut masih terus naik. Tak cuma di industri kecil saja, PHK bahkan juga dilakukan beberapa perusahaan besar yang cukup ternama. Dampak pandemi ini bisa dibilang cukup mendadak dan mengejutkan. Akibatnya, banyak masyarakat yang kaget dan sulit menyesuaikan diri. Otomatis mereka yang kena dampak pun mesti mengatur ulang keuangannya.

Advertisement

Beruntunglah jika perusahaanmu memberi pesangon yang layak dan sesuai aturan. Tapi bukan berarti pesangon yang kamu dapat bisa dihambur-hamburkan begitu saja. Lebih baik simpan dan gunakan dengan bijak, sebab kamu tak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Cara mengatur keuangan pribadi setelah PHK memang lebih sulit daripada biasanya. Mau nggak mau kamu mesti survive dengan dana yang dimiliki sekarang. Jangan bersedih dan juga khawatir, selama cara mengatur keuangan di masa sulit ini benar-benar diterapkan, keuangan pribadi maupun keluarga nggak akan mengalami masalah. Berikut cara mengatur keuangan bulanan setelah PHK yang bisa kamu praktikkan, para korban PHK di masa-masa pandemi corona.

1. Cara mengatur keuangan bulanan setelah kena PHK memang bukan pekerjaan yang mudah. Alih-alih meratapi nasib dan kecewa terus menerus, mending hitung ulang nilai aset yang kamu miliki untuk bertahan di masa sulit ini

hitung aset via lifepal.co.id

Meski dulunya gajimu nggak seberapa, tapi bisa jadi kamu punya simpanan aset lebih dari itu, apalagi jika ditambah dengan uang pesangon yang lumayan. Coba hitung ulang seluruhnya mulai dari tabungan, deposito, dana darurat, investasi, dan juga uang pesangon yang diberikan perusahaan. Setelah dijumlahkan, cara mengatur keuangan pribadi bisa lebih mudah diperhitungkan. Dari total keseluruhan nilai aset, kamu akan mengetahui posisi keuanganmu saat ini. Simpan dan alokasikan aset sebaik-baiknya sampai kamu mendapatkan sumber penghasilan lainnya lagi.

2. Alokasikan uang pesangon dengan bijak untuk tiga bulan ke depan. Asumsinya, dalam tiga bulan ini kamu sudah dapat sumber penghasilan baru

alokasikan pesangon via www.ruangmom.com

Hitung bujet yang mesti dikeluarkan untuk tiga bulan ke depan, mulai dari cicilan hutang sampai pengeluaran harian. Pastikan semua total pengeluaran nggak lebih dari 70 persen uang pesangon. Sisanya, alokasikan untuk tabungan dan investasi. Bisa 10 persen tabungan dan 20 persen investasi atau sebaliknya. Tapi baiknya, pilih instrumen investasi yang minim risiko seperti reksa dana pasar uang. Sekalipun jumlahnya nggak banyak, investasi bisa dijadikan dana cadangan jika rencana selama tiga bulan yang disusun nggak berjalan dengan baik.

3. Meski pesangon yang didapat lumayan banyak, baiknya jangan buru-buru melunasi semua hutang

jangan buru-buru melunasi hutang via lifepal.co.id

Cara mengatur keuangan setelah menikah dan PHK memang cukup menguras pikiran. Tapi bukan berarti kamu nggak bisa survive. Selain membuat alokasi bujet yang jelas, uang pesangon juga nggak harus buru-buru dipakai untuk melunasi hutangmu, termasuk hutang kendaraan bermotor. Bukan berati apa-apa, takutnya kalau semua hutang dilunasi, justru kamu akan kesulitan memenuhi kebutuhan harian jika ternyata sumber penghasilan baru sulit didapat. Daripada nanti malah berhutang lagi, mending cicil hutang sesuai porsinya saja.

4. Mengatur anggaran belanja sebenarnya tak cuma digunakan saat kena PHK saja. Bahkan semenjak jadi mahasiswa, kamu juga  bisa menerapkan cara mengatur keuangan anak kos berikut

tekan anggaran via www.anesanisa.com

Berbeda dengan cara mengatur keuangan mahasiswa, saat PHK, mesti ada bujet yang ditekan atau bahkan dipangkas. Alokasi anggaran belanjanya pun mesti dibuat lebih jelas dan detail, baik untuk keperluaan dapur sampai obat yang mesti dikonsumsi rutin. Salah satu trik untuk menekan anggaran belanja ialah dengan memanfaatkan promo dan melakukan perbandingan harga sebelum membeli. Selisihnya mungin nggak banyak, tapi nominalnya yang kecil ini akan terasa manfaatnya di masa-masa sulit seperti sekarang ini.

5. Untuk menstabilkan pengeluaran, anggaran atau alokasi dana hiburan bisa dihilangkan dulu sementara. Prihatin sebentar, sampai dapat sumber penghasilan baru lagi

kurangi biaya hiburan via lifepal.co.id

Sebenarnya, cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros ini mesti dilakukan walau tak kena PHK. Tapi bagi sebagian orang mungkin akan terasa sulit. Kalau memang nggak bisa memangkas semuanya, mengurangi bujet juga bisa jadi solusi kok. Misalnya kalau setiap hari kamu jajan es kopi, nah sekarang kurangi jajannya jadi seminggu sekali. Tak cuma biaya hura-hura aja, asuransi kesehatan juga mesti sedikit dipangkas. Kalau sebelumnya kamu punya beberapa produk asuransi kesehatan, sekarang cukup sisakan satu saja. Alasannya tentu agar keuangan nggak terganggu tapi tetap punya pegangan seandainya nanti kamu sakit.

Advertisement

6. Pisahkan uang pesangon di rekening yang berbeda dengan pengeluaran sehari-hari untuk meminimalisir bocor halus

pisah rekening via twitter.com

Setelah anggaran dibuat, segera pisahkan pengeluaran harian dengan tabungan dari uang pesangonnya. Tujuannya agar kamu nggak kesulitan membedakan mana alokasi untuk konsumsi dan tabungan. Kalau perlu, uang konsumsi harian juga diambil per minggu lalu sisihkan di amplop khusus. Biarkan sebagian uangnya di rekening saja supaya nggak bercampur dan hitungannya bisa sesuai bujet. Patuhi anggaran yang sudah dibuat, jangan sampai kamu mengambil uang yang sudah disisihkan sekalipun cuma 2 ribu. Soalnya kadang dari 2 ribu inilah bocor halus jadi menggunung dan merusak cara mengatur keuangan keluarga yang sudah disusun.

7. Segera cari sumber penghasilan baru. Kalau memang sulit kerja kantoran, jadi pekerja lepas atau membuka usaha kecil-kecilan juga patut dicoba

jadi pekerja lepas via teknologi.id

Setelah PHK, biasanya kondisi keuangan jadi kurang stabil padahal bisa jadi kebutuhan justru makin banyak. Mau nggak mau, kamu harus segera bangkit dan mencari sumber penghasilan baru. Jika sulit kerja kantoran seperti sebelumnya, menjajal part time atau jadi pekerja lepas pun bisa dicoba. Tapi sebelum memulainya, pastikan kamu memiliki keahlian khusus yang sesuai dengan jasa atau bidang yang mau dijual. Kalau nanti sudah jalan dan penghasilannya sedikit, nggak apa-apa, tekuni saja dulu. Nanti sambil juga belajar cara mengatur keuangan pribadi remaja pekerja lepas biar tetap bisa nabung. Atau, kalau mau buka usaha, nanti sambil belajar juga cara mengatur keuangan bisnis.

8. Kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, jadi baiknya selalu siapkan plan B atau rencana cadangan

sedia banyak rencana via glints.com

Tak cuma cara mengatur keuangan rumah tangga, tapi cara mengatur keuangan usaha pun selalu butuh plan B. Mungkin sekarang kamu masih punya 30 persen uang pesangon untuk ditabung atau diinvestasikan, tapi kalau nggak diputarkan, uang ini juga bisa habis lo! Nah sambil mencari penghasilan baru, cobalah berdagang atau ikut jadi reseller maupun dropshipper untuk menambah sedikit pemasukanmu. Pastikan uang selalu berputar agar tak kehabisan dan kebingungan nantinya.

9. Jika terjadi kemungkinan terburuk, jalan terakhir dan mungkin satu-satunya yakni menjual beberapa aset yang kamu miliki

jual aset via sites.google.com

Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan penghasilan minim saja sudah susah apalagi masih diterpa badai PHK seperti sekarang ini. Selain mesti kuat dan harus segera mencari jalan baru, opsi terakhir jika ternyata keuanganmu tak segera membaik yakni dengan menjual beberapa aset yang dimiliki. Kamu bisa menjual motor, mobil, atau benda berharga lain untuk tambahan modal bisnis atau mencari sumber penghasilan lainnya. Tapi, manfaatkan benar-benar uang penjualannya nanti dan jangan malah dipakai untuk hal yang nggak penting.

Kemungkinan PHK di masa-masa sekarang ini memang sulit dihindari, makanya kamu mesti siap dengan segala hal buruk yang bisa saja terjadi. Jangan putus asa, lebih baik kembangkan potensi diri supaya sumber penghasilan baru bisa segera didapat. Semangat kalian yang terkena dampaknya. Bisa, bisa! Semua pasti ada jalannya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE